Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Miliarder Terobsesi Awet Muda Sebut Manusia Bisa Hidup Selamanya, Jelaskan Alasannya

Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 26 Jun 2026 13:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Bryan Johnson
Bryan Johnson Foto: dok. Instagram @bryanjohnson_
Jakarta -

Miliarder sekaligus biohacker viral, Bryan Johnson, kembali mengundang perdebatan setelah menyatakan bahwa suatu hari nanti sebagian manusia bisa hidup selamanya. Menurutnya, kemajuan bioteknologi dan kecerdasan buatan (AI) akan mengubah cara manusia menghadapi penuaan.

Dalam unggahan saat mengumumkan perusahaannya berganti nama menjadi Immortals, Johnson mengatakan manusia sedang menuju masa ketika harapan hidup dapat bertambah lebih cepat daripada proses penuaan.

"Sebagian dari kita akan hidup selamanya," tulis Johnson.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria 48 tahun itu mengakui gagasan itu terdengar radikal, tetapi yakin hal tersebut didukung oleh perkembangan sains yang mulai terlihat saat ini. Johnson menyebut ada tiga alasan utama.

Pertama, keabadian sudah ada di alam. Ia mencontohkan embrio yang mengatur ulang usia biologis menjadi nol saat terbentuk, serta immortal jellyfish, spesies ubur-ubur yang mampu kembali ke fase muda dan mengulang siklus hidupnya.

ADVERTISEMENT
Bryan JohnsonBryan Johnson Foto: dok. Instagram

Alasan kedua adalah pesatnya perkembangan AI. Menurut pria yang terobsesi awet muda itu, teknologi seperti AlphaFold2 buatan DeepMind telah membantu memecahkan persoalan besar dalam biologi dan diyakini dapat mempercepat penemuan terkait penuaan, penyakit, hingga umur panjang.

Ketiga, ia menilai sudah ada contoh nyata manfaat AI di dunia medis. Johnson menyoroti kisah pasien kanker tulang Sid Sijbrandij yang memanfaatkan terapi berbasis AI, serta pemilik anjing asal Australia yang mengembangkan vaksin mRNA khusus untuk mengatasi tumor hewan peliharaannya.

Meski begitu, gagasan bahwa manusia bisa hidup selamanya masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang memastikan manusia dapat mencapai keabadian biologis.
Johnson kemudian menutup pesannya dengan kalimat sederhana.

"Jangan mati dulu untuk sementara waktu," merujuk pada harapannya agar manusia bisa bertahan hidup hingga teknologi tersebut benar-benar terwujud.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads