ADVERTISEMENT

Liputan Khusus Menstruasi

Ingin Tetap Fit Saat Menstruasi, Pilih 1 dari 5 Olahraga Ini

- wolipop Jumat, 03 Mei 2013 16:35 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Saat haid, amankah bila berolahraga? Ada yang menganggap olahraga memberi dampak positif, ada pula yang mengatakan bisa mengganggu kondisi tubuh. Menurut spesialis kedokteran olahraga dr. Grace Tumbelaka, olahraga aman-aman saja dilakukan selama tidak berlebihan.

"Datang bulan bukan penghambat olahraga, asal olahraganya sesuai FITT (Frequency, Intensity, Time and Type)," ujarnya kepada wolipop saat berbincang di Restoran Phoenix, Jl. Wijaya, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, belum lama ini.

FITT adalah ukuran standard yang disarankan dalam berolahraga. Artinya, frekuensi tidak lebih dari 5 kali seminggu, dengan intensitas 60-80% beban yang diberikan pada tubuh. Durasi sebaiknya 20-30 menit atau 20-60 menit jika sudah terlatih. Pilihlah olahraga yang disukai dan sesuai kemampuan Anda. Apabila masih bingung dengan olahraga apa yang ingin dilakukan, berikut ini lima jenis olahraga yang cocok saat menstruasi, seperti dikutip dari She Knows.

1. Jalan Kaki
Olahraga keras memang tak disarankan jika Anda sedang menstruasi. Tapi bukan berarti harus tidur atau istirahat saja di rumah. Anda bisa melakukan olahraga ringan, salah satunya jalan sehat. Aktivitas ringan akan membuat tubuh terasa lebih baik.

2. Jogging
Perlu olahraga yang lebih intens? Anda bisa berlari-lari kecil atau jogging. Hormon endorphin yang dilepaskan saat Anda jogging bisa membantu mengatasi mood yang tidak stabil. Pastikan Anda minum cukup air sebelum, saat atau setelah berlari agar tak kekurangan cairan.

3. Yoga
Yoga adalah latihan yang paling fleksibel. Kombinasi gerakannya bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh Anda. Namun gerakan-gerakan yang menuntut tubuh untuk membalikkan badan (kepala di bawah, kaki di atas) tidak disarankan selama periode menstruasi. Yoga bisa membuat tubuh lebih relaks dan menstabilkan mood.

4. Aerobik
Terkadang mood Anda masih naik-turun saat haid, meskipun sudah lewat dari periode PMS. Latihan aerobik bisa jadi cara untuk meluapkan kekesalan. Plus, kini ada kelas aerobik yang dirancang agar pesertanya tidak merasa sedang olahraga tapi lebih seperti berdansa.

5. Dansa
Menggoyangkan tubuh sesuai hentakan irama akan meningkatkan detak jantung dan membakar kalori. Jika datang bulan membuat Anda malas untuk bergerak, maka aktivitas tubuh ini bisa dicoba karena lebih menyenangkan ketimbang olahraga biasa.

(hst/eny)