Pakar Bagikan Tips Periksa Kanker Payudara Sendiri di Rumah

Abu Ubaidillah - wolipop Jumat, 23 Okt 2020 19:25 WIB
Lazada Foto: Abu Ubaidiliiah/detikcom
Jakarta -

Kanker payudara masih mengintai wanita Indonesia. Sebagai bentuk pencegahan, Anda perlu mengetahui cara memeriksa kanker payudara sedini mungkin.

Love Pink Member & a Breast Cancer Survivor, dr Patsy Djatikusumo menjelaskan ada dua cara memeriksakan kanker payudara, yakni melalui Sadari (periksa payudara sendiri) dan Sadanis (periksa payudara klinis).

"Sadari adalah salah satu senjata wanita untuk mengetahui apakah sudah ada kanker payudara atau bakal kista atau tumor lain yang menjurus ke kanker payudara," ujar dr. Patsy dalam acara 2020 Estee Lauder Companies Breast Cancer Campaign launching bersama Lazada secara virtual di zoom, Jumat (23/10/2020).

Melalui materi video yang disampaikan dalam acara tersebut, dr. Patsy menjelaskan Sadari sebaiknya dilakukan antara hari ke-7 menstruasi hingga hari ke-10 di saat jaringan payudara tidak terlalu sensitif. Di setiap gerakan Sadari, cermati perubahan bentuk, ukuran payudara, permukaannya, serta puting.

Adapun untuk melakukan Sadari, yang pertama adalah berdiri tegak menghadap cermin. Jangan khawatir bila bentuk payudara tidak simetris. Kedua, letakkan kedua tangan di belakang kepala, dorong siku ke depan, dan dorong siku ke belakang, kemudian mati payudara.

Ketiga, letakkan kedua tangan di pinggang, bungkukkan badan sehingga payudara menggantung. Rasakan bila seperti ada yang mengayun di dalam payudara. Setelah selesai tarik kembali ke belakang. Pegang bagian atas punggung dengan tangan kiri, gunakan ujung jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kanan, cermati area payudara kiri sampai ketiak.

Lakukan gerakan memijat ke atas dan ke bawah atau mengelilingi payudara dengan membentuk lingkaran-lingkaran kecil. Lalu, lakukan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting dan sebaliknya. Ulangi proses yang sama pada payudara kanan.

Kelima, tekan puting satu per satu dengan telunjuk dan ibu jari. Bila ada cairan keluar, berkonsultasilah dengan dokter. Terakhir, berbaring dan letakkan bantal di bawah pundak kanan kemudian angkat lengan kanan ke atas.

Cermati kondisi payudara kanan menggunakan ujung jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kiri. Tekan dan rasakan seluruh bagian payudara hingga ke sekitaran ketiak. Cermati payudara menggunakan tiga pola gerakan sebelumnya. Ulangi langkah ini pada sisi berlawanan untuk payudara kiri.

"Jadi yang paling penting dalam menghadapi breast cancer adalah early detection. Itu kata kunci yang paling penting untuk kita menghadapi kanker payudara," kata dr. Patsy lebih lanjut.

Meski bisa memeriksa kanker payudara sendiri di rumah, namun dr. Patsy menganjurkan pemeriksaan Sadanis untuk hasil yang lebih akurat. Sadanis terdiri dari dua macam, yakni pemeriksaan menggunakan USG dan mamografi.

"Untuk wanita yang berusia 35 tahun ke bawah itu melakukan pemeriksaan USG minimal 2 tahun sekali kalau dia tidak termasuk golongan risiko tinggi (mempunyai garis keturunan yang pernah kanker payudara). Golongan tinggi satu tahun sekali," ujarnya lagi.

Sementara untuk yang 35 tahun ke atas, dr. Patsy menyarankan untuk melakukan pemeriksaan menggunakan mamografi 1 tahun sekali.

Guna mendukung penurunan tingkat kasus payudara di Indonesia, Yayasan Lovepink Indonesia mendapat dukungan dari Estee Lauder Companies dan Lazada. Keduanya bekerja sama menjual produk limited edition berupa lipstik, pita, moisturizer, dan serum yang 100% hasilnya akan disalurkan untuk USG payudara gratis.

"Kami di Lazada juga sangat senang bisa turut menjangkau dan menyebarkan kewaspadaan mengenai kanker payudara melalui platform kami," ujar Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Monika Rudiono.



Simak Video "Penting! Jangan Lupa Foto Kondisi Paket Saat Terima Belanjaan Online"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/eny)