Kisah Wanita Diet Ekstrem Demi Jadi Bridesmaid, Berakhir Prediabetes
Banyak wanita mempersiapkan penampilan terbaik mereka saat diberi mandat untuk jadi 'briedsmaid'. Selain baju dan makeup, tak sedikit pula yang menurunkan berat badan agar terlihat semakin menawan di hari pernikahan teman atau saudara tersayang. Tapi kisah diet ekstrem yang jadi viral ini patut dijadikan pelajaran agar kamu tidak berlebihan.
Seorang wanita yang disebut sebagai Xiaoyu asal China mengungkap kisah dietnya yang berakhir jadi penyakit. Wanita itu mengaku ingin tampil menarik di hari pernikahan sahabat karenanya berniat menurunkan berat badan sampai 15 kg. Usahanya pun berhasil dan hanya membutuhkan waktu 2 bulan. Tapi efek sampingnya bisa berimbas untuk masa depan.
Cara Diet Xiaoyu yang Berbahaya
Xiaoyu yang berasal dari Hangzhou, Provinsi Zhejiang langsung merencanakan program diet sesaat setelah mendapat undangan pernikahan teman. Ia bertekad mengurangi makanan pokok dan hanya mengonsumsi sedikit sayuran juga dada ayam setiap hari. Wanita 26 tahun itu pun berkomitmen untuk melakukan latihan intensitas tinggi, terkadang berlari lebih dari 10 kilometer sehari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xiaoyu berhasil 15 kg hanya dalam dua bulan dan sukses mencapai berat 50 kg sebelum pernikahan. Awalnya, ia sangat gembira dengan transformasi tersebut sebelum tubuhnya mulai mengirimkan tanda-tanda peringatan.
Pekerja kantoran itu mulai merasa kelelahan sepanjang hari, sering lapar, dan sangat haus. Ia juga mengalami pusing dan jantung berdebar-debar.
Diagnosa Dokter
Setelah memeriksakan diri ke rumah sakit, hasil tes menunjukkan bahwa kadar glukosa darah puasa dan toleransi glukosa dua jam Xiaoyu di atas normal yang menunjukkan tanda-tanda pradiabetes. Diduga hal itu dikarenakan metode diet yang terlalu ekstrem.
"Dia hampir sepenuhnya menghilangkan karbohidrat dari dietnya sambil melakukan olahraga intensitas tinggi. Strategi ekstrem ini mengganggu sekresi insulinnya, menyebabkan kehilangan massa otot dan cairan yang signifikan, serta merusak metabolismenya secara parah," kata Dokter Cheng Boning dari Rumah Sakit Pengobatan Tradisional China di Hangzhou.
Dokter kemudian meresepkan rencana perawatan yang mengharuskannya kembali ke makanan seimbang. Xiaoyu juga disarankan untuk beralih ke olahraga aerobik intensitas sedang, ditambah dengan beberapa latihan anaerobik. Setelah tiga bulan, berat badan Xiaoyu stabil pada angka sehat yakni 52,5 kg.
(ami/ami)
Kesehatan
Jaga Keseimbangan Mineral Selama Puasa Ramadan, Himalayan Salt Jadi Solusi Tepat
Pakaian Pria
Upgrade Gaya Harian Kamu dengan 3 Jaket Pria Bergaya Classic-Modern yang Wajib Kamu Punya!
Perawatan dan Kecantikan
Wajah Glowing Sambut Tahun Baru Imlek! Jangan Skip Masker Wajah Ini
Pakaian Pria
Tampil Rapi Saat Buka Puasa dan Silaturahmi dengan 3 Sabuk Kulit Pria yang Wajib Kamu Punya untuk Menyambut Ramadhan 2026!
Baru Makan Tapi Lapar Lagi? Coba 10 Cara Ini Biar Nafsu Makan Terkontrol
Skip Sarapan Vs Skip Makan Malam, Mana Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?
Manfaat Jalan Kaki saat Commuting, Bantu Jaga Kesehatan Fisik dan Pikiran
Manfaat Jahe untuk Kulit: Dari Atasi Jerawat hingga Bikin Awet Muda
Rutin Minum Kopi Setiap Hari, Ternyata Ini Dampaknya bagi Kesehatan
Kisah Cinta Kontroversial Woody Allen dan Istri, Kini Terseret Skandal Epstein
8 Drama Korea Rating Tertinggi Awal 2026, Wajib Masuk Watchlist!
Foto: Rumah Rp 470 M untuk Syuting 'Harry & Meghan' Terjual Setelah 4 Tahun
Potret Chelsea Islan Umumkan Kehamilan, Pamer Bare Baby Bump yang Sudah Besar











































