Tak Wajib Pakai Masker, Murid SD Ini Kena Corona di Hari Pertama Sekolah

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 06 Agu 2020 15:30 WIB
Elementary schoolgirl enters the school cafeteria. She pauses while looking for a friend. Ilustrasi Anak Masuk Sekolah / Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi Corona telah mengubah hidup setiap orang. Kini, kita semua dipaksa untuk hidup berdampingan dengan virus mematikan tersebut. Walaupun beberapa tempat-tempat umum saat ini sudah kembali dibuka, namun bahaya dari virus Corona masih tetap mengintai.

Seperti dikutip dari NBC News, seorang siswa kelas 2 Sekolah Dasar di Atlanta dinyatakan positif terinfeksi virus Corona setelah menghadiri hari pertama sekolah. Karena hal itu, 20 siswa lain dan seorang guru diminta untuk melakukan karantina mandiri selama dua minggu.

Kabarnya, siswa SD yang bersekolah di Sixes Elementary School di Kanton, Atlanta itu sebelumnya tidak menunjukkan gejala apapun sampai setelah dirinya pulang dari sekolah. Kedua orangtuanya kemudian diberitahu mengenai hasil diagnosis sang anak pada hari Selasa.

"Orang tua siswa tersebut mencari bantuan medis dan tes yang menghasilkan diagnosis positif. Murid itu tidak masuk sekolah pada hari Selasa," kata sebuah pernyataan dari Cherokee County School.

Setelah insiden tersebut beberapa murid dan guru yang memiliki kemungkinan terinfeksi terpaksa harus melakukan karantina di rumah selama dua minggu. Ruang kelas dari siswa yang terinfeksi virus Corona itu juga telah ditutup untuk sementara waktu dan disterilkan.

Kepala sekolah Sixes Elementary School, Ashley Kennerly, juga mengumumkan bahwa kelas tersebut sementara waktu akan mengikuti kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh atau online selama para siswanya berada dalam karantina. Hal itu disampaikan melalui sebuah surat yang ditujukan kepada para orang tua siswa.

Pihak pemerintah Kanton tersebut sebelumnya memang tidak mewajibkan penggunaan masker untuk siswa atau guru yang mengajar. Dalam pedoman pembukaan sekolah kembali tertulis bahwa penggunaan masker hanya dianjurkan dan direkomendasikan jika tidak dapat melakukan jarak sosial di sekolah atau bus sekolah yang ditumpangi.

"Tapi, saat ini masker tidak diperlukan untuk siswa kami. Kami akan memberi setiap siswa hingga dua masker yang dapat digunakan kembali berdasarkan permintaan dan tanpa dipungut biaya pada hari pertama sekolah. Jika pemerintah Federal atau Negara Bagian mewajibkan penggunaan masker, maka barulah kita harus mengikuti hal itu dan mewajibkan semua siswa menggunakan masker," bunyi pedoman tersebut.

Dalam pedoman itu, pihak distrik juga mengatakan bahwa sekolah tidak akan melakukan pemeriksaan suhu dan memaksa orang tua serta karyawan untuk melakukan pemeriksaan sendiri di rumah sebelum pergi ke sekolah. Salah satu upaya pencegahan Corona yang dilakukan sekolah adalah dengan meletakkan pembersih tangan atau hand sanitizer di ruang-ruang kelas dan memberlakukan jarak sosial jika memungkinkan.

Pihak distrik sekolah mengatakan kepada NBC News pada Rabu pagi bahwa selain kasus ini tidak ada kasus positif lain yang dilaporkan sejak sekolah dimulai.



Simak Video "Ilmuwan Ungkap Cara Paling Aman Bercinta di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)