Kisah Pilu Dini yang Wajahnya Terbakar, Ditolak Masuk Sekolah dan Dibully

Gresnia Arela Febriani - wolipop Jumat, 03 Jul 2020 16:49 WIB
dini setia Foto Dini Setia. Foto: instagram @dini_setiaa.
Bandung -

Dini Setia sempat menarik atensi pada 2006 ketika kisahnya sebagai remaja dengan wajah luka bakar viral. Dini harus melakukan operasi face off atau rekonstuksi wajah dengan biaya yang sangat besar untuk memperbaiki wajahnya yang rusak.

Dini mengalami luka bakar pada 1995 saat usianya baru tiga tahun. Saat itu, ibunda Dini, Lilis Siti Maesaroh, hendak menyalakan lampu lentera atau dikenal juga dengan lampu kapal. Tanpa disangka, lampu yang berisi minyak tanah itu meledak. Lalu api beserta minyak panas itu menyambar tubuh Lilis dan kedua anaknya, Jajang Sudrajat serta Dini.

Sebelum menjalani operasi face off pada 2006, cobaan hidup Dini tak berhenti. Wanita kelahiran 1993 itu mengaku tidak pernah mengenyam bangku sekolah karena kerap mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan ketika wajahnya belum direkonstruksi.

[Gambas:Instagram]


"Aku nggak pernah sekolah. Aku pernah mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan. Karena kondisiku yang pernah ditolak untuk sekolah. Dan sampai akhirnya aku tidak pernah sekolah. Di bully sama teman-teman sebaya," kisahnya.

Dini juga pernah mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari orangtua teman-temannya. Mereka melarang sang anak bermain dengannya.

"Dan juga beberapa orang di lingkunganku yang bersikap kurang ramah. Tapi itu dulu. Setelah aku selesai operasi pada 2006, sejak saat itu sudah tidak pernah lagi mendapatkan perlakuan buruk dari lingkungan," tuturnya.

dini setiaDini Setia bersama teman-temannya. Foto: instagram @dini_setiaa.


Kini sudah menjalani hidupnya dengan normal setelah beberapakali menjalani operasi face off atau rekonstruksi wajah. Dini merintis usaha online hasil kerajinan tangannya.

"Sebelum psbb, aku punya usaha Craft, namanya Instagramnya @setiacraft.id. Aku juga punya kelompok usaha membuat kain motif shibori. Selain itu aku juga usaha berjualan madu juga lewat Instagramku @dini_setiaa," katanya.

Sebelumnya pada 2012, Dini juga mencoba berbisnis dengan menjadi reseller. Sayang pada saat itu bisnisnya tidak berhasil. Hingga pada 2018 dia mencoba membuat kerajinan tangan dan beberapa temannya menyarankan dia menjualnya.

dini setia Foto: instagram @dini_setiaa.



"Sejak saat itu fokus dengan usaha craft. Selain jual online aku jual di acara wisuda-wisuda, bazar dan pameran. Produk yang aku jual ada buket bunga, bros dan bando. Setia craft semua aku yang mengerjakan. Dan pada 2019 aku mulai usaha baru bersama kelompok usaha membuat kain motif shibori. Kami membuat dan menjual bersama-sama. Ada kaus, kerudung, syal dan motif shibori. Shibori yang kita buat punya kelebihan khusus yaitu menggunakan pewarna alam dan aku juga berjualan madu. Alhamdulillah semuanya berjalan," jelas wanita yang menjual berbagai produk kerajinan tangannya di akun Instagram @dini_setiaa.

Dini yang kini hidup dengan wajah hasil face off mencoba terus bersyukur dengan apa yang terjadi dalam kehidupannya. "Menjadi pribadi yang ingat rasa syukur ketika kita insecure. Menjadi cantik dengan cara kita mensyukuri atas ketetapan yang sudah Allah SWT anugerahkan kepada kita," pungkasnya.



Simak Video "Kreasi Jam Tangan Semen dari Pengrajin Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)