Oki Setiana Dewi Kesulitan Jadi Desainer Gaun Pengantin Syar'i

Arina Yulistara - wolipop Rabu, 30 Mar 2016 18:30 WIB
Foto: Gus Mun/detikHOT Foto: Gus Mun/detikHOT

Jakarta - Beberapa selebriti berhijab tertarik terjun menjadi desainer busana muslim. Kini tak hanya Zaskia Adya Mecca, Zaskia Sungkar, atau Risty Tagor saja yang menjadi perancang busana, Oki Setiana Dewi juga turut meramaikan industri fashion muslim.

Sudah sekitar dua tahun Oki mencoba menjadi desainer. Ibu dua anak itu awalnya merilis koleksi ready to wear sejak 2014. Di 2016, Oki merasa tertantang menjadi desainer busana pengantin syar'i.

Langkah awalnya menjadi perancang gaun pengantin muslim dimulai dengan merilis 35 baju pengantin syar'i. Koleksi gaun pengantin perdana wanita peraih penghargaan 'Aktris Pendatang Baru Terbaik' Indonesian Movie Awards 2010 itu telah dipamerkan dalam pagelaran tahunan Indonesia Fashion Week (IFW) 2016 yang berlangsung pada pertengahan Maret kemarin.

Koleksi gaun pengantin tersebut dibuat dalam waktu kurang lebih delapan bulan. Oki mengaku masih merasa kesulitan ketika mendesain gaun pengantin muslim. Kesulitan dialaminya dari awal merancang busana hingga sebelum fashion show.

"Kesulitan dari awal sampe akhir tuh ada, mulai dari mencari inspirasi sampai model pakai baju pasti menemukan kesuliutan. Oki masih banyak belajar, hal kecil misalnya penggunaan petticoat masih harus cari yang pas kadang kok sudah dipakai nggak cocok. Kemudian pemasangan detail itu kan uji coba terus karena aku baru kok, kadang juga rombak lagi dari awal. Banyak kesulitannya, apa yang Oki gambarkan kok kadang nggak sesuai ya, hal-hal seperti itu," jelas Oki saat diwawancarai Wolipop di Ruang Garuda, Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2016).

Menurut Oki, menjadi desainer ready to wear dan baju pengantin itu memiliki tantangan yang sangat berbeda. Bila merancang busana siap pakai maka potongannya hanya simpel dan longgar. Karena ia merilis busana muslim syar'i seperti gayanya sehari-hari, bintang film 'Ketika Cinta Bertasbih' itu tentu perlu memperhatikan desainnya agar tidak keluar dari kaidah agama.

Jika koleksi ready to wear dibentuk dalam busana yang simpel, berbeda dengan baju pengantin yang perlu memiliki sentuhan mewah layaknya busana pesta. Ia harus pintar berkreasi dalam merancang gaun pengantin syar'i tanpa harus keluar dari kaidahnya.

"Kalau ready to wear biasanya simpel saja yang bisa dipakai sehari-hari, paling kalau detail di bagian bawah atau pergelangan tangan saja. Kalau bagian dada sudah pasti tertutup kerudung jadi nggak perlu pakai detail. Beda dengan gaun pengantin yang bisa aneh-aneh dan harus lebih eksplor lagi desainnya," tambah pesinetron 'Anak-Anak Manusia' itu.

Wanita 27 tahun itu melanjutkan, perjalanannya menjadi desainer memang dimulai dari nol. Ia tidak mengerti bagaimana memilih bahan, bentuk jahitan yang bagus seperti apa, hingga detailnya harus bagaimana. Oki belajar secara perlahan dengan beberapa desainer senior untuk mendapatkan ilmu menjadi seorang perancang busana. Namun ia merasa belum puas hanya dengan belajar dari desainer senior saja, Oki juga berencana ingin mengambil pendidikan resmi di bidang fashion.

"Harus belajar yang lebih benar lagi di sebuah lembaga agar buat polanya lebih paham lagi. Belum tahu sih di mana masih searching tapi insya Allah sekolah mode karena sejauh ini Oki hanya panggil desainer senior saja ke rumah," ujarnya lagi.




(ays/ays)