Kisah Gadis Penjual Roti Canai: Sukses Raih Gelar Miss Teen Global Asia 2026
Tak pernah terbayangkan dalam benak Nur Qistina Alya' A Antasya Nazri bahwa rutinitas membantu usaha kedai roti canai milik keluarga sejak usia sembilan tahun akan menjadi batu pijakan menuju panggung kontes kecantikan internasional.
Gadis berusia 19 tahun yang akrab disapa Qistina Antasya ini baru saja mengukir prestasi. Usai dinobatkan sebagai Miss Teen Global Malaysia 2025, ia berhasil melangkah lebih jauh dan merengkuh mahkota Miss Teen Global Asia 2026. Sedangkan Miss Teen Global 2026 sendiri, dimenangkan oleh Isabella Toledo dari Kuba, yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia (1/9/2026).
Di balik gemerlap mahkota, selempang kemenangan, dan glamornya panggung ratu kecantikan, Qistina Antasya asal Terengganu, Malaysia, ini tetaplah sosok yang sederhana. Ia dibesarkan dengan nilai-nilai keteguhan, tanggung jawab, serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum namanya berkibar di dunia beauty pageant dan media sosial, kehidupan Qistina sehari-hari tidak lepas dari lingkungan keluarga dan membantu perniagaan orang tuanya di kedai.
"Sebelum dikenal dengan gelar di atas panggung, Qis adalah seorang anak yang membantu keluarga di kedai dan belajar memipihkan (menebar) roti canai sejak kecil," ungkap Qistina saat mengenang masa mudanya, dikutip dari Harian Metro.
Pendidikan moral dan kemandirian telah ditanamkan oleh orang tuanya sejak dini. Pengalaman bekerja di kedai bukan sekadar rutinitas harian, melainkan yang membentuk karakter gigih dalam dirinya.
Dari membantu kedai roti canai keluarga sejak kecil, Qistina Antasya kini sukses berprestasi dan meraih mahkota Miss Teen Global Asia 2026. Foto: Dok. Instagram @qistinaantasya_. |
"Qis tumbuh dalam keluarga yang mengajarkan Qis untuk mandiri dan menghargai setiap hal yang dimiliki. Sejak kecil Qis sudah terbiasa membantu keluarga berdagang. Dari situ, Qis belajar tentang kegigihan bekerja, tanggung jawab, dan pentingnya menghargai pengorbanan orang tua," jelasnya.
Keyakinan dan keberaniannya berdiri di hadapan publik hari ini, menurut Qistina, tak lepas dari fondasi kuat yang dibangun oleh keluarganya sejak masa kecil.
Bagi sebagian orang, Qistina tampak sebagai pribadi yang percaya diri secara alami. Namun, ia menegaskan bahwa rasa percaya diri tersebut tidak muncul begitu saja secara instan, melainkan ditempa melalui berbagai pengalaman aktif sejak dini.
"Sebenarnya sejak kecil Qis memang sosok yang lumayan percaya diri dan berani mencoba hal-hal baru. Qis pernah mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan sejak kecil, jadi dari sana Qis sudah terbiasa tampil di depan dan berhadapan dengan banyak orang," katanya.
Dari membantu kedai roti canai keluarga sejak kecil, Qistina Antasya kini sukses berprestasi dan meraih mahkota Miss Teen Global Asia 2026. Foto: Dok. Instagram @qistinaantasya_. |
Kedua orang tuanya memegang peranan kunci sebagai pendukung utama dalam setiap langkah yang diambilnya.
"Mama dan Papa selalu memberikan dukungan dan mendorong Qis untuk mencoba, walaupun kadang-kadang Qis sendiri tidak menyadari sejauh mana kemampuan yang Qis miliki. Jadi, rasa percaya diri yang Qis miliki hari ini terbentuk sejak kecil melalui pengalaman, dukungan keluarga, dan keberanian untuk mencoba," tutur Qistina.
Membagi waktu antara tugas sekolah dan membantu usaha keluarga bukan lah hal yang mudah. Qistina mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya saat itu adalah mengelola energi dan waktu hingga ia menyelesaikan pendidikannya.
"Kadang-kadang lelah, panas, banyak pelanggan, dan kita masih harus terus melanjutkan pekerjaan. Tetapi pengalaman itu mengajarkan Qis bahwa kerja keras tidak selalu harus terlihat hebat di mata orang lain, namun tetap memiliki nilai yang sangat besar," akunya jujur.
