Wanita Viral karena Tenang Mau Disuntik Mati, Begini Nasibnya Sekarang

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 12 Okt 2021 14:15 WIB
Ilustrasi suntik mati. (Foto: Getty Images/iStockphoto) Ilustrasi suntik mati. (Foto: Getty Images/iStockphoto)

Makin lama, kondisi kesehatannya kian buruk sampai-sampai melumpuhkan pergerakannya. Untuk berjalan saja, ia harus dibantu orang lain.

"Ketika mengidapnya, aku merasa satu-satunya pilihan terbaik adalah beristirahat," kata Martha tentang alasannya menjalani prosedur euthanasia kepada stasiun TV lokal Noticias Caracol pekan lalu seperti dikutip NBC News.

Martha diwawancarai sambil menikmati bir dan makanan di sebuah restoran. Anaknya, Federico Redondo Sepúlveda, ikut mendampingi. Obrolan mereka penuh canda dan tawa meskipun kematian telah menanti Martha.

Martha Sepúlveda CampKondisi Martha Sepúlveda sebelum menjalani prosedur euthanasia. (Foto: Caracol via Noticias Telemundo/NBC News)

"Aku lebih tenang setelah permohonanku disetujui. Aku jadi sering tertawa dan tidurku lebih nyenyak," katanya. Secara spiritual, tambah perempuan yang mengklaim dirinya sebagai penganut Katolik yang taat, merasa lebih tenang.

Colombian Institute of Pain yang seharusnya melaksanakan prosedur euthanasia terhadap Martha tiba-tiba berubah pikiran setelah melihat ada perkembangan positif pada kesehatan Martha antara Juli dan Oktober.

Kabar viral tentang Martha yang ceria jelang disuntik mati juga menjadi pertimbangan. Mereka tak melihat seseorang yang sedang sangat kesakitan sampai ingin mengakhiri hidupnya sendiri.

Setelah melalui beberapa evaluasi, otoritas sepakat Martha tak memiliki kriteria penerima euthanasia, yakni memiliki penyakit degeneratif dan penyakit yang tak dapat disembuhkan. Mereka juga menyebut Martha memiliki kemungkinan hidup lebih dari enam bulan sehingga tak pantas untuk disuntik mati.


Meski legal, prosedur euthanasia masih menjadi kontroversi di Kolombia mengingat penduduknya yang mayoritas beragama Katolik Roma. Di mata gereja, euthanasia dianggap sebagai 'pelanggaran yang serius' karena menentang kekuasaan Pencipta sebagai penentu kehidupan.

"Aku paham bahwa Tuhan adalah pemilik hidup ini. Segala sesuatu terjadi atas izin-Nya," tutur Martha yang mengaku sudah mendiskusikan keputusan ini dengan pasturnya. Di sisi lain, ia yakin Tuhan berada di balik keputusannya untuk disuntik mati.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(dtg/dtg)