Fabulist 2016

Hijabers di Majalah Playboy & 8 Muslimah AS Lain yang Jadi Sorotan di 2016

Arina Yulistara - wolipop Rabu, 14 Des 2016 10:25 WIB
Foto: Ist.
Amerika - Kasus penyerangan atau diskriminasi terhadap masyakarat muslim yang dilakukan dengan alasan kebencian masih sering terjadi di Amerika Serikat. Hal tersebut membuat wanita muslim khususnya yang sudah berhijab khawatir dengan diri mereka saat keluar rumah.

Belum lagi adanya laporan kasus Islamophobia semakin meningkat selama proses pemilu hingga setelah Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Di tengah-tengah maraknya kasus Islamophobia di Amerika, banyak hijabers yang menginspirasi lewat aksinya di publik.

Berprestasi di bidang olahraga, menggelar acara hijab, hingga mencetak sejarah dengan menjadi hijabers pertama di kontes kecantikan AS dilakukan mereka untuk meningkatkan citra masyarakat muslim. Hal ini dilakukan juga untuk meredakan stereotipe tentang Islam. Siapa saja hijabers inspiratif yang sempat menjadi sorotan karena aksinya membangun citra positif wanita berhijab? Berikut daftar hijabers Amerika yang viral selama 2016?

1. Ilhan Omar
Foto: AFP PHOTO / STEPHEN MATUREN

Ilhan Omar merupakan salah satu hijabers inspiratif dari Amerika. Omar menjadi perbincangan karena terpilih sebagai calon anggota parlemen AS. Mantan pengungsi Somalia itu merupakan wanita muslim berhijab pertama yang menduduki kursi palemen.

Terpilihnya wanita yang pernah menjadi pengungsi Somalia itu sebagai salah satu anggota parlemen AS berdasarkan dari latar belakangnya. Ibu tiga anak itu aktif dalam berbagai organisasi pemuda, makanan, hingga ekonomi. Ia juga aktif untuk menjunjung tinggi keadilan rasial serta komunitas sosial lainnya.

"Ini adalah tanah kebebasan dan keadilan untuk semua. Demokrasi kita besar tapi rapuh. Kita perlu melanjutkan kemajuan negara kita dan memberikan keadilan untuk semua," ujar Omar seperti dikutip dari Huffinton Post.

2. Ibtihaj Muhammad
Foto: Instagram

Ibtihaj Muhammad juga menjadi kebanggaan Amerika karena berhasil meraih medali perunggu di Olimpiade 2016 untuk cabang olahraga anggar. Atlet 30 tahun itu juga berhasil membuat sejarah karena menjadi hijabers pertama perwakilan AS untuk maju ke kejuaraan olahraga dunia.

"Aku akan berada di Olimpiade untuk Amerika Serikat. Ras, agama, dan jenis kelamin tidak akan menghalangi kita untuk meraih mimpi kita," ujar Ibtihaj kala itu.

Baca juga: Curhat Ibtihaj, Atlet Berhijab AS Pertama yang Diremehkan Jelang Olimpiade

3. Rana Abdelhamid
Foto: Ist.

Hijabers lain yang juga menjadi perbincangan adalah Rana Abdelhamid. Wanita multitalenta pendiri dari Women's Initiative for Self-Empowerment itu menjadi sorotan karena membantu perempuan muslim lainnya untuk menemukan kekuatan dalam diri mereka dalam melawan Islamophobia. Tak hanya membuat seri fotografi berjudul 'Hijabis of New York' tapi ia juga mengajarkan bagaimana mempertahankan diri dari penyerangan Islamophobia.

Saksikan video 20detik di sini:


Wanita lulusan Vermont's Middlebury College itu memiliki kemampuan bela diri karate. Ia merupakan pemegang sabuk hitam. Dengan mengajarkan hijabers bela diri ia berharap mereka tidak lagi menjadi korban bullying para Islamophobia. Selain bela diri, Rana ingin mengajarkan wanita muslim lainnya berbisnis agar tidak selalu diremehkan.

"Aku ingin memberikan keterampilan menjadi seseorang yang profesional dan bisa memimpin untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka," jelas Rana. Baca di sini untuk mengetahui kisah Rana selengkapnya.

4. Nura Afia
Foto: dok. Instagram (Nura Afia)

Nura Afira diperbincangkan karena menjadi hijabers pertama yang menjadi brand ambassador kosmetik Cover Girl. Di dalam channel Youtubenya, Nura kerap memberikan tutorial menggunakan hijab.

