Pria & Wanita yang Sakit Parah Ini Jatuh Cinta Seperti Film Fault in Our Stars

Eny Kartikawati - wolipop Selasa, 20 Sep 2016 08:41 WIB
Foto: Dok. Facebook
Jakarta - Pasangan ini disebut sebagai perwujudan nyata dari kisah Fault in Our Stars. Kisah mereka sama mengharukannya seperti cerita cinta tokoh Hazel dan Augustus.

Adalah Katie dan Dalton Prager yang dijuluki pasangan 'Fault in Our Stars'. Seperti kedua tokoh dari novel yang kemudian diangkat menjadi film itu, Katie dan Dalton dipertemukan karena penyakit mereka cystic fibrosis, yang sulit disembuhkan. Cystic fibrosis merupakan penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket, sehingga menyumbat saluran-saluran di dalam tubuh. Akibat penyumbatan ini beberapa organ, terutama paru-paru dan sistem pencernaan, mengalami gangguan dan bahkan kerusakan.

Jalinan asmara Katie dan Dalton bermula dari dunia maya. Mereka berkenalan di Facebook dan kerap berkomunikasi melalui media sosial tersebut. Keduanya paham akan menjadi terlalu berbahaya untuk bertatap muka karena Dalton juga menderita Burkholderia cepacia, infeksi menular untuk penderita cystic fibrosis.

Dokter sudah memperingatkan Katie untuk tidak bertemu dengan penderita cystic fibrosis lainnya, karena khawatir tertular bakteri. Meski demikian karena sudah begitu jatuh cinta, Katie meminta Dalton mengunjunginya di Kentucky.



"Aku bilang pada Dalton, lebih baik aku bahagia, benar-benar bahagia, selama lima tahun hidupku dan meninggal lebih cepat, daripada bahagia saja dan hidup selama 20 tahun," kata Katie mengenang ucapannya pada Dalton seperti dikutip CNN.

Dua tahun setelah kunjungan Dalton ke rumah Katie, keduanya menikah pada 2011. Saat itu usia mereka baru 20 tahun. Dan setelah itu Katie juga tertular Burkholderia cepacia.

Setelah menikah, pasangan suami-istri ini menunggu untuk mendapatkan transplantasi paru-paru dari University of Pittsburgh Medical Center. Dalton yang pertama mendapatkan transplantasi paru-paru tersebut pada 17 November 2014. Sedangkan Katie baru mendapatkan tranplantasinya pada Juli 2015.

Pasca tranplantasi tersebut ternyata perjuangan mereka melawan penyakit masih berlanjut. Dalton yang awalnya baik-baik saja setelah mendapatkan paru-paru baru, terkena lymphoma. Kanker tersebut berhasil diatasinya, namun dia harus masuk rumah sakit lagi karena pneumonia dan infeksi.

Tranplantasi yang diterima Katie pun tidak berjalan lancar. Dia harus masuk dan keluar rumah sakit. Dan pada awal September ini, dokter mengatakan tidak ada lagi yang mereka bisa lakukan untuk mengobatinya.

Sementara Katie berjuang untuk bertahan hidup, Dalton harus dirawat di ICU dan dibantu pernapasannya dengan ventilator selama dua minggu. Pekan lalu keluarga Dalton berharap pria itu bisa diterbangkan dari Missouri, tempatnya dirawat ke Kentucky, tempat Katie dirawat. Keluarga ingin Dalton tetap berada di sisi Katie.

Tapi takdir berkata lain. Dalton tidak cukup sehat untuk terbang ke Kentucky. Dia meninggal dunia pada Sabtu (17/9/2016) pada usia 25 tahun. Katie tidak berada di sisinya saat sang suami meninggal. Satu-satunya komunikasinya terakhirnya dengan Dalton adalah melalui Face Time, itu pun saat pria tersebut sudah dalam keadaan sekarat.

"Dia bilang dia mencintainya. Tapi aku tidak tahu apakah dia (Dalton) bisa mendengar suaranya atau tidak," kata ibunda Dalton, Debra Donovan.

Kini Dalton sudah meninggalkan Katie tanpa sempat memberikan ciuman selamat tinggal. Mereka terakhir bertatap muka adalah pada ulang tahun pernikahan yang ke-5, pada 16 Juli 2016.

(eny/eny)