Ini Fatima Hussein, Muslimah Pertama yang Jadi Calon Anggota Dewan Brasil

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 15 Okt 2020 18:05 WIB
Fatima Hussein yang menjadi wanita muslim pertama di pemilihan dewan Brasil Foto: Instagram @drfatimahassan
Jakarta -

Wanita bernama Fatima Hussein menjadi sorotan publik karena menjadi wanita muslim berhijab pertama keturunan Palestina, yang dicalonkan sebagai anggota dewan kota Brasil. Berani tampil berbeda, sosoknya pun menjadi 'wajah baru' dari Partai Demokrat Brasil.

Fatima Hussein sehari-harinya bekerja sebagai dokter gigi. Ia mengabdikan waktunya untuk melayani komunitas lokal. Ketika diwawancara oleh Middle East Monitor ia mengungkapkan bahwa dirinya berbeda dari kandidat anggota dewan lainnya. Karena Fatima ingin melawan stigma negatif terhadap wanita muslim di Brasil.

"Saya akan menjadi satu-satunya kandidat yang mengenakan hijab," ucap Fatima Hussein. "Kami menderita karena berita palsu di Brasil, banyak berita yang membahayakan wanita Muslim. Namun, saya percaya bahwa dewan kota akan menjadi ruang demokrasi yang nyata, dimana semua orang merasa diwakili, dan simbol-simbol Islam akan ditampilkan dan dihormati,"lanjutnya.

Fatima yakin dia dapat menunjukkan bahwa wanita Muslim dapat belajar, memiliki pekerjaan, memiliki penghasilan sendiri, membuat keputusan, memiliki suara dan memberikan suara kepada orang lain. Jika terpilih, Fatima ingin melawan semua jenis diskriminasi, termasuk ras, jenis kelamin, warna kulit dan agama.

Menjadi seorang wanita dalam politik adalah tantangan tersendiri bagi Fatima. Selain itu, dia juga adalah seorang wanita muslim Palestina seorang dokter gigi dan seorang ibu bagi anaknya. Namun Fatima percaya bahwa ketika seorang wanita memiliki iman dalam hatinya dan bertekad, wanita itu dapat mencapai apa pun yang dia bidik, terlepas dari semua tantangan dan perpecahan di masyarakat.

Fatima Hussein yang menjadi wanita muslim pertama di pemilihan dewan BrasilFatima Hussein yang menjadi wanita muslim pertama di pemilihan dewan Brasil Foto: Instagram @drfatimahassan

Fatima adalah orang Palestina kelahiran Brasil. Ayah Fatima bekerja di Brasil sebagai bagian dari misi pertanian dengan bantuan dari pemerintah Yordania. Ayahnya berasal dari desa Yalu, Palestina, yang diduduki oleh Israel selama masa Perang Enam Hari yang terjadi pada 1967. Semua penduduk desa diusir dan desa dihancurkan. Ketika ini terjadi, saudara-saudaranya mencari perlindungan di Brasil dan bergabung dengan ayah mereka.

"Saya lahir di Tubarao, sebuah kota negara bagian di Santa Catarina, Brasil. Di sana tempat saya tinggal sepanjang masa kecil saya," jelas Fatima. "Di masa remaja, saya pindah ke ibukota negara bagian, Florianopolis, Brasil dengan orangtua saya," tambahnya.

Suami Fatima juga seorang warga Palestina. Sang suami, Khaled merupakan seorang dokter. Ia bekerja di garda terdepan dalam menangani virus Corona di Brasil. Dan Khaled mendukung istrinya yang terjun ke dunia politik.

Dokter Gigi dan Putri Imigran Palestina

Tumbuh dewasa, Fatima pun belajar di jurusan kedokteran gigi Universitas Federal Santa Catarina, Brasil. Dia lulus sarjana hingga meraih gelar master. Ia mengungkapkan alasannya mengapa memilih untuk menjadi dokter gigi.

"Sejak 2000, saya telah bekerja di klinik gigi pribadi saya. Saya percaya bahwa senyum adalah cara ekspresi kita yang paling penting dan kejahatan terburuk adalah mencuri senyum seseorang. Kita bisa bahagia jika kita membuat orang lain bahagia," ungkapnya.

Fatima Hussein yang menjadi wanita muslim pertama di pemilihan dewan BrasilFatima Hussein yang menjadi wanita muslim pertama di pemilihan dewan Brasil Foto: Instagram @drfatimahassan

Fatima mengungkapkan menjadi seorang putri imigran Palestina bukanlah hal yang mudah dijalaninya di Brasil. Namun bukan berarti dia menyerah menjalani hidup dan mengejar mimpinya.

"Sebagai putri imigran, saya belajar bahwa kesuksesan di tempat yang bukan milikmu adalah salah satu tantangan terbesar dalam hidup. Saya tahu persis bagaimana mengatasi semua rintangan dan untuk menang ketika hidup memberi saya hanya satu pilihan," jelasnya dengan tegas.

Kini akan maju sebagai anggota dewan Brasil, Fatima pun berharap bisa membela masyarakat Palestina yang tinggal di negara tersebut. WIlayah Florianopolis, Brasil memiliki komunitas Palestina yang relatif kecil tetapi tidak banyak orang tahu. Dan Fatima berharap dia bisa mewakili suara warga Palestina di sana.

"Saya ingin menjadi wanita pertama yang akan memberikan visibilitas pada kisah Palestina, sejarah, orang-orang dan tujuan mereka. Saya bukan hanya kandidat, tetapi saya lah yang mewakili perlawanan, perjuangan, keberanian, dan kekuatan," ucapnya degan semangat.



Simak Video "Virtual Meeting Jadi Angin Segar Bagi EO di Masa Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)