Luna Maya Membekukan Sel Telur, Ini Prosesnya Menurut Dokter Kandungan

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 19 Jan 2022 14:30 WIB
Foto Luna Maya. Foto: Dok. Instagram @lunamaya. Foto Luna Maya. Foto: Dok. Instagram @lunamaya.

Menurut dokter Benny ada tiga tahap yang dilakukan untuk membekukan sel telur. Berikut tiga tahapan tersebut:

1. Stimulasi untuk menumbuhkan folikel pada wanita yang akan menyimpan sel telurnya.

2. Ovum pick up yaitu mengambil sel telur tersebut.

3. Pembekuan sel telur dengan metode vitrifikasi-cryopreservation.

Dokter Benny menjelaskan tahap 1 dan 2 mirip dengan tahapan bayi tabung atau disebut in vitro fertilization (IVF). IVF sendiri merupakan program kehamilan dengan metode pembuahan sel telur oleh sperma di luar tubuh, yaitu di laboratorium.

Dokter lulusan Maastricht University, The Netherlands dan di FICS ini menuturkan di Indonesia proses membekukan sel telur mulai populer sejak 2019. Dan di rumah sakit Morula tempatnya bekerja, proses ini sudah mulai bisa dilakukan sekitar 2018-2019.

"Namun teknologi ini sudah ada sejak lama. Di Jerman misalnya, lebih rutin dilakukan egg banking daripada penyimpanan embrio dikarenakan aturan yang berlaku yang membatasinya," jelasnya.

Foto dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Benediktus Arifin,MPH,Sp.OG(K)., FICS.Foto dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Benediktus Arifin,MPH,Sp.OG(K)., FICS. Foto: Dok. @drbennyarifin.

Apakah proses pembekuan sel telur ini bisa dilakukan semua wanita? Dokter Benny menjelaskan pembekuan sel telur bisa dilakukan wanita selama sel telurnya masih ada. Dan diharapkan proses pembekuan sel telur itu dilakukan sebelum wanita berusia 38 tahun.

"Tapi misalnya usia 38 tahun ke atas juga masih memungkinkan. Jangka waktu, sama halnya dengan penyimpanan embrio, belum ada batasan tertentu," lanjutnya.

Dokter yang aktif memberikan edukasi seputar kandungan di akun Instagramnya tersebut mengungkapkan keuntungan untuk seorang wanita membekukan sel telur.

"Keuntungannya, misalnya wanita ini menyimpan sel telurnya pada usia 35, dan baru ingin memiliki anak pada usia 38, maka kualitas sel telurnya adalah yang masih mirip dengan saat dia usia 35," ucapnya.

Dokter Benny melanjutkan jika ada beberapa alasan seorang wanita ingin membekukan sel telur. Alasan pertama karena seorang wanita ingin menunda kehamilan.

"Ada juga wanita yang akan menjalani kemoterapi dan kondisi emergency saat IVF suami tidak dapat mengeluarkan sperma," terangnya.

Bagi kamu yang ingin membekukan sel telur seperti Luna Maya, dokter Benny memberikan sarannya. "Semakin usia dini dilakukan sesuai alasan, umumnya kualitas sel telurnya akan lebih baik, kalau bisa sebelum 38 tahun. Atau sebelum kemoterapi pada wanita pada kondisi tertentu," tutupnya.

Foto dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Benediktus Arifin,MPH,Sp.OG(K)., FICS.Foto dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Benediktus Arifin,MPH,Sp.OG(K)., FICS. Foto: Dok. @drbennyarifin.
Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(gaf/eny)