Kisah Haru Ibu Positif Corona, Melahirkan Tapi Tak Bisa Melihat Bayinya

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 21 Jan 2021 11:15 WIB
Doctor examining belly of expectant mother in hospital room. Thailand. Ilustrasi Melahirkan / Foto: iStock
Jakarta -

Virus Corona bukanlah sebuah penyakit yang bisa dianggap sepele. Walaupun penderitanya bisa sembuh, namun penyakit tersebut tetap harus ditanggapi dengan serius. Di internet sendiri sudah banyak pasien Corona yang membagikan pengalamannya saat berusaha berjuang melawan penyakit tersebut.

Seperti dikutip dari mStar, unggahan seorang dokter di Facebook Viral Media Johor belakangan menjadi viral. Unggahan tersebut menceritakan kisah seorang ibu muda positif Corona yang sedang hamil anak pertama.

"Rontgen paru-paru dan dada salah satu pasien kami di ICU Covid-19. Pasien adalah ibu hamil berusia di atas 20 tahun yang sedang mengandung anak pertamanya. Dia adalah wanita yang sehat tanpa penyakit apa pun. Usia kehamilan sekitar 35 minggu. Pasien bekerja di kantor dan tidak memiliki kontak dengan pasien Covid-19 mana pun. Di malam yang dingin itu, pasien datang ke rumah sakit di Lembah Klang dengan gejala demam, batuk, sesak napas, dan kekurangan oksigen dalam darah. Pasien langsung dirawat di ICU untuk perawatan lebih lanjut dan hasil tes Covid-19 ternyata positif," tulis unggahan tersebut.

Menurut sang dokter keadaan ibu tersebut semakin parah. Dia mengalami sesak napas dan kadar oksigen darahnya pun semakin berkurang. Karena hal itu, pihak rumah sakit pun berusaha mencari cara terbaik untuk menyelamatkan ibu dan bayi di dalam kandungannya.

Pihak rumah sakit kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada pasien dan rumah sakit. Untungnya sang pasien pun mengerti bahwa kondisinya serius, sehingga dirinya diberi kesempatan terlebih dahulu untuk berdoa dan dzikir agar segalanya dipermudah. Setelah itu pasien diberi anestesi untuk dibius.

"Kemudian tabung intubasi dimasukkan dan dia bernafas menggunakan ventilator karena oksigen dalam darahnya terlalu rendah. Pasien kemudian menjalani operasi caesar untuk mengeluarkan bayi agar bayi aman dan kondisi pasien menjadi lebih stabil," lanjutnya.

Operasi berjalan lancar dan sang dokter berhasil menyelamatkan bayi di dalam kandungan sang ibu. Namun sang ibu terpaksa tetap harus dirawat di ICU dalam keadaan masih dibius dan bernapas menggunakan ventilator. Bahkan untuk membantu paru-parunya, sang ibu juga ditempatkan dalam posisi tengkurap.

Selama dirawat di ICU khusus pasien COVID-19, tidak ada pengunjung ataupun anggota keluarga yang diperbolehkan untuk menjenguk. Setelah dua bulan dirawat dan kemudian dinyatakan sembuh barulah sang ibu bertemu dengan bayinya untuk yang pertama kali.

"Akhirnya, setelah sekitar dua bulan tinggal dan dirawat di ICU serta menjalani perawatan fisioterapi untuk memperkuat paru-paru dan otot-otot tungkai, pasien dipulangkan. Dia akhirnya bisa kembali ke rumah untuk bertemu dengan anak pertama dan suaminya. Syukur Ahamdulillah," tulis sang dokter.

(vio/vio)