Penting Perhatikan 10 Hal Ini Sebelum Memilih Personal Trainer

Intan Kemala Sari - wolipop Minggu, 16 Nov 2014 10:50 WIB
Dok. Thinkstock Dok. Thinkstock

Jakarta -

Kebanyakan orang lebih memilih berolahraga di pusat kebugaran dengan berbagai fasilitas yang disediakan. Mereka juga tidak segan-segan untuk mengeluarkan kocek lebih demi memiliki pelatih pribadi atau yang lebih sering disebut dengan personal trainer. Mempunyai pelatih pribadi dapat membuat Anda lebih termotivasi dalam berolahraga hingga lebih cepat mencapai sasaran yang dituju.

Tidak hanya itu saja, pelatih pribadi juga bisa membantu dalam memaksimalkan waktu latihan, mencegah timbulnya cedera serta melihat sejauh mana keberhasilan yang diraih. Namun sebelum itu, tidak ada salahnya untuk mengetahui hal-hal yang dapat menjadi pertimbangan Anda dalam memilih personal trainer.

1. Identitas
Seorang personal trainer yang baik selayaknya harus mampu menunjukkan sertifikasi keahlian mereka. Untuk mendapatkannya, para pelatih biasanya harus lulus dari serangkaian ujian yang diadakan oleh organisasi olahraga yang terakreditasi. Di Amerika misalnya, The American Council on Exercise (ACE), the National Academy of Sports Medicine (NASM) atau the National Strength and Conditioning Association (NSCA). Hal ini diperlukan untuk memastikan mereka telah memenuhi standar profesionalisme dan kompetensi dari agar dapat dipercaya.

2. Pengalaman
Memilih personal trainer hendaknya yang sudah mempunyai pengalaman dalam menangani para kliennya. Personal trainer yang berpengalaman biasanya lebih cepat tanggap dalam menentukan latihan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Sebaiknya jangan sungkan untuk mengobrol-ngobrol lebih dulu dengan calon personal trainer sebelum memilih yang terbaik.
 
3. Kepribadian
Jika Anda mempunyai watak yang keras dan sulit diatur, seleksi para personal trainer sebelum Anda memutuskan untuk bekerja sama dengannya. Pilihlah yang bisa mengimbangi kepribadian Anda dan secara tegas serta disiplin mampu mengontrol Anda dalam melakukan latihan.

4. Filosofi
Carilah personal trainer yang mempunyai pikiran yang sepaham dengan Anda. Jangan sampai di tengah jalan Anda berselisih paham dengannya hanya karena Anda lebih suka berlari di atas treadmill ketimbang naik sepeda statis. Bicarakan padanya apa yang membuat Anda merasa nyaman dan tidak nyaman sehingga personal trainer dapat mengerti kemauan Anda.

5. Keahlian
Jika Anda berolahraga di pusat kebugaran dengan tujuan untuk menurunkan berat badan, sebaiknya carilah personal trainer yang ahli dalam bidang ini hingga target yang dimiliki bisa tercapai berkat bantuannya. Apabila tidak selektif dalam memilihnya, salah-salah Anda justru mendapat personal trainer yang justru berpengalaman di bidang pembentukkan badan.

6. Biaya
Sebelum memutuskan untuk memilih personal trainer, sebaiknya pikirkan matang-matang berapa biaya yang harus Anda keluarkan jika ingin menyewa jasa mereka. Jangan sampai anggaran biaya Anda tidak sesuai dengan daftar biaya yang ditentukan. Cara mengatasinya adalah, mungkin Anda bisa menyewa personal trainer dengan beberapa teman atau keluarga Anda dan menjalani latihan bersama-sama.

7. Ketersediaan Waktu
Jangan sungkan untuk menanyakan jadwal personal trainer agar bisa menyesuaikannya dengan jadwal Anda. Pilih waktu yang tepat untuk memulai latihan, entah di pagi hari atau sore hari setelah bekerja. Tentukan juga berapa kali Anda akan latihan selama seminggu.

8. Lokasi
Maraknya pusat kebugaraan yang tersebar di seluruh penjuru kota memudahkan kita untuk memilih pusat kebugaran. Carilah salah satunya yang paling dekat dari lokasi kantor atau rumah untuk memudahkan Anda dalam berolahraga. Pusat kebugaran sekarang ini umumnya berada di dalam pusat perbelanjaan karena aksesnya lebih mudah dijangkau.

9. Kemajuan
Sebaiknya, carilah personal trainer yang secara bertahap selalu mengukur kemampuan dari tiap latihan sehingga Anda dapat melihat kemajuan dan kerja keras Anda membuahkan hasil. Personal trainer juga memastikan Anda untuk tetap konsisten dalam melakukan latihan sehingga usaha yang Anda lakukan tidak sia-sia.

10. Reputasi
Setelah berhasil mencapai tujuan yang diinginkan, bukan hanya anda yang senang namun juga para personal trainer. Mereka juga merasa kerja keras mereka berhasil dan tidak sia-sia. Secara tidak langsung, hal ini turut mendongkrak reputasi para personal trainer dan membuka peluang mereka untuk lebih banyak mendapatkan klien.


(int/aln)