3 Tips Agar Tetap Nyaman Pakai Masker saat Cuaca Panas dan Lembap

Hestianingsih - wolipop Selasa, 07 Jul 2020 19:30 WIB
Single mother and her small son with face masks looking through window while being in isolation at home. Focus is on boy. Ilustrasi ibu dan anak memakai masker. Foto: Getty Images/skynesher
Jakarta -

Selama pandemi virus Corona masih belum terkendali, selama itu pula manusia harus memakai masker. Harus diakui bahwa penggunaan masker memang tidak nyaman tapi mau tidak mau hal itu mesti dilakukan demi mencegah penularan.

"Pandemi COVID-19 terus mengalami peningkatan kasus, jadi lebih penting dari kapan pun untuk memakai masker. Sampai kita punya vaksinnya, masker adalah pertahanan terbaik kita melawan virus," ujar Direktur Medis dari One Medical Natasha Bhuyan, MD, seperti dikutip dari Refinery 29.

Pakar kesehatan lainnya, Dr. Nate Favini, juga mengakui bahwa tidak ada yang setuju memakai masker lebih nyaman ketimbang tanpa masker. Namun jika ingin kurva penyebaran virus Corona melandai maka wajib dilaksanakan.


"Masker memang diakui tidak nyaman, terutama saat cuaca panas dan lembap. Mereka mengganggu, dan menurutku kita tidak harus berpura-pura kalau itu tidak benar. Saya berempati tapi bukan berarti memakai masker tidaklah penting," tutur Nate.

Untuk meminimalisir rasa tidak nyaman saat memakai masker, Dr. Nate punya beberapa tips yang bisa dilakukan. Khususnya jika masker dikenakan di iklim tropis yang cenderung panas seperti Indonesia.

1. Pilih Masker dengan Struktur yang Memudahkan Bernapas

Dr. Nate menyarankan agar memilih masker dengan struktur atau bentuk yang memudahkan untuk bernapas. Masker bentuk duck bill atau punya moncong akan memberi ruang lebih lega ketimbang masker berbentuk datar.

Tapi perlu diingat semakin mudah bernapas ketika pakai masker maka akan semakin minim proteksi dari paparan droplet. Maka dari itu kamu sebaiknya menyiapkan dua jenis masker. Gunakan masker yang lebih efektif menyaring partikel ketika berada di lingkungan dengan banyak orang baik outdoor maupun indoor.

2. Pilih Bahan Masker yang Tepat

Menggunakan masker dengan bahan yang memungkinkan kulit untuk bernapas sangat penting jika kamu termasuk pemilik kulit sensitif, mudah ruam-ruam atau berjerawat. Dokter spesialis kulit Ted Lain, MD, menyarankan untuk mencari masker dari bahan katun, neoprene atau scuba yang ramah bagi kulit.


3. Siapkan Masker Cadangan

Semakin lama dipakai masker akan jadi lembap karena uap dan keringat. Alhasil kamu semakin tidak nyaman menggunakan masker hingga ingin sering-sering melepasnya.

"Keringat dan kelembapan di area sekitar masker bisa memicu dermatitis bahkan timbulnya jerawat," kata Dr. Ted.

Solusinya adalah selalu bawa masker cadangan. Jadi saat masker yang satu sudah mulai tidak nyaman dipakai kamu bisa menggantinya dengan masker baru yang masih kering, bersih dan aromanya lebih segar.



Simak Video "Tips Bikin Konektor Masker Tanpa Mesin Jahit"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)