5 Fakta Wanita Viral yang Gagal Disuntik Mati, Keluarga Kecewa Berat

Tim Wolipop - wolipop Rabu, 13 Okt 2021 13:15 WIB
Ilustrasi suntik mati (Foto: Getty Images/iStockphoto) Ilustrasi suntik mati (Foto: Getty Images/iStockphoto)

Menurut pengacaranya, Camila Jaramillo, sang klien sangat terkejut karena tidak tahu pihak berwenang memantau ulang kesehatannya pada menit-menit terakhir tanpa sepengetahuannya. Padahal, Martha sudah bersiap untuk meninggal.

"Bahkan dia sudah menghentikan paket berlangganan ponselnya karena dia pikir akan meninggal besok," kata Camila.


4. Keluarga Kecewa

Keluarga Martha yang sangat mendukung keputusannya untuk disuntik mati kecewa dengan pembatalan yang terbilang mendadak itu. "Pencabutan izin tersebut sangat menghina dan tidak beralasan kuat... Mereka bertemu dan membuat keputusan secara diam-diam dan dokter yang hadir juga tak memberi kami informasi," kata putra Martha, Federico Redondo.


Kuasa hukum Martha memastikan tidak akan tinggal diam dan tetap memperjuangkan keinginan sang klien. Menurutnya, keputusan tersebut dianggap melanggar hak Martha untuk 'meninggal secara bermartabat'.

Ia merujuk pada keputusan baru Mahkamah Konstitusional Kolombia yang akhirnya memperbolehkan pasien tanpa penyakit non-mematikan untuk menjalani prosedur euthanasia selama penyakit itu mengganggu fungsi fisik dan mental secara intens. Sejak 1997, suntik mati sudah dilegalkan di Kolombia, tapi hanya terbatas bagi pasien penyakit mematikan. "Mereka membuat Martha harus menjalani hidup yang tak diinginkannya," tegas Camila.


5. Peluang Hidup Bertambah


Colombian Institute of Pain yang seharusnya melaksanakan prosedur euthanasia terhadap Martha tiba-tiba berubah pikiran setelah melihat ada perkembangan positif pada kesehatan Martha antara Juli dan Oktober.

Kabar viral tentang Martha yang ceria jelang disuntik mati juga menjadi pertimbangan. Mereka tak melihat seseorang yang sedang sangat kesakitan sampai ingin mengakhiri hidupnya sendiri.

Setelah melalui beberapa evaluasi, otoritas sepakat Martha tak memiliki kriteria penerima euthanasia, yakni memiliki penyakit degeneratif dan penyakit yang tak dapat disembuhkan. Mereka juga menyebut, probabilitas Martha untuk hidup bertambah menjadi enam bulan sehingga tak layak untuk dihentikan dengan cara euthanasia atau suntik mati.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(dtg/dtg)