Ewww! Perusahaan Ini Jual Tisu Bekas Pakai Seharga Rp 1,3 Juta

Hestianingsih - wolipop Jumat, 18 Jan 2019 17:37 WIB
Tisu bekas pakai yang dijual Rp 1,3 juta. Foto: Dok. Vaev Tissue Tisu bekas pakai yang dijual Rp 1,3 juta. Foto: Dok. Vaev Tissue

Jakarta - Tisu sejatinya adalah benda sekali pakai yang langsung dibuang setelah digunakan. Tapi perusahaan satu ini justru menjadikannya sebagai produk untuk dijual.

Vaev Tissue, perusahaan berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat, menjual produk yang bisa dibilang cukup aneh. Vaev menjual tisu bekas pakai seharga USD 79,99 atau sekitar Rp 1,3 juta. Bagaimana bisa tisu bekas pakai dijual dengan harga yang tak terbilang murah?

Perusahaan ini mengklaim bahwa menggunakan tisu bekas pakai bisa melindungi tubuh dari pilek dan flu. Klaim Vaev Tissue ini belum mendapatkan persetujuan dokter, maupun diteliti secara ilmiah.

Meskipun dijual dengan harga cukup mahal, tisu bekas pakai ini laris manis. Seperti dikutip dari Metro, produk tisu yang dijual tersebut sempat kehabisan stok di online shop.

Tisu bekas pakai yang dijual ini bukannya dipungut secara sembarangan dari berbagai tempat. Sebelum dikemas, Vaev Tissue akan meminta orang-orang menggunakan tisu tersebut untuk bersin.

Tisu yang sudah terkena bersin tentunya akan penuh dengan virus maupun bakteri. Ide dari produk ini adalah, semakin banyak seorang manusia terpapar bakteri atau virus, maka semakin kuat sistem imun yang dimilikinya.


Ewww! Perusahaan Ini Jual Tisu Bekas Pakai Seharga Rp 1,3 JutaDijual, tisu bekas pakai seharga Rp 1,3 juta. Foto: Dok. Vaev Tissue

"Produk ini merupakan tisu generik yang mungkin bisa kamu temukan di toko. Tisu kemudian dimasukkan dalam hydrolayer, yakni tebaran bersin manusia," kata pendiri Vaev Tissue Oliver Neissen.

Oliver menjelaskan bahwa bersin tersebut berasal dari orang yang sedang sakit dan datang ke laboratoriumnya. Mereka lalu bersin menggunakan tisu 'normal' dan setelah itu tisu langsung dikemas lalu dijual.

"Kami punya perputaran orang yang (sengaja) sakit untuk memproduksi produk ini. Perputaran ini untuk menjamin bahwa kami setidaknya punya orang sakit yang tersedia untuk membantu membuat (tisu) lebih banyak lagi. Begitulah prosesnya. Alami, dan kami tidak dibebani oleh ilmu pengetahuan yang suram," tutur Oliver.


Dia mengklaim bahwa para konsumen yang telah membeli tisu bekas pakai memberikan respon cukup positif. Namun Oliver tidak menjelaskan lebih lanjut seperti apa dampak positif dari penggunaan tisu bekas pakai tersebut.

Oliver memang mengakui produknya belum mendapat sertifikasi keamanan maupun kesehatan dari pihak yang berwenang. Tak ada juga peran dokter dalam produksi tisunya. Ia pun tak mengklaim kalau Vaev Tissue terdaftar sebagai perusahaan obat, tapi lebih pada brand kesehatan.

Lebih lanjut, Oliver mengklaim kalau tisu bekas pakainya tak hanya mengandung residu bersin manusia. Tapi juga memiliki kandungan garam, enzim antiseptik, immunoglobulins dan glycoproteins yang baik untuk ketahanan tubuh.
(hst/hst)