Ini Alasan Kenapa Vaksin Harus Dua Kali untuk Lawan COVID-19

Hestianingsih - wolipop Rabu, 28 Jul 2021 07:30 WIB
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Foto: dok. Kaspersky
Jakarta -

Vaksinasi jadi salah satu kunci untuk meredam penyebaran virus Corona. Suntik vaksin, baik itu Sinovac, Moderna atau Pfizer, harus diberikan dua kali agar efektivitasnya maksimal melindungi tubuh dari COVID-19.

Kenapa vaksin harus dua kali? Pertanyaan itu mungkin yang paling banyak diajukan masyarakat umum terkait pemberian vaksin COVID-19.

Dalam sejumlah hasil penelitian terhadap vaksin Pfizer dan Moderna, ilmuwan menemukan bahwa respons imun tubuh cenderung lemah jika hanya diberikan satu dosis. Sementara imun menjadi lebih kuat setelah pemberian vaksin kedua.

Secara garis besar vaksin dosis pertama memicu terjadinya proses pembentukan perlindungan tubuh. Sedangkan dosis kedua berfungsi memperkuat perlindungan tersebut.

Berdasarkan artikel yang diterbitkan Departemen Kesehatan Australia, tentang vaksin harus dua kali, saat sistem imun tubuh pertama kali bertemu vaksin, ada dua jenis sel darah putih yang diaktifkan. Sel-sel ini penting dalam memerangi virus yang masuk ke tubuh.

Pertama adalah sel plasma B, yang tugasnya fokus membentuk antibodi untuk melawan patogen (mikroorganisme parasit) atau kuman penyebab penyakit. Dalam kasus ini, virus Sars-CoV-2 penyebab COVID-19.

Sayangnya sel imun tipe ini tidak berumur panjang. Dalam beberapa minggu antibodi bisa menurun bahkan hilang. Maka dari itu diperlukan dosis kedua untuk memperkuat perlindungan.

Sel imun kedua yang diaktifkan setelah vaksinasi adalah T cell. Sel ini dapat mengidentifikasi patogen tertentu dan membunuhnya.

Sebagian dari memori T cell ini bisa bertahan di tubuh selama berpuluh-puluh tahun sampai bertemu 'target' yang terekam dalam memori tersebut. Namun umumnya jenis sel ini tidak diproduksi terlalu banyak sampai ada paparan kedua dari patogen yang sama. Hal itu hanya mungkin terjadi lewat vaksin dosis kedua atau booster.

Demikian penjelasan kenapa vaksin harus dua kali. Ketika tubuh mendapatkan vaksin yang sama untuk kedua kalinya, tubuh bisa merespons dengan menciptakan imun yang lebih kuat untuk melawan virus.

Selain itu vaksin harus diberikan berjarak antara vaksin pertama dan kedua. Umumnya jarak waktu berkisar antara dua minggu hingga 28 hari sesuai jenis vaksin yang diberikan.

(hst/hst)