"Rasanya seperti mimpi. Aku tidak pernah berpikir aku akan melihat wanita muslim merepresentasikan di skala besar," kata Nura dengan 200 ribu subscriber di channel Youtube-nya.

Nura akan tampil di dalam kampanye Cover Girl Lash Equality. Ia akan mereprenstasikan sebuah produk maskara terbaru. Ia pun akan menjadi model Cover Girl yang bilboardnya akan dipajang di tengah kota New York. Baca di sini mengenai kisah Nura di Cover Girl.

5. Noor Tagouri
Foto: playboy.com

Noor Tagouri menjadi perbincangan karena menjadi hijabers pertama yang tampil di majalah Playboy. Wanita yang berprofesi sebagai jurnalis ini merupakan salah satu orang yang profilnya ditampilkan majalah pria tersebut untuk edisi 'Renegades'. Menurutnya pengalamannya menjadi seorang muslim membuat ia menjadi jurnalis yang lebih baik.

"Sejujurnya, dengan menjadi wanita muslim berhijab, hal itu membuatku lebih mudah mendapat kepercayaan dari orang aku wawancara," tambah Noor kepada Playboy.

6. Zaineb Abdulla
Foto: Ist.

Zaineb Abdulla ikut kelas bela diri untuk bisa merasa aman saat sedang berada di tempat umu. Zaineb tak hanya belajar bela diri tapi juga sudah dipercaya sebagai pelatih. Sebagai pelatih bela diri wanita, Zaineb menuturkan bahwa setiap wanita perlu memiliki ketangkasan untuk melawan kejahatan yang bisa membahayakannya.

Zaineb menilai insiden rasis dan kekerasan terhadap masyarakat muslim mengalami lonjakan sejak terpilihnya Donald Trump jadi Presiden Amerika Serikat. Oleh karena itu, khususnya wanita muslim perlu belajar bela diri agar tidak menjadi korban diskriminasi.

"Pasca pemilu terdapat lonjakan kejahatan dengan alasan kebencian, pertahanan diri lebih penting sekarang dari sebelumnya," ujar Zaineb melalui akun Facebook pribadinya.

7. Halima Aden
Foto: Twitter

Halima Aden merupakan hijabers pertama yang mengikuti kontes kecantikan di AS. Halima berhasil menjadi salah satu peserta di kontes kecantikan Miss Minnesota USA. Ia pun menjadi sorotan karena merupakan satu-satunya wanita yang menggunakan burkini di kontes kecantikan dalam segmen bikini. Meski wanita berdarah Somalia itu hanya sampai pada tahap semifinal namun ia tetap membanggakan.

"Apa yang aku lakukan hanya untuk memberikan perspektif berbeda. Ini adalah aksi kecil tapi aku merasa bisa mempunyai gelar Miss Minnesota USA walaupun Anda seorang Somalia-Amerika, wanita muslim, dan aku pikir ini akan membuka mata masyarakat," pungkasnya. Baca artikel selengkapnya di sini.

8. Mona Haydar
Foto: Ist.

Hijabers yang satu ini berhasil menyita perhatian dengan membuka booth di trotoar kawasan Cambridge, Massachusetts, untuk masyarakat umum yang ingin bertanya seputar muslim.

Mona Haydar menamakan booth-nya 'Ask a Muslim' dan 'Talk to a Muslim'. Mona mempersilakan siapa saja yang berdialog dengannya tentang Islam. Selain mendirikan booth, wanita yang berdomisili di Flint itu juga membagikan donat dan kopi gratis. Mona didampingi oleh sang suami Sebastian Robins.

"Suamiku Sebastian ingin melakukan hal ini karena terinspirasi dari film 'This American Life'. Di dalamnya ada adegan di mana seorang pria Irak mendirikan toko dengan nama 'Talk to an Iraqi'. Jadi kenapa kita tidak melakukan hal yang sama?" tutur Mona saat diwawancara oleh Boston Globe. Baca artikelnya di sini.

9. Amirah Sackett
Foto: Ist.

Satu lagi hijabers yang juga menjadi sorotan di 2016 adalah Amirah Sackett. Amirah berhasil menarik perhatian dengan membentuk komunitas tari hip hop yang semuanya tampil dalam hijab dan bercadar ketika pentas di atas panggung.

"Anak-anak muslim merasa bangga bisa tetap menari tanpa melepas jilbab. Itu keren karena itu hip hop dan tetap menjadi warga Amerika. Hip hop sudah menjadi bagian dari dunia mereka yang mencintai tari," papar Amirah seperti dilansir dari Times of India. Baca cerita Amirah selengkapnya di sini.

(ays/ays)