Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tren 'Anxiety Bag' Viral di Gen Z, Cara Generasi Muda Atasi Kecemasan

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 13 Apr 2026 11:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Makeup pouch
Makeup pouch Foto: Getty Images/szakalikus
Jakarta -

Geni Z kini semakin akrab dengan kecemasan. Berbagai survei menunjukkan tingkat anxiety di kalangan usia muda terus meningkat, bahkan banyak yang mengalami serangan panik secara rutin. Di tengah kondisi ini, muncul cara sederhana yang viral di media sosial yakni 'anxiety bag" atau tas kecil berisi alat bantu untuk menenangkan diri saat cemas datang tiba-tiba.

Meski banyak orang mengandalkan terapi bicara dan obat-obatan, cara tersebut tidak selalu efektif dalam situasi mendadak. Saat serangan panik muncul, dibutuhkan solusi yang cepat, praktis, dan bisa langsung digunakan.

"Hal seperti mindfulness itu bagus, tapi kamu harus ingat untuk melakukannya. Saat berada di lingkungan yang penuh stimulasi, kamu belum tentu bisa mengingat teknik-teknik itu." kata Dr. Kyra Bobinet, dokter dan ahli neuroscience, seperti dikutip New York Post.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Anxiety Bag?

Disebut juga panic pouch atau calm-down kit, anxiety bag adalah tas kecil berisi alat bantu sederhana untuk menenangkan diri saat cemas atau panik. Tren ini semakin populer di kalangan Gen Z, terutama perempuan.
Alasannya cukup jelas. Dalam survei terhadap hampir 1.000 orang usia 18-26 tahun, sebanyak 61% mengaku memiliki gangguan kecemasan yang terdiagnosis, dan 43% mengalami serangan panik setidaknya sebulan sekali.

Di sinilah anxiety bag berperan. Menurut Bobinet, menyimpan alat bantu regulasi diri dalam jangkauan saat stres tinggi adalah ide yang jenius.

ADVERTISEMENT

"Ini cara untuk mengalihkan dan menenangkan. Menciptakan sensasi lain agar kamu tidak sepenuhnya dikuasai oleh pikiran cemas," jelasnya.

Gen Z sendiri sering disebut sebagai generasi paling cemas. Survei Gallup 2023 menunjukkan hampir setengah anak muda usia 12-26 tahun sering atau selalu merasa cemas.

Isi Anxiety Bag

Stefany Staples, 24 tahun, mulai mengalami kecemasan dengan gejala fisik seperti jantung berdebar hingga beberapa kali harus ke rumah sakit. Di anxiety bag-nya, Stefany tidak hanya membawa obatnya, namun juga berisi minyak esensial lavender untuk menenangkan, serta permen asam dengan rasa tajam untuk mengalihkan pikiran.

"Ini membantu aku kembali 'grounded'. Benar-benar memutus siklus kecemasan di kepalam," ujarnya. "."

Menurut psikolog klinis Dr. Jenny Martin, intervensi sensorik cepat seperti memegang es, mengisap permen asam, atau mencium aroma kuat bisa menghentikan lonjakan sistem saraf.

"Alat-alat ini bekerja dengan mengalihkan perhatian dari pikiran cemas ke tubuh dan momen saat ini," jelasnya.

Setiap orang punya pemicu kecemasan yang berbeda, sehingga isi anxiety bag juga perlu disesuaikan.
Dr. MaryEllen Eller menjelaskan, jika kecemasan dipicu overstimulasi, alat seperti headphone peredam suara dan musik menenangkan bisa membantu.

Namun jika dipicu pikiran "bagaimana jika", teknik grounding lebih efektif, misalnya mengunyah permen mint sambil fokus pada rasa dan teksturnya.

"Fidget atau benda bertekstur juga bisa memberi sensasi sentuhan yang kuat," katanya.

Ia menyarankan mencoba berbagai metode saat kondisi tenang untuk menemukan yang paling cocok.

"Semakin otak mengasosiasikan isi tas itu dengan rasa aman dan tenang, semakin efektif saat dibutuhkan," tambahnya.

Meski efektif, para ahli mengingatkan agar penggunaan anxiety bag tidak menimbulkan ketergantungan. Dalam jangka panjang, pengguna tetap perlu belajar mengelola kecemasan tanpa bergantung pada alat tersebut.

"Ini ide yang bagus untuk membantu pasien. Namun dalam jangka panjang, tujuannya adalah mengurangi ketergantungan-bahkan belajar tanpa tas itu," kata psikiater Dr. Vinay Saranga.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads