Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Apa Itu Stacked Water? Tren Minum Air Putih Viral yang Diklaim Lebih Sehat

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Jumat, 19 Jun 2026 10:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Stacked Water, Minum Air Putih Viral
Foto: Dok. TikTok itsjeffreyshouse
Jakarta -

Stacked water, tren mencampurkan air putih dengan berbagai suplemen, sedang viral di media sosial. Tujuannya adalah membuat kebiasaan minum air menjadi lebih menyenangkan sekaligus dianggap lebih sehat.

Tren ini dipopulerkan oleh Jeffrey Ma, seorang food scientist sekaligus konten kreator. "Kalau bisa membuat hidrasi dan mengonsumsi suplemen lebih mudah dan asik, mengapa harus puas dengan hidrasi biasa?" ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara membuat stacked water cukup sederhana, yaitu dengan mencampurkan air putih ke dalam gelas atau tumbler bersama vitamin, mineral, atau suplemen lain seperti kolagen, kreatin, elektrolit, spirulina, hingga air kelapa. Sebagian orang juga menambahkan potongan buah, soda, dan daun mint.

Namun, apakah stacked water benar-benar lebih baik daripada air putih biasa?

"Kalau sekedar hidrasi, minum air putih biasa saja sudah lebih dari cukup," kata Dr. Lohitaksha H. Suratkal, ahli nefrologi senior di Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Lilavati, Mumbai, seperti dikutip dari Vogue Arabia.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, tren kesehatan memang selalu datang dan pergi. Meski demikian, stacked water mungkin bermanfaat dalam kondisi tertentu, misalnya pada orang yang rutin berolahraga dengan intensitas tinggi.

"Orang yang berolahraga dengan intensitas tinggi biasanya butuh elektrolit," ujarnya.

Closeup Glass of water on table nature backgroundIlustrasi air putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/MonthiraYodtiwong

Sebagai dokter spesialis ginjal, Dr. Lohitaksha juga menyarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menambahkan berbagai suplemen ke dalam air minum. Sebab, beberapa bahan tambahan dapat menyebabkan asupan kalori, garam, atau nutrisi tertentu menjadi berlebihan.

Bahan seperti elektrolit, kreatin, dan probiotik memang memiliki dasar ilmiah yang cukup kuat. Namun, berbeda dengan konsep stacked water itu sendiri. Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa stacked water lebih baik daripada air putih biasa. Manfaatnya bergantung pada jenis bahan yang ditambahkan, jumlahnya, serta kebutuhan masing-masing individu.

Bagaimana manfaat stacked water untuk kulit?

Dokter kulit estetika sekaligus pendiri Yavana Skin & Hair Clinic, Dr. Madhuri Agarwal, menjelaskan bahwa suplemen yang ditambahkan ke dalam air putih tidak memberikan efek signifikan pada kulit. Dibandingkan bahan tambahan tersebut, manfaat terbesar justru berasal dari kebiasaan minum air putih yang cukup setiap hari.

"Pasien saya kebanyakan tidak minum air putih dengan baik," ujar Dr. Agarwal. Ia menambahkan bahwa energi, metabolisme, dan kondisi kulit pasiennya cenderung membaik setelah rutin minum air putih, menjaga pola makan, dan berolahraga.

Suplemen populer dalam stacked water, seperti klorofil yang diklaim dapat membuat kulit lebih bercahaya, juga belum terbukti secara ilmiah. "Tidak ada studi klinis atau penelitian yang mendukung bahwa minum air campur suplemen bisa memperbaiki kondisi kulit," tegas Dr. Agarwal.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads