Meninggal di Usia 31, Ini Profil Hartini Chairudin Pemilik Brand Hijab Radwah

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 10 Apr 2021 19:00 WIB
Hartini Chairudin pemilik online shop Radwah meninggal dunia. Hartini Chairudin pemilik brand Radwah meninggal dunia di usia 31 tahun. Foto: Dok.Instagram @tiniew.
Jakarta -

Bagi kamu para hijabers, bisa jadi sudah tak asing dengan Radwah yaitu brand busana muslimah asal Bandung, Jawa Barat. Brand tersebut populer dengan berbagai produk busana muslim dan hijab dengan motif yang cantik. Akun Instagram Radwah sendiri memiliki lebih dari 1,2 juta pengikut. Sukses dengan online shop, Radwah pun memiliki toko offline di berbagai kota di Indonesia.

Tidak hanya di Tanah Air, Radwah juga sudah mendistribusikan produk-produknya ke hampir seluruh Indonesia bahkan sudah merambah ke Malaysia, Singapore, Hongkong hingga ke Qatar. Ialah Hartini Chairudin, pemilik brand Radwah yang sukses menarik perhatian wanita muslimah.

Hartini yang dikenal sebagai pengusaha hijab sukses di usia muda kini membuat kaget para penggemar brand Radwah. Melalui Instagram Story,akun @radwah menyampaikan bahwa pemilik Radwah Hartini Chairudin meninggal dunia.

"Telah berpulang ke Rahmatullah Hartini Chairudin Binti Chaidurin (owner Radwah). Semoga almarhumah wafat dalam keadaan husnul khotimah serta amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT," demikian kabar yang disampaikan brand Radwah.

Saat dikonfirmasi Wolipop, asisten Hartini Chairudin membenarkan tentang kabar kepergian wanita yang akrab disapa Tini itu. Hartini Chairudin meninggal di usia 31 tahun.

"Iya kak kabarnya benar, meninggalnya kemarin Jumat (9/4/2021) jam 18.25 wib. Mohon doanya ya kak dan juga dibukakan pintu maaf 🙏," ujar sang asisten yang bernama Ghaida Putri Hidayatul saat dihubungi Wolipop, Sabtu (10/4/2021).

Sebelumnya lewat akun Instagram pribadi Tini @tiniew, sang suami Dendy Chaniago membuat video permintaan maaaf kepada seluruh pengikut dan kerabat Tini. Dendy memohon doa karena sang istri tengah tidak sadarkan diri setelah menjalani operasi.

Kabar meninggalnya Tini ini membuat terkejut banyak pihak termasuk salah satu sahabatnya, Elsya Sandria. Ia mengaku terkejut dan sangat berduka saat mengetahui pemilik brand Radwah tersebut meninggal dunia.

Elsya mengetahui Tini jatuh sakit berdasarkan informasi dari asisten temannya tersebut. Sang asisten menyebutkan jika kondisi Tini drop pada 5 April 2021. "Drop dari hari Senin tanggal 5 April 2021, diinfoin asistennya katanya ada pendarahan di kepala," ujar Elsya yang dikenal sebagai MC itu saat dihubungi Wolipop.

Profil Hartini Chairudin, Pemilik Brand Hijab Radwah

Psikolog dan Youtuber Analisa Widyaningrum, pernah berbincang dengan wanita yang akrab disapa Hartini Chairudin atau Tini. Perbincangan itu diunggah sang psikolog Lewat akun YouTube Analisa Channel, melalui video berjudul "Dibalik brand hijab terlaris di Indonesia "Radwah"- Embrance your beauty and positivity."

Analisa Widyaningrum (kiri) dan Hartini Chairudin (kanan).Analisa Widyaningrum (kiri) dan Hartini Chairudin (kanan). Foto: Dok. tangkap layar akun Youtube Analisa Channel.

Dalam perbincangan dengan Analisa, Tini mengungkapkan awal mula brand Radwah yang ia bangun sejak awal semester kuliah. Dia saat itu ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara berjualan.

