Bahayanya Pakai Baju Baru Tanpa Dicuci Terlebih Dahulu

Hestianingsih - wolipop Selasa, 21 Jun 2016 15:05 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Tidak sedikit orang yang langsung memakai baju yang baru ia beli tanpa mencucinya terlebih dahulu. Entah karena sudah tidak sabar memakai baju baru, atau alasan waktu yang tidak sempat. Kebiasaan pakai baju baru tanpa dicuci, ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan terutama kulit.

Menurut pakar tekstil Lana Hogue, tidak mencuci baju yang baru Anda beli dari butik atau toko akan meningkatkan risiko Anda terkena kuman atau bakteri dari pengunjung toko lain yang sebelumnya mencoba pakaian tersebut. Belum lagi bahan-bahan kimia yang digunakan dalam industri tekstil, yang mungkin berbahaya jika bersentuhan langsung dengan manusia.

Lana mengingatkan, pakai baju baru tanpa dicuci terlebih dahulu akan membuat zat-zat kimia yang digunakan dalam proses pembuatan di pabrik langsung terekspos pada kulit. Tak hanya bahan kimia dari industri pabrik, tapi juga partikel-partikel berbahaya lain yang mungkin menempel pada permukaan kain selama proses distribusi sebelum sampai ke retailer.

Kepada Elle, Lana yang juga ahli di bidang perusahaan pakaian ini menjelaskan bahwa bahan pewarnaan kain biasanya tidak 'ramah' bagi kulit. Artinya, potensi menimbulkan iritasi atau alergi bisa jadi besar.

Baca Juga: 50 Inspirasi Busana Muslim untuk Lebaran

"Anda jelas harus mencuci baju baru sebelum memakainya. Terutama pakaian yang langsung menempel ke kulit atau dipakai saat Anda berkeringat. Sebagian besar zat kimia yang dipakai dalam pewarnaan kain dan benang yang ditempatkan di gulungan diketahui sebagai iritan (penyebab iritasi)," papar Lana, seperti dikutip dari Daily Mail.

Zat kimia yang biasanya dipakai dalam industri pakaian dua diantaranya Formaldehyde dan azo-aniline. Banyak kain sintetis yang mendapatkan warnanya dari pewarnaan menggunakan azo-aniline. Zat ini bisa menyebabkan reaksi parah pada kulit yang sensitif atau alergi terhadap zat tersebut.

Formaldehyde berwujud gas tidak berwarna yang diaplikasikan pada beberapa produk pakaian untuk mencegahnya jadi berkerut atau kusut. Zat ini juga mengurangi pembentukan jamur pada kain yang sudah ditumpuk dalam waktu lama.

Terlepas dari kegunaannya, zat ini juga berpotensi memicu iritasi dan reaksi alergi. Sementara sejumlah ilmuwan bahkan mempercayai kalau Formaldehyde bisa meningkatkan risiko kanker.

Selain itu tekstil juga disemprotkan produk-produk tertentu yang memudahkan benang-benang masuk ke dalam mesin tenun. Serat-serat benang pun seringkali diratakan dengan berbagai bahan kimia lainnya. Belum lagi sel-sel kulit mati dan rontokan rambut dari berbagai orang yang mungkin tertinggal saat mencoba pakaian.

Bagi orang yang kulitnya sensitif, wanita yang telah 30 tahun bekerja di industri pakaian ini memperingatkan bahwa zat-zat kimia dan residu tersebut bisa menimbulkan peradangan seperti dermatitis atau eksim. Yakni peradangan parah yang bisa membuat kulit merah-merah, gatal dan bersisik. (hst/hst)