5 Manfaat Cuka Apel dan Cara Pakainya

Lukita Wardani - wolipop Kamis, 22 Okt 2020 18:09 WIB
cuka sari apel Manfaat cuka apel. Foto: thinkstock
Jakarta -

Cuka apel merupakan obat rumahan yang telah digunakan selama berabad-abad untuk pengobatan. Ternyata riset pun membuktikan manfaat cuka apel untuk kesehatan, seperti efek antimikroba dan antioksida.

Apakah kamu tahu apa itu cuka apel? Cuka apel dibuat melalui dua langkah proses. Pertama, apel dihancurkan ke ragi, yang memfermentasi gula dan mengubahnya menjadi alkohol. Selanjutnya, campuran tersebut ditambahkan bakteri untuk memfermentasi alkohol lebih lanjut, mengubahnya menjadi asam asetat - senyawa aktif utama dalam cuka.

Para peneliti percaya asam ini bertanggung jawab atas manfaat kesehatan cuka sari apel. Cuka apel mengandung 5-6% asam asetat. Cuka sari apel organik juga mengandung zat yang disebut ibu, yang terdiri dari untaian protein, enzim, dan bakteri ramah yang membuat produk tampak keruh. Meskipun cuka sari apel tidak mengandung banyak vitamin atau mineral, ia menawarkan sedikit kalium. Merek cuka apel berkualitas baik juga mengandung beberapa asam amino dan antioksidan.

Manfaat Cuka Apel

1. Membantu membunuh bakteri berbahaya

Cuka apel dapat membantu membunuh patogen, termasuk bakteri. Biasanya secara tradisional cuka apel digunakan juga untuk membersihkan, mendisinfeksi dan mengobati jamur kuku, kutu, kutil, serta infeksi telinga. Seperti dikutip dari Health Line, Hippocrates, bapak pengobatan modern, menggunakan cuka apel untuk membersihkan luka lebih dari 2.000 tahun yang lalu.

Cuka apel juga merupakan pengawet makanan. Dan penelitian menunjukkan bahwa cuka apel menghambat bakteri seperti E. coli untuk tumbuh di dalam dan merusak makanan.

2. Menurunkan kadar gula darah dan mengelola diabetes

Manfaat cuka apel dapat membantu mengobati diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang disebabkan oleh resistensi insulin atau ketidakmampuan memproduksi insulin. Beberapa peneliti percaya bahwa kadar gula darah yang tinggi adalah penyebab utama penuaan dan berbagai penyakit kronis.

Sebuah penelitian kecil menunjukkan cuka dapat meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 19-34% saat mengonsumsi diet tinggi karbohidrat. Dan secara signifikan cuka apel menurunkan gula darah dan respons insulin.

Dalam sebuah penelitian kecil pada lima orang sehat, cuka apel menurunkan gula darah sebesar 31,4% setelah makan 50 gram roti putih. Dan pada penderita diabetes dilaporkan bahwa mengonsumsi dua sendok makan cuka sari apel sebelum tidur mengurangi gula darah sebesar 4% keesokan paginya.

3. Menurunkan berat badan

Penelitian menunjukkan bahwa manfaat cuka apel dapat membantu menurunkan berat badan. Dalam riset yang diungkapkan dalam European Journal of Clinical Nutrition, mengonsumsi cuka apel bersama dengan makanan tinggi karbohidrat menyebabkan peningkatan perasaan kenyang. Responden dalam riset tersebut makan 200-275 lebih sedikit kalori sepanjang hari.

Selain itu, sebuah penelitian pada 175 orang dengan obesitas menunjukkan bahwa konsumsi cuka apel setiap hari menyebabkan penurunan lemak perut dan berat badan. Berikut detail dari riset yang dilakukan Central Research Institute, Mizkan Group Corporation:

- Mengoonsumsi satu sendok makan (12 mL) bisa membuat berat badan turun 1,2 kg.

- Mengonsumsi dua sendok makan (30 mL) bisa membuat berat badan turun 1,7 kg.

Namun, perlu diingat bahwa penelitian ini berlangsung selama tiga bulan. Jadi efek sebenarnya pada berat badan tampak lebih sederhana.

Secara keseluruhan, cuka apel dapat berkontribusi pada penurunan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, menurunkan gula darah, dan mengurangi kadar insulin. Cuka apel hanya mengandung sekitar tiga kalori per sendok makan, sangat rendah.

Studio portrait over grey perfect woman with white towel on head after shower having toothy smile touch gently healthy shiny clean skin looking at camera, skincare and natural beauty treatment conceptIlustrasi manfaat cuka apel untuk kulit. Foto: iStock

4. Dapat meningkatkan kesehatan kulit

Cuka sari apel dapat bermanfaat untuk mengatasi kondisi kulit kering dan eksim. Kulit secara alami sedikit asam. Menggunakan cuka sari apel topikal dapat membantu menyeimbangkan kembali pH alami kulit dan meningkatkan pelindung kulit. Di sisi lain, sabun dan pembersih alkali dapat mengiritasi eksim, membuat gejala menjadi lebih buruk.

Mengingat sifat antibakterinya, secara teori, cuka sari apel dapat membantu mencegah infeksi kulit yang terkait dengan eksim dan kondisi kulit lainnya. Beberapa orang menggunakan cuka sari apel yang diencerkan sebagai pencuci muka atau toner. Idenya adalah dapat membunuh bakteri dan mencegah bintik-bintik.

5. Cuka apel dapat menurunkan kolesterol

Riset yang dirilis Pakistan Journal of Biological Sciences mengungkapkan tikus yang diberi cuka mengalami penurunan LDL (kolesterol jahat) dan peningkatan HDL (kolesterol baik). Apel juga mengandung pektin, serat yang telah ditemukan untuk menurunkan kadar kolesterol.

Cuka sari apel meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh, sehingga dapat mencegah penyakit jantung. Dosis pektin yang lebih tinggi berkontribusi terhadap kesehatan jantung.


Cara Pakai Cuka Apel

Sebagian besar riset merokomendasikan setiap harinya mengonsumsi cuka apel 1 - 2 sendok makan dengan dicampur air. Namun dosis cuka apel ini berbeda-beda pada setiap orang. Sebelum mengonsumsi cuka apel, kamu harus tahu bahwa cuka apel bereaksi ketika dibarengi dengan minum obat tertentu seperti pengobatan diabetes. Oleh karena itu, orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan medis, harus berkonsultasi dulu dengan dokter mereka sebelum mengonsumsi cuka apel.

Mengonsumsi cuka apel juga dapat meningkatkan risiko rusaknya lapisan enamel gigi. Oleh karena itu setelah mengonsumsi cuka apel dianjurkan untuk berkumur atau menyikat gigi 30 menit setelahnya.

Itulah tadi lima manfaat cuka apel dan cara pakainya. Pada dasarnya cuka apel baik untuk kesehatan maupun perawatan kulit.



Simak Video "Kupas Tuntas Fashion Seo Dal Mi, Pemeran Drakor Start Up"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)