Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tak Cuma Faktor Usia, Ini 3 Kebiasaan yang Bikin Payudara Cepat Kendur

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 22 Jun 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Young Asian woman standing in front of bathroom mirror while doing breast self-examination. Copy space.
Foto: Getty Images/Drazen Zigic
Jakarta -

Bentuk payudara wanita akan berubah seiring bertambahnya usia. Namun, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang bisa membuat payudara lebih cepat kendur.

Dalam dunia medis, kondisi payudara kendur dikenal sebagai ptosis. Menurut ahli bedah plastik, Dr. Rachel Ford, proses ini terjadi karena jaringan penyangga payudara secara alami melemah seiring waktu.

"Payudara kendur atau ptosis terjadi seiring bertambahnya usia karena jaringan ikat tidak lagi sekuat saat kita masih muda," ujar Dr. Rachel, seperti dikutip dari New York Post.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa ligamen di dalam payudara yang disebut ligamen Cooper juga akan melemah dan memanjang seiring bertambahnya usia. Karena posisinya yang menonjol keluar dari tubuh, payudara menjadi salah satu bagian tubuh yang paling rentan mengalami perubahan bentuk. Rachel juga meluruskan anggapan bahwa menyusui adalah penyebab utama payudara kendur.

"Faktanya, biasanya kehamilan itu sendiri yang lebih berkontribusi terhadap perubahan ini," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, perubahan hormon selama kehamilan, perubahan ukuran payudara, hingga proses penyusutan jaringan payudara setelah melahirkan dapat memicu kekenduran, terlepas dari apakah seorang wanita menyusui atau tidak.

"Sebagian perubahan pada payudara memang tidak bisa dihindari dan akan tetap terjadi apa pun yang kita lakukan," katanya.

Meski begitu, ada beberapa faktor yang masih bisa dikendalikan untuk membantu menjaga bentuk payudara lebih lama. Hindari tiga kebiasaan ini yang membuat payudara cepat kendur.

1. Berat Badan Naik-Turun Drastis

Perubahan berat badan yang signifikan, baik naik maupun turun, dapat memengaruhi bentuk payudara. Menurut Rachel, payudara yang lebih besar cenderung lebih berat sehingga secara alami posisinya lebih rendah di dada.

Namun, setelah berat badan turun, kulit yang sebelumnya meregang belum tentu kembali seperti semula.

"Bahkan setelah berat badan turun, kulit berlebih bisa tetap ada akibat peningkatan volume sebelumnya," terang dokter yang berpraktik di Renuance Cosmetic Surgery & MedSpa, New York, AS, ini.

Akibatnya, jaringan payudara yang sama harus ditopang oleh kulit yang lebih longgar sehingga lama-kelamaan terlihat semakin turun. Rachel juga membantah anggapan bahwa payudara kecil tidak bisa kendur.

"Ptosis berat memang lebih jarang terjadi pada payudara kecil karena bobotnya lebih ringan, tetapi tetap bisa terjadi. Jika ada kulit berlebih, gravitasi yang sangat berperan di sini," ujarnya.

2. Merokok dan Penggunaan Produk Nikotin

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari kanker hingga penyakit jantung. Dampak buruknya ternyata juga bisa terlihat pada penampilan payudara.

Rachel menyarankan untuk menghindari semua bentuk nikotin, termasuk rokok elektronik dan vape.

rear view of a woman unhooking her braFoto: Thinkstock

"Nikotin secara signifikan mempercepat proses penuaan jaringan tubuh, belum lagi berbagai dampak buruk lainnya terhadap kesehatan secara keseluruhan," katanya.

Dia menambahkan bahwa perubahan jaringan yang biasanya terjadi secara bertahap akan berlangsung lebih cepat ketika tubuh terus-menerus terpapar nikotin.

"Semua perubahan pada jaringan tubuh pada dasarnya dipercepat ketika nikotin terlibat," tambah Rachel.

3. Tidak Memakai Penopang Payudara dengan Tepat

Banyak wanita merasa lega saat melepas bra setelah seharian beraktivitas. Namun, menurut Rachel, penggunaan bra yang tepat tetap penting, terutama bagi pemilik payudara besar dan saat berolahraga.

"Dukungan dari bra sangat penting, terutama untuk wanita dengan payudara lebih besar serta saat melakukan olahraga atau aktivitas berdampak tinggi," ujarnya.

Saat berolahraga, gerakan payudara yang berulang tanpa penopang memadai dapat memberikan tekanan tambahan pada ligamen dan jaringan penyangga payudara. Karena itu, ia menyarankan memilih bra olahraga dengan daya topang yang baik.

"Carilah sports bra dengan kualitas yang baik," katanya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads