Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kisah Wanita Diet Ekstrem Demi Jadi Bridesmaid, Berakhir Prediabetes

Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 27 Jan 2026 18:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

bride standing outside a church with her mother and a bridesmaid
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Banyak wanita mempersiapkan penampilan terbaik mereka saat diberi mandat untuk jadi 'briedsmaid'. Selain baju dan makeup, tak sedikit pula yang menurunkan berat badan agar terlihat semakin menawan di hari pernikahan teman atau saudara tersayang. Tapi kisah diet ekstrem yang jadi viral ini patut dijadikan pelajaran agar kamu tidak berlebihan.

Seorang wanita yang disebut sebagai Xiaoyu asal China mengungkap kisah dietnya yang berakhir jadi penyakit. Wanita itu mengaku ingin tampil menarik di hari pernikahan sahabat karenanya berniat menurunkan berat badan sampai 15 kg. Usahanya pun berhasil dan hanya membutuhkan waktu 2 bulan. Tapi efek sampingnya bisa berimbas untuk masa depan.

Cara Diet Xiaoyu yang Berbahaya

Xiaoyu yang berasal dari Hangzhou, Provinsi Zhejiang langsung merencanakan program diet sesaat setelah mendapat undangan pernikahan teman. Ia bertekad mengurangi makanan pokok dan hanya mengonsumsi sedikit sayuran juga dada ayam setiap hari. Wanita 26 tahun itu pun berkomitmen untuk melakukan latihan intensitas tinggi, terkadang berlari lebih dari 10 kilometer sehari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Xiaoyu berhasil 15 kg hanya dalam dua bulan dan sukses mencapai berat 50 kg sebelum pernikahan. Awalnya, ia sangat gembira dengan transformasi tersebut sebelum tubuhnya mulai mengirimkan tanda-tanda peringatan.

Pekerja kantoran itu mulai merasa kelelahan sepanjang hari, sering lapar, dan sangat haus. Ia juga mengalami pusing dan jantung berdebar-debar.

ADVERTISEMENT

Diagnosa Dokter

Setelah memeriksakan diri ke rumah sakit, hasil tes menunjukkan bahwa kadar glukosa darah puasa dan toleransi glukosa dua jam Xiaoyu di atas normal yang menunjukkan tanda-tanda pradiabetes. Diduga hal itu dikarenakan metode diet yang terlalu ekstrem.

"Dia hampir sepenuhnya menghilangkan karbohidrat dari dietnya sambil melakukan olahraga intensitas tinggi. Strategi ekstrem ini mengganggu sekresi insulinnya, menyebabkan kehilangan massa otot dan cairan yang signifikan, serta merusak metabolismenya secara parah," kata Dokter Cheng Boning dari Rumah Sakit Pengobatan Tradisional China di Hangzhou.

Dokter kemudian meresepkan rencana perawatan yang mengharuskannya kembali ke makanan seimbang. Xiaoyu juga disarankan untuk beralih ke olahraga aerobik intensitas sedang, ditambah dengan beberapa latihan anaerobik. Setelah tiga bulan, berat badan Xiaoyu stabil pada angka sehat yakni 52,5 kg.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads