Izinkan Polwan Berhijab, Kepolisian Skotlandia Ajak Hijabers Jadi Polisi

Arina Yulistara - wolipop Kamis, 16 Jun 2016 17:24 WIB
Foto: Ist. Foto: Ist.

Jakarta - Di beberapa negara, wanita berhijab masih tidak diizinkan untuk bekerja di kantor pemerintahan termasuk menjadi polisi. Di Skotlandia, akan ada peraturan baru di kepolisian dengan mengizinkan wanita berjilbab bertugas di 'lapangan'. Kepolisian Skotlandia dikabarkan berencana memasukkan hijab sebagai bagian dari seragam resmi polwan (polisi wanita).

Perencanaan hijab menjadi seragam resmi polisi Skotlandia masih diperbincangkan. Rencana tersebut diharapkan bisa meningkatkan jumlah wanita muslim yang bergabung ke dalam kepolisian Skotlandia.

Dilansir dari Herald Scotland, hanya 2,6% wanita Asia dan kulit hitam yang memasukkan aplikasi pendaftaran ke kepolisian Skotlandia. Sedangkan pihak kepolisian Skotlandia mengharapkan semakin banyak ras dan agama yang bergabung bersama mereka untuk menunjukkan keragaman.

"Polisi Skotlandia berkomitmen bekerja dengan masyarakat untuk mendorong kelompok-kelompok yang kurang terwakili di masyarakat bisa mempertimbangkan polisi sebagai karier mereka. Salah satunya dengan memasukkan jilbab sebagai seragam resmi. Ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa polisi mewakili masyarakat yang sangat beragam," papar Peter Blair selaku kepala menejemen pencarian sumber daya manusia dari kepolisian Skotlandia.

Pihak The Scottish Police Muslim Association menyatakan bahwa ide memasukkan hijab sebagai seragam resmi polwan Skotlandia merupakan langkah yang benar. Berdasarkan aturan saat ini, polwan Skotlandia yang ingin memakai jilbab selama bertugas perlu untuk meminta izin terlebih dahulu kepada atasan mereka.

Kepala Federasi Polisi Skotlandia Brian Docherty juga menyetujui ide tersebut. "Apa pun yang dapat membantu meningkatkan keragaman akan disambut dan saya tidak melihat ada yang bermasalah dengan peraturan itu," ujarnya. (aln/eny)