Tampilkan Hijabers Joget bareng DJ, Video Ini Jadi Kontroversi

Silmia Putri - wolipop Kamis, 11 Okt 2018 16:05 WIB
Video perkumpulan muslim di Amerika jadi viral. Foto: Thinkstock Video perkumpulan muslim di Amerika jadi viral. Foto: Thinkstock

Jakarta - Sebuah platform seni untuk muslim di Amerika bernama illMUSLIMS merilis video tentang acara perkumpulan muslim di Amerika. Dalam video tersebut, sejumlah muslim Amerika dikumpulkan dalam satu acara. Muslim yang hadir terdiri dari beragam ras.

Di acara itu ada makanana dan minuman halal disediakan, ada live music berupa DJ yang bermain musik dengan ritme disco, ada pula galeri seni di mana produk lukisan bertulisan Arab diperjualbelikan. Video berjudul 'This is what Muslim America looks like' ini pun tersebar di media sosial.

Para tamu yang datang, baik pria maupun wanita tampak berjoget sesuai irama musik disko. Di antaranya ada pula wanita berhijab dan memakai turban. Semua bercampur di satu ruangan.



Tujuan dibuatnya video ini sebenarnya untuk mempertemukan komunitas muslim di Amerika. Sadaf Javaid dan Rummi Khan selaku co-founder illMUSLIMS mengungkap beberapa orang muslim di Amerika hidup berkubu di tempat terpisah. Jadi mereka ingin menjalin silaturahmi satu sama lain.

Namun, tampaknya video dokumentasi acara tersebut tidak membuat semua orang senang. Beberapa orang menilai sebuah acara dengan live DJ dan tarian seperti itu tidak mempresentasikan Islam.

Ada pula yang menilai di perkumpulan itu hampir tidak ada orang berkulit hitam. Padahal, data dari Pew Research Center menyebutkan umat muslim di Amerika didominasi orang berkulit hitam.

"What an embarrassing representation of Islam. Just call yourselves a social club for desi kids and leave the rest of us out of this," tulis akun Twitter bernama Boona Mohammed menanggapi video yang tersebar.

Baca juga: Baca juga: Tolak Tamu Hijabers, Apartemen Ini Di-Blacklist Airbnb

Seorang pria bernama Zain Siddiqi mengaku menolak undangan acara tersebut setelah menanyakan apakah ada tempat untuk salat Magrib atau tidak. Namun, orang-orang yang hadir di acara itu mengonfirmasi ada fasilitas salat selama acara.

Meski banyak yang mengkritik, ada pula yang yang memuji acara tersebut. Mereka menganggap acara tersebut sangat bagus karena bisa mengumpulkan banyak muslim di Amerika dalam satu tempat untuk bersilaturahmi.
(sil/sil)