Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral 'BBL Smell', Operasi Pembesaran Bokong Bisa Timbulkan Bau Tak Sedap

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Jumat, 28 Agu 2026 08:31 WIB
...
Ilustrasi pantat
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Brazilian butt lift (BBL) atau operasi pembesaran bokong jadi pilihan sejumlah wanita untuk mendapatkan bentuk tubuh seksi. Operasi ini dilakukan dengan memindahkan lemak dari bagian tubuh tertentu ke area bokong agar bentuknya terlihat lebih berisi.

BBL termasuk prosedur dengan risiko tinggi dan efek samping serius. Mulai dari risiko infeksi hingga komplikasi yang bisa mengancam nyawa.

Ada pula efek samping yang terdengar cukup aneh dan tak banyak diketahui kalangan awam. Pascaoeprasi, bokong bisa mengeluarkan bau tak sedap atau yang dikenal sebagai 'BBL smell'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BBL smell itu nyata," ujar Dr. Eric Anderson dari Impressions Face + Body di Chicago, seperti dikutip dari New York Post.

Bau tersebut biasanya digambarkan seperti aroma apek atau asam. Menurut South Shore Plastic Surgery, kondisi ini biasanya lebih terasa setelah seseorang berkeringat atau duduk dalam waktu lama.

ADVERTISEMENT

Selain faktor kebersihan, bau tak sedap juga bisa menjadi tanda adanya komplikasi setelah prosedur, termasuk nekrosis lemak, yaitu kondisi ketika jaringan lemak yang ditransfer ke bokong mengalami kematian.

Lemak yang Mati Bisa Menimbulkan Bau

Menurut Dr. Eric, salah satu penyebab nekrosis lemak adalah ketika terlalu banyak lemak dimasukkan ke area bokong selama prosedur. Jika jumlah lemak melebihi kemampuan pasokan darah untuk menyuplai jaringan tersebut, sebagian lemak bisa kekurangan darah dan akhirnya mati.

"Lemak bisa mati melalui proses yang menimbulkan bau yang disebut nekrosis lemak. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi yang membutuhkan antibiotik, perawatan di rumah sakit, bahkan sepsis," jelasnya.

Oleh karena itu, bau yang muncul setelah BBL tidak selalu bisa dianggap sebagai efek samping biasa. Jika disertai gejala lain atau terasa semakin parah, kondisi tersebut perlu diperiksakan ke dokter.

Penyebab lainnya karena masalah kebersihan. Umumnya pasien BBL kesulitan membersihkan area bokong setelah menjalani operasi, karena perubahan bentuk dan volume bokong yang lebih besar.

Jika masih ada sisa feses atau urine yang menempel pada kulit, bakteri dapat berkembang dan menyebabkan bau tidak sedap. South Shore Plastic Surgery menyebut keringat dan kebiasaan duduk dalam waktu lama juga dapat memperburuk masalah tersebut.

Untuk menjaga kebersihan, Cevre Hospital menyarankan pasien BBL menggunakan tisu basah tanpa pewangi yang lembut atau bidet setelah menggunakan toilet. Namun, perawatan setelah operasi tetap harus mengikuti instruksi dokter, terutama selama masa pemulihan.

(hst/hst)
...
Hide Ads