Ini Kesalahan Olahraga yang Paling Sering Dilakukan

- wolipop Jumat, 26 Agu 2011 10:37 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Tak diragukan lagi, punya tubuh sehat dan berat ideal merupakan dambaan hampir setiap orang, khususnya wanita. Banyak orang melakukan segala cara untuk mendapatkan bentuk tubuh idaman, salah satunya dengan berolahraga.

Tapi seringkali mereka melakukan beberapa kesalahan saat berolahraga sehingga hasilnya tidak optimal bahkan menimbulkan cedera. Berikut ini kami ulas lima kesalahan berolahraga yang kerap dilakukan, agar Anda bisa menghindarinya.

1. Olahraga Terlalu Sering
Mungkin sebagian besar orang berpikir, lebih sering berolahraga hasilnya akan lebih baik. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Dilansir Ourvanity, berolahraga terlalu sering --bahkan melampaui kemampuan fisik-- akan membuat tubuh tidak punya cukup waktu untuk istirahat. Jika tubuh kurang tidur atau istirahat, kemajuan hasil olahraga juga akan terhambat. Akibatnya, olahraga yang telah susah payah Anda lakukan selama ini akan sia-sia.

Kunci mencapai hasil olahraga yang maksimal bukan tergantung pada seberapa sering Anda latihan, tapi seberapa intensif latihan yang dilakukan. Semakin intensif, tubuh semakin memerlukan lebih banyak waktu untuk pemulihan. Simak bahaya kecanduan fitnes disini.

2. Tidak Melakukan Pemanasan
Pemanasan tidak hanya diperlukan saat Anda akan berolahraga berat. Latihan seringan apapun, tetap wajib melakukan pemanasan agar terhindar dari cedera otot atau cedera lainnya yang lebih parah (engsel bergeser, nyeri sendi sampai tulang retak). Pemanasan tidak perlu dilakukan lama-lama, cukup lima sampai sepuluh menit. Cara melakukan pemanasan yang paling utama, bisa dilihat di sini.

3. Melakukan Jenis Latihan yang Sama Lebih dari 6 Bulan
Melakukan latihan yang sama --cardio misalnya-- selama lebih dari enam bulan tidak akan memberikan hasil yang optimal. Kebiasaan ini justru membuat Anda bosan dan lelah berolahraga. Terlebih lagi, saat Anda mengulang jenis olahraga yang sama dalam jangka waktu lama, otot-otot tidak akan tertantang lagi untuk bekerja. Akibatnya, latihan yang dilakukan selama ini tidak akan menampakkan hasil apapun.

Cobalah gerakan-gerakan baru secara berkala. Untuk mendapat hasil lebih maksimal dari olahraga, adalah dengan memberi 'tantangan baru' bagi tubuh untuk mencoba jenis latihan yang berbeda-beda. Ganti gerakan secara konstan, minimal dua minggu sekali. Misalnya, ganti dumbbell squat dengan barbell squat, atau dumbbell ditukar dengan kettlebell.

4. Tetap Olahraga Saat Tubuh Terasa Sakit
Banyak orang yang masih memaksakan berolahraga, padahal mereka sudah merasakan sakit atau nyeri di beberapa bagian tubuhnya. Kebiasaan ini jelas harus dihindari. Anda harus tahu, rasa sakit merupakan cara tubuh memberi sinyal bagi kita, kalau ada sesuatu yang tidak beres. Jika Anda mulai merasakan sakit, detak jantung tidak teratur atau tidak nyaman saat berolahraga, segera berhenti dan periksakan ke dokter.

5. Diet Ketat dan Olahraga Keras
Sebuah kombinasi yang sangat tidak tepat. Tidak mengonsumsi cukup nutrisi saat sedang dalam program fitnes intensif bisa berbahaya bagi tubuh Anda. Rata-rata, manusia memerlukan 2000 kalori untuk menjalani aktivitas normal. Jumlah kalori itu pastinya bertambah ketika seseorang aktif berolahraga. Jika tidak mempunyai cadangan energi dan kalori yang cukup, tubuh akan mengambil tenaga dari massa otot.

Oleh karena itu, pastikan perut Anda sudah terisi makanan 30 menit sebelum berolahraga. Minimal konsumsi pisang atau apel. Tubuh Anda ibarat sebuah mobil, perlu bahan bakar agar bisa berlari secara efisien. Jika perut kosong, tubuh pun tidak bisa bekerja maksimal untuk membakar kalori.

(hst/hst)