Karya Deden Siswanto Hingga Siswi SMK Eksis di Muslim Fashion Festival, JCC

Arina Yulistara - wolipop Jumat, 07 Apr 2017 09:50 WIB
Foto: Arina Yulistara
Jakarta - Perhelatan mode Muslim Fashion Festival (Muffest) 2017 digelar mulai Kamis (6/4/2017) di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat. Ajang tersebut dimanfaatkan oleh para desainer lokal untuk pamer karya terbarunya. Tak hanya mereka yang berkecimpung di industri fashion muslim tapi beberapa perancang busana lainnya pun turut berpartisipasi.

Pada hari pertamanya, sejumlah desainer menampilkan koleksi terbaru di acara yang memasuki tahun keduanya tersebut. Setelah beberapa desainer busana muslim tampil di siang hari, sepuluh perancang Indonesia lainnya menutup Muffest 2017 hari pertama.

Deden Siswanto, Sofie, Fitri Aulia, Ina Priyoni hingga siswi SMK NU Banat Kudus menampilkan karya terbaru mereka dalam fashion show JD.id dengan tema besar D2i by Indonesia Fashion Chamber (IFC). Peragaan busana dibuka oleh rancangan Ina Priyono yang menampilkan warna-warni koleksi bernuansa oranye dan merah.
Foto: Arina Yulistara

Maxi dress berpotongan lengan kepompong meramaikan koleksinya kali ini. Hadir pula busana three pieces seperti penerapan celana lurus palazzo, blouse berlengan terompet, dan outerwear yang ringan. Ina lebih memilih bermain dengan palet warna solid termasuk biru dan kuning.

Selanjutnya fashion show memperlihatkan karya terbaru dari Kiki Mahendra. Kiki lebih memilih perpaduan palet hitam. Terusan dengan cutting flare mendominasi rancangan terbarunya. Ia juga memodifikasi dress dengan detail potongan seperti adanya aksen cape, penyelipan draperi, hingga hadir ruffle dan penambahan bahan lace untuk menciptakan kesan glamor.

Sentuhan warna kontras terjadi ketika model berganti busana dengan rancangan Deden Siswanto. Deden mengeluarkan koleksi hijab bernuansa earthy. Padu padan layering mulai dari celana lurus, atasan putih, serta outerwear dengan modifikasi potongan beragam. Penerapan tumpuk juga terjadi seperti pada setelan blouse panjang, terusan midi, celana semata kaki, dan outerwear warna khaki dalam satu look.

Yang menarik perhatian dari koleksi desainer pecinta sarung itu adalah pengaplikasian headpiece berbentuk seperti sumbu kompor. Semua model mengenakan headpiece tersebut di atas kepala semakin menambah kesan struktural. Tak lupa juga pemakaian obi seperti gaya busana masyarakat Jepang.

Show kemudian lanjut memperlihatkan koleksi dari Eugene Effectes. Busana tabrak warna hadir di panggung Muffest 2017. Pilihan palet solid seperti hitam dan merah mendominasi seluruh koleksinya. Ada pun detail organza yang muncul di atas rok serta kerudung memberikan kesan unik yang menyita perhatian.

Sementara Lia Mustafa dengan labelnya Amalee menawarkan koleksi bernuansa hitam dan oranye. Ia menggunakan kain tradisional sebagai aksentuasi. Potongan busana modern cocok untuk wanita perkotaan yang tetap ingin memberikan sentuhan Indonesia pada gaya mereka. Gaya tumpuk dengan siluet modifikasi akan memberikan tampilan yang dinamis.
Foto: Arina Yulistara

Jika Lia memilih warna hitam dikombinasikan dengan oranye, tidak untuk Defika Hanum. Desainer yang satu ini memilih konsep monokrom, hanya hitam dan putih. Tak ada penempatan corak pada seluruh koleksinya, ia hanya bermain dengan warna. Cutting juga ditonjolkan termasuk ketika hadir maxi dress dengan dua potongan lengan yakni panjang dan pendek tetap dalam satu look berkonsep monokrom.

Peragaan busana lanjut memperlihatkan karya dari Syukriah yang membawakan Reborn29. Blouse serta tunik asimetris bernuansa pastel meramaikan panggung Muffest. Seperti padu padan celana fit yang lurus serta blouse lengan panjang asimetris dengan detail layering di bagian samping. Busana polos menjadi pilihan Syukriah untuk rancangan terbarunya.

Satu lagi desainer yang menjadi favorit para muslimah adalah Fitri Aulia dengan labelnya Kivitz. Kali ini Fitri menawarkan koleksi busana bercorak daun didominasi palet hijau lumut serta kuning. Potongan gamis detail peplum serta perpaduan rok panjang cutting mermaid menjadi look yang manis bagi pecinta feminin. Ia juga menyuguhkan palet hitam sebagai penetral penampilan.

Tak hanya para desainer kenamaan yang pamer koleksi baru mereka, karya para siswi SMK NU Banat binaan Bakti Pendidikan Djarum Foundation turut eksis di panggung Muffest hari pertama. Dengan label Zelmira, empat siswi di baliknya yakni Risa Maharani, Nafida Royyana, Nia Faradiska, dan Rania, mengeluarkan koleksi ready to wear yang tak kalah menarik dengan para desainer lain. Para siswi yang juga dilatih oleh desainer IFC itu menyuguhkan koleksi bernuansa pastel.

Setiap rancangan mereka terselip motif batik Kudus yang berciri khas. Bertajuk 'Dandangan', mereka memadankan berbagai palet cerah seperti merah muda, peach, biru, hingga salem. Modifikasi potongan outerwear asimetris tampak atraktif ketika dipadankan dengan sweat pants. Beberapa kemeja berbahan rayon crepe dengan cutting setengah lingkaran terinspirasi dari pintu masuk Kota Kudus. Menampilkan 10 set busana, Zelmira memperkaya rancangannya dengan corak batik tulis juga cap khas kota asal mereka.

Fashion show kemudian ditutup dengan penampilan dari Sofie. Menyajikan nuansa monokrom yang kekinian, Sofie menampilkan busana modest wear. Ia menggunakan teknik cutting komplikasi terutama pada ragam outerwear hasil rancangannya. Ia membawakan koleksi 'R-Tre' dengan delapan set busana. Terselip corak minim pada pilihan kemeja yang ditampilkannya. Sofie mengatakan bahwa karyanya terinspirasi dari wanita perkotaan.

"Inspirasinya wanita modern yang tinggal di perkotaan dengan cutting yang complicated saya lebih banyak bermain dengan styling," tutur Sofie kepada Wolipop. (aln/hst)