Ada Benjolan di Payudara Kesha Ratuliu, Kenali Bedanya Kista dan Tumor

Hestianingsih - wolipop Selasa, 25 Feb 2020 13:39 WIB
kesha ratuliu Kesha Ratuliu mengaku ada benjolan seperti tumor atau kista pada payudaranya. Foto: instagram @dsrdbride
Jakarta -

Beberapa waktu lalu Kesha Ratuliu mengungkapkan kalau dirinya menemukan ada benjolan pada payudara kanannya. Setelah memeriksakan diri ke dokter dan USG, ternyata ukuran benjolan tersebut sudah cukup besar, mencapai 3 cm.

Kesha Ratuliu mengatakan bahwa benjolan tersebut bisa jadi tumor atau kista. Artis sinetron ini belum bisa memastikan jenis benjolan tersebut karena saat mem-posting di Instagram Story, dirinya belum periksa ke dokter onkologi.

Kesha Ratuliu sendiri baru memeriksakannya pada hari ini, Rabu (25/02/2020), seperti dilihat dari postingan foto di Instagram Story-nya. Benjolan pada payudara memang bisa mengindikasikan beberapa masalah kesehatan seperti adanya tumor, kista atau kanker.

Ada Benjolan di Payudara Kesha Ratuliu, Kenali Bedanya Kista dan TumorPostingan Instagram Kesha Ratuliu soal tumor payudara. Foto: Instagram @kesharatuliu05


Dalam kasus Kesha Ratuliu sendiri, ia memperkirakan benjolan di payudara kanan tersebut adalah tumor jinak. Namun bisa jadi berupa kista. Sebenarnya apa perbedaan tumor dan kista?


Seperti dikutip dari Mayo Clinic, kista merupakan sejenis 'kantong' berisi air, cairan atau material lainnya. Benjolan kista bisa muncul di berbagai area tubuh termasuk tulang, organ dalam dan jaringan lunak.

Dilansir Health Line, beberapa ciri kista yang bisa dikenali sendiri antara lain merah dan bengkak, ada titik hitam atau blackhead, benjolan terasa lunak dan ketika dipegang bergerak-gerak di bawah kulit.

Ada banyak jenis kista dengan penyebab yang berbeda-beda. Misalnya saja karena penumpukan sel kulit mati, akibat iritasi atau cedera pada folikel rambut, sumbatan pada saluran folikel rambut, degenerasi jaringan sendi hingga ovulasi.

Ada Benjolan di Payudara Kesha Ratuliu, Kenali Bedanya Kista dan TumorPostingan Instagram Kesha Ratuliu soal tumor payudara. Foto: Instagram @kesharatuliu05


Kebanyakan kista tidak bersifat kanker. Namun kanker bisa menjadi salah satu penyebab munculnya kista.

Sementara tumor adalah pembentukan sel atau jaringan tubuh yang abnormal. Dalam keadaan normal, sel-sel di dalam tubuh berkembang dan menggandakan diri untuk membentuk sel baru, ketika tubuh memerlukannya. Saat sel-sel yang sudah tua mati, mereka akan digantikan dengan sel baru.


Tumor terbentuk ketika proses di atas tidak berjalan dengan semestinya. Saat sel-sel yang sudah tua dan rusak masih bertahan ketika mereka seharusnya mati, sementara sel baru terbentuk justru ketika tubuh tidak membutuhkannya. Sel-sel yang tidak perlu ini terus membelah diri sehingga membentuk tumor.

Beberapa tumor bersifat jinak, artinya terbentuk hanya di satu area dan tidak menyebar ke jaringan di bagian lainnya. Ada pula yang sifatnya ganas atau kita kenal dengan sebutan kanker. Artinya tumor tersebut menyebar ke jaringan-jaringan di sekitarnya.

Dokter biasanya bisa mengetahui apakah benjolan itu termasuk kista atau bukan. Tapi kebanyakan dokter mengandalkan diagnosa pencitraan menggunakan alat untuk lebih memastikannya. Bisa dengan USG (ultrasonografi), CT scan, MRI dan mamogram.


Kista yang pinggirannya terlihat halus baik secara kasat mata maupun diagnosa pencitraan, kemungkinan besar bersifat jinak. Tapi bila gumpalan atau benjolan berisi komponen padat, karena jaringan bukannya cairan atau air, bisa jadi jinak juga tapi tidak menutup kemungkinan bersifat ganas.

Maka dari itu Kesha Ratuliu menyarankan para wanita agar sadari (periksa payudara sendiri) dan jika menemukan ada yang tidak normal segera periksa ke dokter.

"Jika kalian menemui benjolan dan sebagainya langsung check ke dokter ongkologi, supaya tahu apakah benjolan yang kalian miliki itu aman atau nggak," imbau Kesha Ratuliu.



Simak Video "Waspada Kandungan 2 Bahan Berbahaya di Skincare"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)