Viral di TikTok, Perawat Ungkap Gejala Awal Corona: Tak Bisa Mencium Bau

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 21 Sep 2020 13:30 WIB
Perawat Covid Foto: TikTok
Jakarta -

Beredar video viral di TikTok, perawat yang memakai APD lengkap mengungkapkan soal gejala COVID-19. Perawat yang bernama Diana Kemalasari ini mengatakan gejala tersebut adalah kehilangan kemampuan membau.

"Ternyata COVID-19 ada gejala baru. Tolong kalian sebarin informasi agar semua orang tahu. Dan kalau kalian ada gejala ini segera lakukan pemeriksaan COVID-19. Rasa pembau anda akan hilang *penciumankurangtajam," kata Diana Kemalasari di akun TikToknya @Dianaaa Keee (17/9/2020).

Hingga Senin siang (21/9/2020), video tersebut sudah dilihat ditonton lebih dari 9,3 juta kali, mendapatkan 1,2 juta Likes dan 29 ribu komentar. Warganet pun ada yang mengatakan jika gejala tersebut sudah lama dan ada yang menceritakan pengalamannya sendiri.

"Sudah sangat lama kali gejala itu. Dimana letak baru nya?" ujar akun @zr. amelborneng.

"Ini yang aku rasain ka.. benar-benar ga bisa nyium apa-apa sama sekali dan benar aku positif COVID-19, padahal lagi hamil 8 bulan dan sekarang sudah 9 bulan tapi masih positif. Minta doanya ya🥺," tulis akun TikTok @Wilda Fachriah.

"Jujur, aku udh kehilangan indra penciuman belakangan ini, tpi gaberani periksa, sengaja karantina mandiri, seminggu sudah pulih dan kembali seperti," timpal akun TikTok @Haiiiii.

@dianakemala

##covid19 ##fyp ##foryou ##info ##protokolkesehatan ##nurse ##nursery ##healthy ##perawat ##perawatindonesia

♬ you broke me first - audios💗

Ketika dikonfirmasi oleh Wolipop, Diana mengaku senang bisa membagikan infomasi lewat video TikToknya. Apalagi kini video mengenai informasi gejala virus Corona itu sudah ditonton jutaan kali.

"Nggak nyangka video TikTok saya viral. Tapi seneng banget bisa viral. Karena orang yang gak tahu tentang gejala itu jadi lebih tahu," ungkap Diana ketika dihubungi lewat Whatsapp, Senin (21/9/2020).

Seperti disampaikannya, tujuan Diana membuat video di TikTok tentang gejala Corona adalah agar semua orang bisa lebih paham. Karena tidak semua orang tahu jika salah satu gejala COVID-19 adalah hilangnya indera penciuman atau anosmia.

"Kalau masyarakat sudah tau gejalanya seperti itu saya berharap mereka care terhadap diri sendiri dan orang lain, supaya kita satu visi agar memutuskan tali penularan penyakit COVID-19 . Apabila mereka mengalami gejala tersebut segera cek ke dokter atau tes swab atau PCR. Dan sementara diswab mereka harus isolasi mandiri dan ikutin protokol kesehatan dari pemerintah," jelas wanita yang bekerja sebagai perawat di salah satu RSUD di Jakarta sejak Mei 2020 itu.

Diana pun mengungkapkan video tersebut dibuatnya berdasarkan pengalamannya merawat pasien COVID-19 di rumah sakit tempatnya bekerja. Sebagian besar dari mereka mengalami gejala kehilangan kemampuan mencium bau.

"Sebenarnya ini pengalaman pasien-pasien saya. Dia mengalami gejala seperti itu, nggak bisa mencium sama sekali bau-bauan. Dan salah satu teman saya yang COVID-19 itu dia hilang rasa pembau atau penciumannya. Kalau saya tanya seperti apa, apa seperti hidung tersumbat atau pilek gitu? Jawabnya dia nggak pilek. Dia bisa mengendus tapi kalau ada bau nggak bisa menciumnya. Seperti parfum, minyak kayu putih, makanan dan lainnya. Jadi nggak bisa mencium bau apapun sama sekali," paparnya.

Diana yang bekerja sebagai perawat berbagi cara penanganan pertama jika seseorang tak bisa merasakan indera penciumannya. "Pertama jangan panik dulu kalau kita hilang penciumannya. Kedua bawa ke dokter atau pelayanan kesehatan yang terdekat. Ketiga dalam kondisi pandemi begini jaga imun, seperti minum vitamin. Lalu keempat selama gejala itu masih ada dan pandemi masih ada tetap ikutin protokol dari pemerintah," pungkasnya.

(gaf/eny)