Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Tren Diet Campur Teh & Obat Pencahar Demi Turun 4 Kg Dalam 2 Hari

Vina Oktiani - wolipop
Senin, 27 Jul 2026 05:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi diet
Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH
Jakarta -

Banyak orang tergoda mencoba cara instan demi menurunkan berat badan, apalagi jika sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, tidak semua tren diet aman untuk diikuti. Belakangan ini, sebuah metode diet ekstrem yang viral di China justru membuat banyak orang dilarikan ke rumah sakit.

Melansir SCMP, tren tersebut dilakukan dengan mencampurkan cairan enema gliserin, obat pencahar yang seharusnya hanya digunakan melalui dubur, ke dalam minuman teh tanpa gula. Setelah dicampur, minuman itu dikocok lalu diminum dengan harapan bisa menurunkan berat badan hingga 4 kilogram hanya dalam waktu dua hari.

Metode ini menjadi viral setelah sejumlah kreator konten membagikan pengalaman mereka yang mengaku berat badannya turun drastis. Penurunan berat badan tersebut terjadi karena mereka lebih sering buang air besar setelah mengonsumsi campuran tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, banyak orang yang ikut mencobanya justru mengalami gangguan kesehatan. Seorang perempuan bermarga Ma mengaku sempat merasakan rasa manis dari campuran itu. Namun sekitar 30 menit kemudian, ia mulai merasakan sakit yang cukup parah.

Ia mencoba meredakan keluhan dengan minum air hangat, tetapi kondisinya justru semakin memburuk. Dalam beberapa jam berikutnya, ia mengalami diare dan muntah berulang. Bahkan, ia harus bolak-balik ke toilet hampir setiap satu jam hingga tidak bisa tidur semalaman.

ADVERTISEMENT

Sebuah rumah sakit di Provinsi Henan, China, mengungkapkan bahwa mereka menerima banyak pasien gawat darurat akibat mengikuti tren diet tersebut. Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa teh tanpa gula mengandung senyawa seperti teofilin, polifenol, dan tanin yang pada sebagian orang dapat memicu sakit perut maupun diare, terutama jika diminum saat perut kosong.

Ketika teh itu dicampur dengan enema gliserin, efek pencaharnya menjadi jauh lebih kuat sehingga memberikan tekanan besar pada sistem pencernaan. Rumah sakit juga menegaskan bahwa enema gliserin hanya diperuntukkan sebagai obat luar dan tidak boleh diminum dalam kondisi apa pun.

Ahli gizi Sun Hailan dari Chongqing Women's and Children's Hospital menjelaskan bahwa mengonsumsi enema gliserin melalui mulut dapat menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit hingga merusak lapisan usus.

Menurutnya, penurunan berat badan yang terjadi bukan berasal dari pembakaran lemak, melainkan karena tubuh kehilangan banyak cairan dan mengeluarkan sisa kotoran di usus. Setelah tubuh kembali terhidrasi, berat badan pun akan naik lagi sehingga cara ini tidak memberikan manfaat nyata untuk menurunkan lemak tubuh.

Kasus diet ekstrem memang beberapa kali menjadi sorotan di China. Sebelumnya, seorang perempuan berusia 25 tahun dilaporkan mengalami pankreatitis akut setelah menjalani pola makan ekstrem, yaitu makan dalam jumlah sangat banyak hanya satu hari setiap minggu, lalu hampir tidak makan sama sekali selama enam hari berikutnya.

Para dokter mengingatkan bahwa cara paling aman untuk menurunkan berat badan tetap melalui pola makan bergizi seimbang, menjaga defisit kalori secara sehat, serta rutin berolahraga. Metode instan yang belum terbukti aman justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan yang jauh lebih serius.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads