ADVERTISEMENT

Huruf Arab & Tulisan 'Typo' Hiasi Koleksi Abaya Terbaru Karya Vivi Zubedi

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 05 Apr 2016 17:33 WIB
Foto: Daniel Ngantung
Jakarta - Vivi Zubedi akhirnya meresmikan kehadiran lini abaya siap pakai (ready-to-wear) miliknya, Zubedi. Lewat label ini, Vivi menawarkan pilihan abaya yang modis sekaligus nyaman.

Acara berlangsung di Hijab Dept, FX Sudirman, Jakarta, Selasa (5/4/2016) siang, yang turut menandakan kehadiran Zubedi di butik yang khusus menjual busana muslim karya desainer lokal tersebut.

Diungkapkan Vivi, label abaya siap pakainya sebetulnya sudah eksis sejak 2011 dengan nama Vivi Subedi Basic. "Tapi baru sekarang ada kesempatan untuk meluncurkannya. Sekalian nama diganti supaya terlihat lebih fresh saja," kata desainer keturunan Irak-Yaman ini selepas peluncuran.

Kehadiran Zubedi melengkapi portofolio lini Vini. Selain Zubedi, ia juga fokus mengembangkan lini pertama sekaligus premiumnya yang diberi Vivi Zubedi. Lini ini menghadirkan pilihan koleksi abaya terbatas yang terbuat dari material premium dan handmade.

Adapun peresmian tersebut juga dibarengi dengan peluncuran koleksi abaya terbaru dari Zubedi. Pada koleksi teranyarnya, Vivi menghadirkan 14 pilihan abaya yang modis sekaligus nyaman tanpa meninggalkan pakem.

Di tangan Vivi, abaya tidak mengalami banyak modifikasi, misal dari segi siluet atau warna. Seperti terusan biasa, siluetnya tetap lurus dan longgar agar sesuai syar'i, yakni tidak mempertegas bentuk tubuh.

Warnanya pun diambil dari palet yang cenderung gelap dan kelam seperti abu-abu dan hitam dengan motif garis atau polos.
Vivi memang sebisa mungkin menghindari pemakaian warna terang seperti putih karena akan menerawang. "Pada dasarnya, Rasulullah melarang wanita memakai busana berwarna putih kecuali untuk kesempatan tertentu karena itu hanya boleh dipakai oleh pria," katanya.

Tapi, kesan modis dan kekinian Vivi hadirkan lewat hiasan berupa tulisan-tulisan unik di depan atau belakang busana yang dibuat dengan teknik digital print. Salah satu abaya tampil dengan tulisan salah ketik alias 'typo'. Ada pula tulisan Arab namun bukan ayat Alquran. Tapi tulisan yang berbunyi 'Makkah, Madinah, Jannah' lebih mendominasi.

"Itu adalah tiga kata favoritku karena menggambarkan kodratku sebagai seorang Muslimah. Mekah dan Madinah adalah tempat yang wajib dikunjungi ketika aku masih hidup di dunia. Sementara Jannah adalah tujuanku setelah mati," kata desainer yang berlatarbelakang pendidikan akuntansi itu.

Selain itu, hadir pula abaya dengan aksen tenun dan abaya yang dilengkapi penutup kepala seperti jaket. Tidak ketinggalan, pilihan mukena hitam juga ikut melengkapi koleksi tersebut.

Kenyamanan tetap mendapat perhatian dari desainer yang sempat memamerkan karyanya di London Fashion Week Februari lalu. Bahan katun dan jetblack pun dipilih sebagai material utama agar terasa abaya yang tertutup terasa nyaman dipakai di daerah tropis seperti Indonesia. Adapun Jetblack adalah bahan paling dasar yang jamak dipakai dalam pembuatan abaya di Arab dan Yaman.

Keunggulan lain dari koleksi abaya ini, satu ukuran bisa dipakai oleh wanita dengan tipe dan ukuran tubuh yang berbeda-beda. Desainer yang sempat belajar membaut pola secara privat itu membuat setiap abayanya dengan pola tertentu sehingga cocok untuk segala ukuran dan tipe tubuh.

"Jadi, wanita yang berbadan kecil tidak kelonggaran. Sementara wanita berbadan gemuk tidak kesempitan," terangnya.

Koleksi Zubedi tersedia di Hijab Dept dan HijUp.com mulai dari harga Rp 399.000. (dng/ays)