5 Risiko Miliki Tubuh Terlalu Kurus Seperti Angelina Jolie

Eny Kartikawati - wolipop Rabu, 24 Des 2014 18:24 WIB
dok. Thinkstock
Jakarta - Aktris Angelina Jolie memiliki tubuh yang sangat kurus. Menurut salah satu bintang film 'Unbroken' yang disutradarainya, Jolie kerap mengurangi makan demi merasa senasib sepenanggungan dengan para aktor layar lebarnya yang berperan sebagai tawanan perang. Tubuh kurus istri Brad Pitt ini bukan pertamakalinya menjadi sorotan. Sebelumnya pada 2012, seorang ahli gizi menyebutkan Jolie kurang gizi karena tubuhnya yang terlalu kurus.

Seorang ahli kesehatan, Dr Drew Pinsky yang menjadi salah satu narasumber dalam acara talkshow The View yang tayang di ABC mengingatkan kaum wanita bahwa tidak harus menganggap aktris seperti Jolie sebagai wujud dari kecantikan yang ideal. Apalagi jika cantiknya tersebut diukur dari bentuk tubuh yang kurus.

Dr Drew menyimpulkan bahwa aktris cantik kelahiran 4 Juli 1975 tersebut mengalami kekurangan gizi. "Dia kekurangan gizi. Aku hanya melihat kondisi kekurangan gizi," ujarnya. Dalam acara TV tersebut, Dr Drew juga menyebut makin kurusnya Angelina Jolie 'membahayakan'.

Memiliki tubuh kurus seperti Jolie memang membahayakan. Sudah banyak riset yang menyebutkan risiko kesehatan ketika memiliki tubuh kurus ini. Penelitian yang dilakukan Dr. Joel Ray asal Kanada misalnya mengungkapkan mereka yang memiliki indeks masa tubuh kurang dari 18,5 berisiko meninggal lebih cepat ketimbang yang indeks masa tubuhnya normal yaitu antara 18,5 sampai 24,9.

Berikut ini lima masalah kesehatan yang berisiko dialami oleh para pemilik tubuh kurus seperti dirangkum dari berbagai sumber:

1. Penyakit Jantung dan Diabetes
Penyakit jantung dan diabetes biasanya diindetikkan sebagai masalah kesehatan pada orang kelebihan berat badan dan obesitas. Namun ternyata orang yang bertubuh kurus juga tidak imun terhadap dua penyakit tersebut. Pemilik tubuh kurus bisa dengan gampangnya mengonsumsi fast food, tidak berolahraga dan berpikir mereka bisa tetap sehat karena tidak menjadi gemuk. Padahal kenyataannya gaya hidup tersebut bisa mempengaruhi tingkat gula darah dan memperbanyak jumlah kolesterol buruk dalam tubuh.

2. Sistem Imun Lemah
Sistem imun berfungsi seperti penjaga di gerbang tubuh yang bertugas memastikan tidak ada benda asing atau abnormal masuk ke dalam. Sistem imun ini memerlukan bahan bakar untuk membasmi infeksi yang disebabkan karena masuknya benda asing tersebut. Kecuali si pemilik tubuh kurus rutin makan sehat, risikonya terkena penyakit bisa lebih kecil. Namun kalau pola makannya berantakan dia bisa mudah jatuh sakit akibat virus yang masuk ke dalam tubuh tersebut. Penyakit yang ringan seperti flu dan demam hingga serius seperti kanker dapat mudah menyerang si kurus.

3. Anemia
Banyak orang yang berat badannya kurang setiap saat merasa lelah. Kekurangan energi dan mudah lelah ini merupakan gejala umum dari anemia. Gejala lainnya dari anemia adalah detak jantung yang tidak teratur, nafas pendek, pusing dan sakit kepala. Anemia merupakan penyakit akibat kekurangan sel darah mereah. Sel darah merah ini bertanggungjawab mengedarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Dan ketika si sel darah merah jumlahnya tidak cukup, tubuh jadi tidak mendapatkan cukup bahan bakar untuk berenergi. Anemia disebabkan karena rendahnya jumlah zat besi, B-12 dan folat. Oleh karena itu sebaiknya pemilik tubuh kurus perlu rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah mereka mendapatkan nutrisi yang cukup atau tidak.

4. Masalah Kesuburan
Wanita dengan berat badan yang kurang, yaitu dengan indeks masa tubuh kurang dari 18,5, berisiko mengalami masalah reproduksi. Pertama, siklus menstruasi terkadang berhenti atau menjadi tidak teratur karena terlalu kurus. Masalah kedua datang ketika si wanita kurus hamil. Karena menstruasi yang tidak teratur ini mempengaruhi lapisan rahim yang mendukung janin. Menurut penelitian, wanita bertubuh kurus 72% berisiko keguguran pada trimester pertama kehamilan.

5. Osteoporosis
Terlalu kurus juga bisa membuat kepadatan tulang lebih rendah dan berisiko terkena osteoporosis. Ditambah lagi jika lemak tubuh Anda terbilang rendah. Lemak pada dasarnya tetap diperlukan tubuh salah satunya untuk memproduksi estrogen. Ketika tubuh kekurangan estrogen, tulang menjadi rapuh dan mudah parag. Risiko osteoporosis karena kurangnya lemak pada tubuh ini bisa dialami pria maupun wanita, tidak peduli juga berapapun usia mereka.



(eny/eny)