Nilai kerendahan hati dan rasa hormat terhadap segala bentuk pekerjaan menjadi pelajaran paling berharga yang ia petik dari dapur kedai roti canai.
"Qis belajar bahwa tidak ada pekerjaan yang hina selama kita melakukannya dengan jujur. Menebar roti canai mengajarkan Qis tentang usaha, kesabaran, dan sikap rendah hati. Qis belajar bahwa kita tidak perlu malu dengan awal perjalanan kita, karena setiap permulaan itu memiliki ceritanya sendiri."
"Tanpa Qis sadari, pengalaman di kedai sebenarnya menjadi latihan pertama Qis sebelum berdiri di atas panggung," tambahnya.
Awal Langkah ke Dunia Beauty Pageant
Meski menggemari dunia mode dan kecantikan, Qistina awalnya tidak pernah membayangkan akan terjun ke kompetisi ratu kecantikan formal.
Langkah pertamanya dimulai dari dunia pembuatan konten digital (content creation) yang kemudian membuka pintu menuju panggung yang lebih luas.
"Qis sebenarnya tidak pernah menyangka akan berada di dunia pageant. Namun Qis memang memiliki ketertarikan pada dunia fesyen dan kecantikan. Qis bermula dari dunia konten dan kemudian diberi kesempatan untuk mencoba ajang kecantikan," terangnya.
Peluang tersebut kian terbuka ketika sahabat ibunya serta orang-orang di sekitarnya menyadari potensi besar yang dimiliki Qistina dan mendorongnya untuk melangkah lebih jauh.
Perjalanan itu dimulai saat ia mengikuti ajang Srikandi Malaysia 2025 dan meraih posisi Runner-up Pertama. Keberhasilan tersebut membakar semangatnya hingga meraih gelar Miss Teen Global Malaysia 2025 dan akhirnya dimahkotai sebagai Miss Teen Global Asia 2026.
Meski telah menorehkan prestasi, Qistina mengaku pernah berada di titik di mana ia merasa ragu terhadap penampilan fisik dan kapasitas dirinya.
"Qis belajar bahwa pageant bukan hanya tentang paras wajah. Cara kita membawa diri, cara kita berbicara, rasa percaya diri, wawasan, dan kepribadian juga memegang peranan yang sangat penting," tegasnya.
Untuk mempersiapkan diri secara maksimal di hadapan juri dan penonton, ia menjalani berbagai pelatihan intensif, mulai dari teknik berbicara di depan umum (public speaking), peragaan busana (catwalk), cara menjawab pertanyaan dengan bijak, hingga mengendalikan rasa gugup.
Hijab Sebagai Identitas, Bukan Penghalang Prestasi
Dari membantu kedai roti canai keluarga sejak kecil, Qistina Antasya kini sukses berprestasi dan meraih mahkota Miss Teen Global Asia 2026. Foto: Dok. Instagram @qistinaantasya_. |
Momen di ajang Miss Teen Global menjadi salah satu catatan paling bersejarah dalam hidup Qistina. Ia tampil anggun dan percaya diri dengan mengenakan hijab sebagai bagian dari identitas dirinya.
Meskipun mengakui ada rasa bangga sekaligus sedikit gugup karena menjadi salah satu dari sedikit peserta-bahkan satu-satunya di kelompoknya-yang berhijab, hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya.
"Qis ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan. Qis lebih ingin membuktikan bahwa seseorang bisa bersinar dan menonjol tanpa harus meninggalkan identitas dirinya," ungkapnya tegas.
Kehadirannya dengan hijab justru menarik perhatian positif dari peserta negara lain yang tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang busana dan nilai hijab yang dikenakannya.
Di balik keteguhan dan pencapaiannya, Qistina selalu menempatkan kedua orang tuanya sebagai sumber kekuatan terbesar dalam setiap langkah hidupnya.
Melihat ke depan, dalam kurun waktu lima tahun mendatang, gadis tangguh ini memiliki visi yang jelas. Ia tidak ingin dikenal hanya sebatas sebagai ratu kecantikan (beauty queen) atau pembuat konten digital belaka, melainkan sebagai sosok wanita muda berpendidikan, memiliki nilai hidup yang kuat, mandiri secara finansial, dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Selain bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses, Qistina juga mengungkapkan keinginannya untuk mengeksplorasi dunia seni peran dan akting di masa mendatang.
(gaf/eny)













































