Kebiasaan Sepele Ini Bikin Teh Tak Lagi Sehat, Banyak Orang Tak Sadar
Teh telah lama menjadi minuman andalan banyak orang. Mulai dari teman di pagi hari, penghangat saat tubuh kurang fit, hingga pelengkap makan di rumah makan. Namun, di balik kebiasaan sederhana tersebut, teh yang dikonsumsi setiap hari ternyata bisa menyimpan risiko tersembunyi yang kerap luput dari perhatian.
Manfaat teh yang dikenal baik bagi tubuh dapat terganggu oleh satu hal penting yang terlihat sepele, yaitu kantong teh celup. Beberapa jenis kantong teh diketahui terbuat dari bahan sintetis yang berpotensi membahayakan kesehatan, terutama ketika diseduh dengan air panas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahan Kantong Teh Celup yang Perlu Diwaspadai
Meski saat ini sudah tersedia kantong teh celup berbahan tumbuhan alami dan kertas, masih terdapat kemasan yang mengandung plastik, seperti polipropilen atau nilon.
Meski ukurannya kecil dan tampak sepele, kantong teh celup berbahan plastik dapat menimbulkan risiko ketika terkena air panas. Dalam kondisi tersebut, kantong teh berpotensi melepaskan partikel plastik ke dalam minuman, sehingga tanpa disadari kita ikut menelan potongan mikroplastik.
"Studi laboratorium menunjukkan bahwa ketika kantong-kantong ini diseduh dalam air panas, sejumlah kecil mikro dan nanoplastik dapat dilepaskan ke dalam minuman," ujar Rhiannon Lambert, ahli nutrisi sekaligus penulis buku, dikutip dari Hello Magazine. Hal ini menunjukkan bahwa kantong teh celup berpotensi menjadi sumber paparan mikroplastik.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science & Technology tahun 2019 juga menemukan bahwa satu kantong teh celup plastik bisa melepaskan 11,6 miliar mikroplastik dan 3,1 miliar nanoplastik. Artinya, secangkir teh dari kantong plastik dapat mengandung partikel plastik dalam jumlah ratusan ribu kali lebih banyak dibandingkan rata-rata konsumsi mikroplastik seseorang dalam setahun.
Dampak Mikroplastik terhadap Tubuh
Foto: Getty Images/iStockphoto/Mukhina1
"Studi laboratorium dan hewan menunjukkan bahwa partikel plastik yang sangat kecil, serta bahan kimia terkait plastik (bahan kimia pengganggu endokrin/EDC) yang dapat meniru hormon alami tubuh, dapat memengaruhi proses seperti peradangan, stres oksidatif, serta jalur pensinyalan terkait estrogen dan hormon reproduksi," ujar Rhiannon.
Meski belum ada penelitian lanjutan mengenai batas paparan aman atau besarnya risiko jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu, mikroplastik di dalam tubuh tetap berpotensi membahayakan kesehatan.
Oleh karena itu, bagi penikmat teh yang ingin tetap aman saat mengonsumsinya, disarankan memilih produk teh dengan kantong bebas plastik atau beralih ke teh seduh (teh tubruk) untuk membantu mengurangi paparan plastik dari kebiasaan minum teh sehari-hari.
Olahraga
Jangan Ngaku Runner Kalau Belum Punya 3 Perlengkapan Ini
Kesehatan
Kolesterol Tinggi Diam-Diam Mengancam? Ini 2 Suplemen Andalan untuk Jantung Lebih Aman
Elektronik & Gadget
Jangan Sampai Momen Saat Mudik Terlewat, Tripod Ini Jadi Peralatan Wajib untuk Mengabadikan Kebersamaan Keluarga!
Elektronik & Gadget
Rumah Bersih Kilat Tanpa Ribet dengan Vacuum Cleaner Canggih yang Bisa Menyedot dan Mengepel Sekaligus!
Sleep Anxiety Bikin Susah Tidur? Ini 9 Cara Mengatasinya Agar Tidur Nyenyak
Tips Kulit Tetap Glowing Saat Puasa agar Cantik di Hari Lebaran
Kulit Breakout Saat Puasa? Bisa Jadi Gara-gara Makanan Ini
Puasa dan Detox Kulit, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan & Tips Dari Dokter
10 Buah Paling Sehat Menurut Ahli Gizi, Wajib Dicoba
Potret Aaliyah Massaid-Kesya Levronka di Ultah Mahalini, Kompak Pakai Daster
Potret Kemesraan Vidi Aldiano dan Sheila Dara yang Kini Tinggal Kenangan
Sleep Anxiety Bikin Susah Tidur? Ini 9 Cara Mengatasinya Agar Tidur Nyenyak
Pacar Baru Emma Watson Berstatus Miliarder, Dapat dari Mana Kekayaannya?













































