Nekat Buka Saat Pandemi, Tempat Gym Kena Denda Rp 16,9 Miliar

Hestianingsih - wolipop Kamis, 17 Des 2020 19:00 WIB
Cropped shot of an attractive and athletic young woman jumping rope in the gym Ilustrasi gym. Foto: iStock
Jakarta -

Sebuah pusat kebugaran harus membayar denda miliar rupiah karena melanggar protokol COVID-19. Gym di New Jersey, Amerika Serikat tersebut didenda USD 1,2 juta atau sekitar Rp 16,9 miliar.

Menutup gym atau pusat kebugaran memang menjadi salah satu langkah pemerintah New Jersey untuk memerangi penularan virus Corona yang masih terus memakan korban. Namun karena alasan agar bisnisnya tetap berjalan, Atilis Gym tetap membuka pintu untuk para kliennya.

Salah satu pemilik Atilis Gym, Ian Smith, mengatakan bahwa tempatnya tetap buka selama beberapa bulan meskipun sudah dilarang pemerintah setempat. Dia pun menyatakan Gubernur New Jersey Phil Murphy sudah melakukan berbagai cara untuk menutup usahanya.

"Dia sudah menahan rekan saya dan saya sendiri, melayangkan lebih dari 60 tuntutan, beberapa di antaranya terkait dengan kriminal. Dia denda kami USD 15,497 (Rp 218 ribuan) per hari setiap kali kami beroperasi. Denda kami total mencapai lebih dari Rp 16,9 miliar, tai setiap harinya, Frank dan saya membuka gym kami," jelas Ian kepada FOX, seperti dilansir Elite Readers.

Ian Smith dan rekannya, Frank, bersikeras membuka gym bukan tanpa perhitungan. Dia mengklaim bahwa sampai saat ini belum ada kasus penularan virus Corona di pusat kebugaran, terutama di tempat yang dikelolanya.

"Apa yang terjadi dengan bisnis kelas menengah dan kecil di Amerika tidak lain adalah sebuah tragedi. Saya berani berbuat sejauh ini hingga disebut sebagai kriminal. Kalian sudah menghancurkan bisnis orang-orang. Membuat mereka bergantung pada pemerintah. Kalian merenggut kebebasan warga sipil di balik kepura-puraan seolah kalian peduli pada kesehatan publik," tandasnya.

Sejak membuka gym di tengah pandemi beberapa bulan lalu, Atilis Gym sudah menerima 83 ribu kunjungan, dengan 5 sampai 700 member yang datang setiap harinya. Selama beroperasi pihaknya juga mengaku selalu mengutamakan keamanan.

(hst/hst)