Muslimah New Zealand Buka Suara tentang Kontroversi Aksi Berkerudung

Silmia Putri - wolipop Kamis, 11 Apr 2019 08:08 WIB
Foto: Instagram Foto: Instagram

Jakarta -

Para wanita di New Zealand melakukan aksi solidaritas terhadap warga muslim korban penembakan di Christchurch pada Jumat (22/03/2019). Hari itu, mulai dari polisi hingga pembawa acara berita, kompak memakai kerudung.

Namun, aksi yang viral itu tidak sepenuhnya mendapat respons positif. Beberapa pihak menganggap aksi tersebut tidak mewakili pemberdayaan wanita secara keseluruhan. Salah satu sosok yang vokal menentang aksi itu adalah Masih Alinejad seorang aktivis dan jurnalis asal Iran.

Muslimah New Zealand Buka Suara tentang Kontroversi Aksi BerkerudungFoto: Instagram
Dilansir dari Reuters, Masih mengungkap banyak wanita di Iran yang terpaksa memakai hijab karena aturan pemerintah. Hijab bagi Masih adalah simbol penindasan terhadap wanita.

Secara terang-terangan ia mengkritik Perdana Menteri New Zealand, Jacinda Ardern yang juga memakai kerudung saat menemui komunitas muslim korban penembakan. Menurutnya, hijab adalah isu yang sensitif.

Kontroversi yang terdengar riuh membuat beberapa muslimah di New Zealand buka suara. Mereka adalah Amira Hassouna, Latifa Daud, dan Zaina Baba yang berasal dari latar belakang profesi berbeda. Ketiganya menyampaikan pendapat mellaui TVNZ1.

Muslimah New Zealand Buka Suara tentang Kontroversi Aksi BerkerudungFoto: Instagram
Zaina Baba mengungkap tak semua muslimah merasa terpaksa memakai hijab. Banyak dari mereka yang berhijab karena mereka tahu ilmunya, bukan karena paksaan atau penindasan. Anggapan bahwa hijab adalah sebuah penindasan adalah sesuatu yang disayangkan baginya.

Lebih lanjut ia mengungkap bahwa jika berbicara kebebasan, ada banyak wanita muslim yang juga mencari kebebasan untuk berhijab. Ada beberapa negara yang melarang pemakaian hijab dan burqa.

"Aku rasa ini adalah kesalahpahaman yang besar tentang apa sebenarnya makna hijab. (Hijab) bukan sehelai kain yang menutupi kepala saja. Hijab adalah bagaimana cara kita memperlakukan orang lain, cara kita menjalani hidup," tutur Baba dilansir dari TVNZ.

Muslimah New Zealand Buka Suara tentang Kontroversi Aksi BerkerudungFoto: REUTERS/Jorge Silva
Hal ini diamini oleh Amira Hassouna yang yang merupakan dosen senior di salah satu kampus New Zealand. Menurutnya, dalam Alquran hijab memiliki makna yang mendalam bukan hanya penutup kepala. Ia tidak merasa terpaksa memakainya.

"Jadi, aku memakai hijab karena keputusanku sendiri. Aku merasa bebas mengenakannya. Aku merasa percaya diri memakainya," tutup Hassouna.


(sil/ami)