Jangan Skip Mouthwash usai Sikat Gigi, Ini Cara Tepat Berkumur agar Mulut Sehat
Sikat gigi dan flossing sudah menjadi rutinitas harian untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun, masih banyak yang melewatkan langkah berkumur dengan mouthwash, padahal perawatan ini punya peran penting untuk menjaga kesehatan mulut secara menyeluruh.
Mouthwash atau obat kumur bukan hanya meninggalkan aroma mint yang menyegarkan di mulut. Menurut Kourosh Maddahi, DDS, dokter gigi sekaligus pendiri brand perawatan mulut Lumineux, mouthwash merupakan salah satu rutinitas perawatan mulut di rumah yang sangat penting.
"Mouthwash adalah salah satu perawatan kebersihan mulut paling krusial yang bisa dilakukan di rumah," ujar Dr. Kourosh, seperti dikutip dari Glamour.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan bahwa gigi hanya mencakup sekitar 24 persen dari seluruh area mulut. Sisanya, yakni pipi bagian dalam, lidah, langit-langit, dan dasar mulut, mencakup 76 persen area mulut yang sering luput dibersihkan.
"Untuk membersihkan mulut secara menyeluruh, mouthwash sangat dibutuhkan," katanya.
"Selama ini mouthwash sering dianggap hanya untuk menyegarkan napas, padahal fungsi membersihkan seluruh mulut jauh lebih penting," tambahnya.
Kapan sebaiknya menggunakan mouthwash?
Menurut Dr. Kourosh, mouthwash sebaiknya digunakan setiap hari.
"Waktu terbaik adalah setelah flossing dan menyikat gigi, saat di malam hari dan setelah sarapan," jelasnya.
Dengan urutan ini, sisa plak dan kotoran yang terlepas saat flossing dan menyikat gigi bisa dibersihkan lebih maksimal oleh mouthwash.
Cara menggunakan mouthwash yang benar
Tuangkan sekitar 20 mililiter atau setara 4 sendok teh mouthwash ke dalam tutup botol atau gelas kecil.
"Berkumurlah dengan mouthwash non-antiseptik setidaknya dua kali sehari selama minimal satu menit," sarannya.
Pastikan cairan mouthwash dikumurkan ke seluruh bagian mulut agar semua area ikut terbilas. Mouthwash yang mengandung minyak esensial sangat membantu mengurangi penumpukan plak di sekitar gigi dan gusi.
Dr. Kourosh juga menyarankan untuk memilih mouthwash non-antiseptik.
"Mouthwash antiseptik bisa membunuh bakteri baik di dalam mulut karena sifatnya yang menargetkan semua mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur," jelasnya.
Jenis mouthwash antiseptik biasanya hanya direkomendasikan oleh dokter gigi untuk kondisi tertentu, seperti gigi berlubang atau penyakit gusi.
Agar hasilnya optimal, beri waktu mouthwash bekerja. "Sebaiknya hindari makan dan minum selama 30 menit setelah berkumur dengan mouthwash," tutupnya.
(hst/hst)
Kesehatan
Jaga Keseimbangan Mineral Selama Puasa Ramadan, Himalayan Salt Jadi Solusi Tepat
Pakaian Pria
Upgrade Gaya Harian Kamu dengan 3 Jaket Pria Bergaya Classic-Modern yang Wajib Kamu Punya!
Perawatan dan Kecantikan
Wajah Glowing Sambut Tahun Baru Imlek! Jangan Skip Masker Wajah Ini
Pakaian Pria
Tampil Rapi Saat Buka Puasa dan Silaturahmi dengan 3 Sabuk Kulit Pria yang Wajib Kamu Punya untuk Menyambut Ramadhan 2026!
Baru Makan Tapi Lapar Lagi? Coba 10 Cara Ini Biar Nafsu Makan Terkontrol
Skip Sarapan Vs Skip Makan Malam, Mana Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?
Manfaat Jalan Kaki saat Commuting, Bantu Jaga Kesehatan Fisik dan Pikiran
Manfaat Jahe untuk Kulit: Dari Atasi Jerawat hingga Bikin Awet Muda
Rutin Minum Kopi Setiap Hari, Ternyata Ini Dampaknya bagi Kesehatan
Kisah Cinta Kontroversial Woody Allen dan Istri, Kini Terseret Skandal Epstein
8 Drama Korea Rating Tertinggi Awal 2026, Wajib Masuk Watchlist!
Foto: Rumah Rp 470 M untuk Syuting 'Harry & Meghan' Terjual Setelah 4 Tahun
Potret Chelsea Islan Umumkan Kehamilan, Pamer Bare Baby Bump yang Sudah Besar











































