Video: Kisah Sukses 3 Kakak Beradik Bisnis Hijab Syar'i di Indonesia

Arina Yulistara - wolipop Kamis, 15 Jun 2017 17:49 WIB
Foto: Dok. 20detik
Jakarta - Banyak muslimah yang sukses dengan berbisnis hijab. Kali ini kisah datang dari tiga kakak beradik putri desainer kondang Merry Pramono yakni Siriz, Senaz, dan Sansa. Mereka sukses berbisnis hijab syar'i dengan labelnya Si.Se.Sa. Eksklusif kepada Wolipop, ketiganya menceritakan awal mulai berbisnis hingga kini sudah punya tiga cabang selain Jakarta yakni di Surabaya, Medan, dan Makassar.

Sebelum terjun ke bisnis hijab, Siriz sebagai kakak pertama menjelaskan kalau mereka memulainya karena setelah menikah ketiganya tak diizinkan bekerja kantoran oleh suami. Maka dari itu mereka ingin mencari kegiatan lain. Melihat kegiatan sang ibunda yang merupakan seorang perancang busana muslim, ketiganya pun ingin mengikuti jejak Merry Pramono. Dengan bantuan sang ibunda, tercetuslah label hijab Si.Se.Sa yang diambil dari nama depan masing-masing.

"Kenapa Si.Se.Sa karena memang mama Merry Pramono kita apa nih, akhirnya berunding sekeluarga. Kita putuskan pakai nama kita, tadinya sempat nama-nama Islam tapi setelah banyak perdebatan, kita pilih pakai nama kita. Warna logonya juga beda-beda disesuaikan dengan baju pernikahan kita," ujar Senaz saat berbincang dengan Wolipop beberapa waktu lalu di butik Si.Se.Sa, Prapanca, Jakarta Selatan.



Awal mulai bisnis hijab tentu tidak langsung syar'i diakui Senaz tapi pilih jualan jilbab konvensional. Mereka mengawali bisnisnya di 2011 dengan numpang jualan di butik ibunya serta melalui online. Terbiasa dengan aktivitas sang ibunda yang memang seorang desainer, mereka sudah mengerti dan memiliki ketertarikan di dunia fashion sejak kecil sehingga tak mengalami kesulitan yang signifikan.

Baru di 2013, mereka memutuskan untuk berpakaian syar'i. Ternyata setelah tampil syar'i, baik Siriz, Senaz, maupun Sansa merasa tidak nyaman mendesain busana konvensional. Kemudian mereka kembali berdiskusi sebelum akhirnya memutuskan untuk mencoba mengeluarkan koleksi busana syar'i.
Video: Kisah Sukses 3 Kakak Beradik Bisnis Hijab Syar'i di IndonesiaKakak beradik sukses bisnis busana hijab syar'i. Foto: Dok. 20detik

Tak disangka, feed back yang didapatkan melebih harapan ketiganya. Pertama mencoba menampilkan koleksi syar'i sambil berjualan di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2013, rancangan dari Si.Se.Sa yang syar'i langsung laris di pasaran. Sejak saat itulah, mereka memutuskan untuk fokus ke busana syar'i.

"Fokus di syar'i karena kalau mendesain busana konvensional kayaknya dalam hati juga nggak cocok. Kita desain yang kita pakai saja. Dari situ malah semakin disukai customer ya. Mereka baru tahu ternyata syar'i juga bisa dipakai anak muda dengan warna pastel. Waktu 2013 kita ikut IFW pertama kali launching syar'i kita bikin khimar desain pertama laris banget," cerita Senaz.

Ya, sampai saat ini khimar menjadi produk andalan dari Si.Se.Sa. Sansa menjelaskan kalau khimar mereka disukai terutama karena keunggulan pet (bantalan busa) yang tipis dan sesuai dengan semua bentuk wajah. Hal ini sudah dibuktikan lewat trial and error yang dilakukan ketiga kakak beradik tersebut.

"Kenapa Si.Se.Sa bisa besar karena memang dari khimarnya, banyak yang mengakui pipinya tembem jadi nggak chubby pakai khimar Si.Se.Sa. Kita gimana mendesainnya juga bagaimana supaya khimarnya nggak membosankan, dalam satu bulan bisa mengeluarkan lima model khimar dengan berbagai warna. Khimarnya juga sudah lewat trial and error dulu sekitar sebulan sampai dua bulan lewat wajah kita. Kayak Mba Siriz kan wajahnya lancip, aku tembem, Kak Senaz paling tirus, mama juga chubby, kita merasa kalau kita cocok mungkin orang Indonesia rata-rata kayak kita," tambah Sansa.
Video: Kisah Sukses 3 Kakak Beradik Bisnis Hijab Syar'i di IndonesiaKakak beradik sukses bisnis busana hijab syar'i. Foto: Dok. 20detik

Kesuksesan Si.Se.Sa tidak hanya lewat bertambahnya cabang butik di tiga kota selain Jakarta tapi juga jumlah produksinya. Label Si.Se.Sa pun memiliki tiga lini di bawahnya ada Si.Se.Sa Blue untuk busana kasual, Si.Se.Sa Orange yang lebih semi formal, dan Si.Se.Sa Violet yang glamour.

Si.Se.Sa juga selalu menggelar pagelaran tunggal setiap tahun sejak meluncurkan koleksi syar'i di 2013. Tak hanya itu, mereka juga sudah bekerjasama dengan perusahaan Swarovski untuk memberikan kesan elegan pada koleksi Si.Se.Sa.

Saat ditanya bagaimana dengan penghasilan sekarang, ketiganya tidak berbicara soal angka. Namun mereka mengatakan penghasilan yang didapatkan mengalami peningkatan tiga kali lipat dari sejak launching syar'i di 2013.

"Kalau untuk pendapatan alhamdulillah dari 2013 mengalami peningkatan tiga, dilihat dari produksi kita mulai dari 1000 sekarang enam ribu secara berkala naiknya. Itu pun cuma khimar belum dress-nya. Pangsa syari benar-benar banyak di Indonesia. Bisa dilihat dari permintaan luar kota, kita buka butik Surabaya, Medan, Makassar," jelas Senaz.

Untuk harga sendiri, ketiga kakak beradik ini menyesuaikan dengan kategorinya, apakah masuk Si.Se.Sa Blue, Orange, atau Violet. Harganya sangat variatif seperti Si.Se.Sa Blue di bawah Rp 2 juta, Si.Se.Sa Orange berkisar antara Rp 2 juta sampai Rp 4 juta, dan Si.Se.Sa Violet di atas Rp 4 juta karena memiliki detail yang mewah dengan taburan kristal Swarovski di atasnya. Hadir pula lini baru Si.Se.Sa untuk anak-anak bernama Ti.Te.Ta yang harganya mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 jutaan.

Melihat kesuksesan Si.Se.Sa kini, sebagai ibu Merry Pramono mengaku bangga dan senang. Ia berharap ketiga putrinya bisa terus fokus berkarier di industri fashion tanpa melupakan keluarga.

"Saya sangat bahagia dan bangga. Saya sangat apresiasi sekali. Alhamdulillah semoga mereka terus fokus dan tetap mengutamakan keluarga. Di samping itu saya juga niatnya syiar dalam busana muslim terutama busana syariah," harap Merry. (aln/hst)