"Awal-awal kuliah semester awal. The power of butuh Ana, jadi saya terlahir anak tunggal dari kelas 3 SD papa sudah tidak ada karena sakit. Ibu saya nggak terlalu muda saat itu, ibu saya menjadi sektertaris ayah saya. Punya anak yaitu saya, kemudian setelah papa sudah tidak ada, otomatis ibu saya bingung mau kerja apa. Dia hanya pegang ijazah D3 dan usianya sudah tua. Jadi apa saja dikerjain," ungkap Tini.

Ibu Tini berusaha mencukupi kebutuhan sehari-hari dan membentuk Tini menjadi sosok wanita yang mandiri, tidak patah semangat dan pekerjaan apapun dikerjakan oleh sang ibu. Beruntung, kakak sang ibu juga membantu dari belakang untuk kehidupan Tini dan ibunya.

"Dari kelas 3 SMP, ibu saya mulai tidak sanggup untuk membiayai saya sekolah. Saya kan lahirnya di Jakarta dan sekolah di Jakarta. Ibu saya sudah umur 35 tahun ke atas melahirkan saya. Akhirnya ditawarkan oleh kakaknya ibu saya untuk melanjutkan sekolah SMA di Bandung. Ibunya hijrah ke Makassar untuk menjalani usaha catering keluarga. Saya dibawa ke Bandung," kenang Tini.

Hartini Chairudin atau Tini merasakan perjuangan hidup yang begitu luar biasa sejak remaja. Dia harus bisa hidup mandiri karena keadaannya.

"Saya dulu sengsara, kekurangan dari semuaya itu saya tidak pernah menyesal, tidak pernah marah. Justru dari semuanya itu ada hikmahnya yang membuat saya lebih tough, semangat untuk bekerja, percaya diri dan tidak gampang putus asa," tuturnya dengan suara yang bergetar.

Masa SMA, ia melihat anak seusianya yang sudah dimanjakan oleh kedua orangtuanya. Namun Tini tak merasa kecil hati. Dia mencoba berjualan pulsa dan berbagai macam barang. Dia pun mendapatkan uang jajan dan dibiayai oleh saudaranya.

Analisa Widyaningrum (kiri) dan Hartini Chairudin (kanan).Analisa Widyaningrum (kiri) dan Hartini Chairudin (kanan). Foto: Dok. tangkap layar akun Youtube Analisa Channel.

Strategi Hartini Chairudin Membangun Radwah

Almarhumah Tini yang meninggal dunia dalam usia 31 tahun itu pernah mengatakan kepada Analisa Widyaningrum kunci suksesnya mendirikan brand Radwah adalah tidak gampang putus asa. Baginya semua yang dijalani harus disyukuri.

"Sampai saat ini saya masih memegang prinsip jika saya mencari uang bukan hanya untuk saya besok beli ini itu. Bagaimana caranya saya bisa membantu orang sekeliling saya dan masjid di sekeliling saya itu saja. Saya lebih sedih orang yang saya ngggak bisa bantu, itu saya sedih," tuturnya sambil meneteskan air mata.

Tini merasakan bahagia ketika bisa membagikan kebahagiaan dengan orang lain. "Jujur yang membuat saya harus semangat itu dan pintar cari rezeki adalah saya ingin menarik ibu saya yang dari Makassar harus pindah ke Bandung. Waktu itu ketika saya sudah membeli rumah di Bandung," katanya.

Saat itu Hartini Chairudin sudah bisa memberangkatkan haji sang ibunda tercinta. Sang ibu tak mengetahui proses ia berjualan. Tini sudah bisa mandiri secara finansial dan kuliah tanpa meminta kepada saudaranya.

"Saya sempat mengorbankan waktu selama selama satu tahun tidak kuliah. Saya bekerja terus dan kumpulkan uang. Saya mencari tempat kuliah yang bayarnya bisa dicicil. Cita-cita saya kepengen jadi banker," ucapnya.

Kini pengusaha hijab muda inspiratif itu sudah kembali ke pangkuanNya setelah bisa mencapai mimpinya membahagiakan ibunya. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun.

Analisa Widyaningrum (kiri) dan Hartini Chairudin (kanan).Analisa Widyaningrum (kiri) dan Hartini Chairudin (kanan). Foto: Dok. tangkap layar akun Youtube Analisa Channel.
(gaf/eny)