ADVERTISEMENT

Sweet, Wanita Berhijab Diberi Bunga Saat Menunggu Kereta di Stasiun Kanada

Arina Yulistara - wolipop Kamis, 08 Des 2016 15:50 WIB
Foto: Facebook
Jakarta - Penyerangan atau sikap diskriminasi karena alasan kebencian terhadap wanita berhijab rupanya membuat sejumlah orang merasa empati. Kemudian beberapa dari mereka mencoba menyalurkan perasaan empatinya dengan berpartisipasi dalam acara hijab. Tidak hanya itu, ada cara lain untuk mendukung para wanita berhijab.

Salah satunya dilakukan oleh relawan-relawan wanita yang banyak berasal dari University of Alberta, Kanada. Perwakilan relawan dari universitas tersebut yang mengambil studi psikologi, Tehseenah Zahrah, berjalan ke sekitar stasiun untuk membagikan bunga.

Pada Rabu (7/12/2016), Zahrah berjalan keliling U of A LRT Station membawa bunga anyelir. Ia membagikan anyelir kepada wanita berhijab yang sedang menunggu kereta. Acara bagi-bagi bunga itu dimaksudkan untuk mendukung wanita berhijab agar tetap merasa aman dengan lingkungan sekitarnya.

"Saya senang saat memberikannya dan ini bagus. Ini benar-benar manis," kata Zahrah.

Bunga menjadi simbol cinta dari orang-orang sekitar. Ini juga dilakukan untuk menanggapi kejahatan rasial terhadap wanita berhijab yang terjadi di stasiun tersebut pada bulan lalu.

"Kita ingin memberikan pesan 'Ini untuk Anda' dan bisa berpikir positif. Saya berharap bahwa kita dapat membantu wanita berjilbab merasa aman seperti di kawasan Kanada lainnya," ujar seorang aktivis lain bernama Janelle Venne seperti dilansir dari Huffington Post.

Diceritakan oleh polisi Edmonton, pada awal November lalu seorang pria berusia '60-an berdiri di stasiun. Kemudian hadir dua orang wanita berhijab. Sang pria tiba-tiba mengeluarkan tali dari sakunya lalu menjerat salah seorang wanita berhijab. Ia mengatakan 'Ini untuk Anda' sambil menyanyikan lagu kebangsaan O Canada.

Melihat kejadian itu, wanita lainnya mengambil video dan merekamnya kemudian menyerahkan ke polisi. Kepolisian Edmonton pun kini sudah menangkap pelakunya.

Venne menambahkan, pembagian bunga kepada para wanita berhijab di stasiun diharapkan bisa membantu mendukung hijabers. Aksi ini dipandang positif oleh banyak orang. Bahkan ia dan timnya berhasil mendapatkan donasi sebesar US$ 500 atau sekitar Rp 6,6 jutaan dalam waktu 24 jam. Donasi digunakan untuk membeli bunga.

"Ini (bunga) hanya membutuhkan satu atau dua dollar dan Anda bisa melakukan sesuatu yang istimewa. US$ 10 dollar bisa memberikan 20 bunga dan 20 senyum mereka," paparnya.

Dana yang didapatkan tidak digunakan semua untuk membeli bunga tapi juga ada yang disumbangkan ke Alberta Muslim Public Affairs Council (AMPAC). Tujuannya memang hanya satu yakni membuat wanita berhijab merasa aman ketika berada di tempat umum.

"Mereka sudah ditargetkan begitu banyak setelah pemilu AS. Kami hanya ingin mereka merasa lebih baik saat ini, kalau masih banyak orang yang 'cinta' dengan mereka," ujarnya lagi.



(ays/ays)