6 Kesalahan Saat Mencuci Scarf yang Membuat Jilbab Cepat Rusak

Arina Yulistara - wolipop Kamis, 22 Okt 2015 16:03 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta -

Tak sedikit hijabers yang kurang memperhatikan cara mencuci scarf atau kerudungnya sehingga mudah rusak. Cara mencuci yang kurang tepat bisa menyebabkan warna kerudung pudar hingga benang terlepas dari tempatnya. Oleh sebab itu, perhatikan ketika mencuci kerudung Anda agar lebih awet. Berikut kesalahan saat mencuci scarf yang sering dilakukan hijabers.

1. Pakai Mesin Cuci
Ini menjadi kesalahan yang sering dilakukan hijabers karena malas mencucinya dengan tangan. Agar lebih mudah beberapa dari mereka memasukkannya ke dalam mesin cuci tanpa memperhatikan materialnya. Bila dimasukkan ke dalam mesin cuci bisa membuat warnanya lebih cepat pudar, berisiko benang rusak, dan kalau memiliki detail tentu juga dapat merusaknya. Bila Anda bersikeras untuk mencucinya menggunakan mesin lebih baik masukkan jilbab ke dalam kantong laundry atau sarung bantal terlebih dahulu sebelum dicuci.

2. Pakai Pemutih
Tidak seperti pakaian, material jilbab biasanya lebih ringan sehingga bila dituangkan pemutih bisa merusak warna dan seratnya. Pemutih pakaian harus dihindari saat mencuci scarf walaupun terkena noda. Jika scarf kotor karena terkena noda membandel, Anda bisa menggunakan cara yang alami. Salah satunya dengan menuangkan cuka ke dalam air cucian secukupnya untuk menghilangkan noda menguning. Anda juga bisa menggosok noda di atas scarf pakai irisan lemon atau baking soda.

3. Diperas Terlalu Keras
Banyak hijabers yang tanpa sadar melakukan hal ini saat mencuci jilbab. Mereka biasa memerasa pakaian dan tanpa sadar melakukan hal yang sama saat membersihkan scarf. Ingat, material scarf lebih ringan dari pakaian sehingga perlu berhati-hati ketika membersihkannya. Bila memerasnya terlalu keras bisa menyebabkan benang jilbab menjadi renggang atau berantakan terutama kalau materialnya sangat tipis. Sebagai solusi, gantung scarf yang Anda cuci menggunakan hanger dan peras dengan lembut.

4. Mencampur Semua Jilbab
Beberapa hijabers juga mencuci scarf dengan menggabungkan semua yang kotor ke dalam satu ember cucian. Hal itu bisa membuat jilbab Anda mudah rusak seperti benang tersangkut atau kelunturan. Anda harus memisahkan warna jilbab. Jika perlu, bagi menjadi tiga bagian, warna pastel, gelap, dan bercorak dengan nuansa yang bold. Pisahkan pula scarf yang Anda rasa bisa luntur, terutama bila masih baru dan belum pernah dicuci sebelumnya. Perhatikan pula materialnya, jilbab yang memiliki serat renggang dan mudah terlepas sebaiknya dipisahkan saja.

5. Asal Jemur
Tak sedikit wanita yang juga asal jemur setelah mencuci scarf sehingga berpengaruh terhadap warnanya. Oleh sebab itu, Anda harus memperhatikan tempat menjemurnya. Hindari menjemurnya langsung di bawah terik matahari. Anda lebih disarankan untuk mencari lokasi jemur yang teduh.

6. Asal Menyetrika
Ini juga yang kurang diperhatikan oleh hijabers setelah mencuci jilbab. Jangan asal menyetrika kerudung yang berisiko rusak seperti bolong karena setrika terlalu panas atau scarf kusut. Coba atur suhu alat setrika Anda serendah mungkin dan gosok pada sisi dalam kerudung agar bagian depannya tetap terlihat bagus. Perhatikan pula saat menyetrika jilbab bermaterial sutera sebaiknya menggosoknya saat scarf masih setengah kering. Suhu alat setrika ketika merapikan jilbab sutera juga harus rendah untuk menghindari permukaan scarf menempel pada alas setrika.

(aln/ami)