Kondisi Kesehatan yang Perlu Diwaspadai Setelah Usia 20 Tahun

Hestianingsih - wolipop Rabu, 02 Sep 2015 08:00 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta -

Usia 20-an tahun adalah masa di mana tubuh berada pada kondisi paling bugar. Baik kesehatan organ dalam, kulit maupun reproduksi. Maka tidak banyak pria dan wanita di usia 25 tahun ke atas yang memeriksakan kesehatan secara rutin, kecuali ada keluhan sakit yang dirasakan pada tubuh.

"Selama pria merasa badannya sehat, berat badannya stabil, tidak mengalami sakit berkepanjangan, bisa berperan baik dalam pekerjaan, hubungan asmara maupun meyelesaikan tugas di rumah, maka secara keseluruhan mereka tidak perlu periksa ke dokter. Begitu juga dengan wanita, meskipun mereka seharusnya rutin periksa ke ginekolog untuk Pap smears atau cek payudara," jelas Dr. Ted Epperly dari American Academy of Family Physicians, seperti dikutip dari Sun Sentinel.

Namun bukan berarti mereka yang berada di usia 20 tahunan bebas sama sekali dari gangguan kesehatan. Temuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dimuat dalam Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan pada 2012 menunjukkan adanya peningkatan risiko kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia hingga 59,5 persen dalam kurun waktu 12 tahun.

Data WHO menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di dunia pada 2008, hampir dua pertiganya disebabkan oleh PTM. Menurut WHO lagi, kematian akibat PTM diperkirakan akan terus meningkat. Beberapa penyebabnya antara lain kanker, penyakit jantung, stroke dan diabetes. Lalu pada 2030, diperkirakan kenaikan kematian akibat PTM mencapai 9 juta jika dibandingkan dengan saat ini.

Salah satu penyebabnya adalah kesadaran akan gaya hidup sehat yang makin berkurang. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga lupa makan dan stres, kurang olahraga dan kurangnya mendapatkan informasi tentang diet sehat ikut memicu kematian di usia muda akibat PTM. Ini beberapa penyakit dan gangguan kesehatan yang bisa menyerang di usia 20 hingga 30 tahun, yang patut Anda waspadai:

1. Depresi
Mereka yang berada di awal-awal usia matang cukup rentan terkena gangguan kesehatan mental, dan biasanya terjadi di usia 24 tahun ke atas. Saat ini depresi menjadi masalah yang cukup banyak ditemui di usia muda. Sebanyak 11 persen depresi dialami wanita usia muda, dan enam persen menyerang pria muda.

2. Hipertensi dan Kolesterol
Sebanyak tiga persen orang di usia muda menjelang dewasa mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi. National Cholesterol Education Program menyarankan, orang dewasa berusia 20 tahun ke atas sebaiknya melakukan pemeriksaan kolesterol setiap lima tahun sekali. Lebih awal hipertensi diatasi, risiko terkena serangan jantung dan stroke juga lebih kecil.

3. Kanker
Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, sering makan junk food dan kurang olahraga menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Maka sangat penting untuk memerhatikan apa yang Anda konsumsi dan kegiatan sehari-hari pada usia 20 tahun ke atas. Berhenti merokok, kurangi minum alkohol dan menjalani diet sehat adalah kunci agar terhindar dari penyakit mematikan. Menurut Holly Trandel dari Robert H. Lurie Comprehensive Cancer Center di Northwestern University, membiasakan hidup sehat bisa mengurangi risiko terkena kanker di usia lanjut.

4. Osteoporosis
Kepadatan tulang seseorang, khususnya wanita sangat bagus menjelang dan di awal-awal usia 20 tahun. Seiring bertambahnya usia, tulang jadi lebih rentan mengalami pengeroposan atau osteoporosis, dan lebih parah lagi ketika Anda berusia 30-an tahun. Maka dari itu Felicia Cosman, MD, direktur klinis dari National Osteoporosis Foundation menyarankan untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini.

Lebih banyak massa tulang yang Anda miliki di usia muda, akan lebih sehat juga tulang Anda dalam 10 tahun ke depan dan risiko osteporosis pun berkurang. Salah satu caranya dengan rajin berolahraga. Dr. Ted menyarankan untuk berolahraga sedikitnya 30 menit per hari, lima kali seminggu.

5. Diabetes
Kesibukan yang padat membuat orang tidak memerhatikan asupan nutrisi. Makanan cepat saji yang miskin nutrisi namun tinggi kalori kerap menjadi pilihan untuk sekadar mengenyangkan perut dan sebagian besar mengandung karbohidrat tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dan gula bisa meningkatkan risiko diabetes di usia muda. Selain itu diabetes juga dipicu oleh jam tidur yang tidak teratur dan kurangnya olahraga.

(hst/hst)