ADVERTISEMENT

Pejuang Bayi Tabung

Bikin Haru, Ini Cerita Jatuh Bangun Para Pejuang Bayi Tabung

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 08 Mar 2020 15:02 WIB
Foto: instagram @dinivaldiani Foto: instagram @dinivaldiani


Perjuangan yang sama untuk mendapatkan dia garis biru diungkapkan oleh selebgram, pebisnis kuliner dan busana muslim, Fanie Maulida. Ia menuturkan ditahun keempat menikah bisa mendapatkan keturunan melalui program bayi tabung. Dan kebahagiaannya pun berlipat karena mendapatkan sepasang anak kembar sekaligu, laki-laki dan perempuan.

"Mulai program itu mulai setahun menikah karena nggak hamil-hamil. Dari situ ada masalah kesehatan kita. Dan dari situ mulai inseminasi mulai suntik macam-macam untuk memicu hormon. Tapi gagal setelah beberapa kali inseminasi, akhirnya kita memutuskan untuk IVF. Alhamdulillah sekarang saya punya anak kembar laki-laki dan perempuan. Di usia pernikahan tahun ke empat," ungkap Fanie.

Pejuang bayi tabungPejuang bayi tabung Foto: gresnia/wolipop



Cerita yang terakhir dari fotografer dan videografer Diny Paramitha. Ia menderita Thalassemia, yaitu ketidakmampuan memproduksi sel darah merah dan hemoglobin, merujuk sekelompok penyakit kelainan darah genetik atau penyakit bawaan yang ditandai oleh kerusakan produksi sel darah atau struktur hemoglobin, protein ditemukan di dalam sel-sel darah merah merah.

Thalassemia yang dideritanya itu yang kemudian membuat Diny memutuskan langsung menjalani program hamil melalui bayi tabung setelah dia dan sang suami menikah. "Awalnya aku dan suami sebelum menikah itu tahu kalau kita Thalassemia atau carrier Thalassemia. Kalau kita sama-sama carrier ketemu dan berhubungan langsung terus punya anak, chance anaknya itu jadi thalasemia mayor," jelas Diny.

Bagaimana cerita lebih lengkap perjuangan Lulu Elhasbu, Dini Valdiani, Fanie Maulida dan Diny Paramitha dalam usaha memiliki momongan melalui program bayi tabung? Simak terus liputan khusus wolipop 'Para Pejuang Bayi Tabung'.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(gaf/eny)