Trauma Jadi Idol KPop, Wanita Singapura Ini Sempat Beralih Jadi Sales Manager

Natasha Low yang dulu dikenal dengan panggung Tasha sempat tergabung dalam grup idol bernama Skarf. Sayangnya, girlband tersebut hanya bertahan dua tahun. Setelahnya, ia memutuskan untuk menjadi sales manajer. Foto: Instagram @tashaalow
Natasha Low yang dulu dikenal dengan panggung Tasha sempat tergabung dalam grup idol bernama Skarf. Sayangnya, girlband tersebut hanya bertahan dua tahun. Setelahnya, ia memutuskan untuk menjadi sales manajer. Foto: Instagram @tashaalow
Di 2010, Tasha mengalahkan banyak orang Singapura yang berharap jadi idol KPop pertama dari negara mereka. Ia pun terpilih dan bergabung dengan sesama orang Singapura Ferlyn Wong dan dua rekan dari Korea yakni Jenny dan Sol untuk membentuk SKarf. Foto: Instagram @tashaalow
Di 2010, Tasha mengalahkan banyak orang Singapura yang berharap jadi idol KPop pertama dari negara mereka. Ia pun terpilih dan bergabung dengan sesama orang Singapura Ferlyn Wong dan dua rekan dari Korea yakni Jenny dan Sol untuk membentuk SKarf. Foto: Instagram @tashaalow
Setelah dua tahun melalui training yang intensif, Tasha berhasil debut bahkan menjadi leader dari grup tersebut. Meski awalnya debut SKarf berjalan cukup mulus sayangnya mereka kurang sukses dan bubar dalam dua tahun. Foto: Instagram @tashaalow
Setelah dua tahun melalui training yang intensif, Tasha berhasil debut bahkan menjadi leader dari grup tersebut. Meski awalnya debut SKarf berjalan cukup mulus sayangnya mereka kurang sukses dan bubar dalam dua tahun. Foto: Instagram @tashaalow
Ketika itu, Tasha Low merasa trauma dengan pengalamannya sebagai idol KPop dan memutuskan untuk menjauhi dunia tersebut. Dalam wawancara dengan The New Paper, Tasha mengaku waktu itu hidupnya sangat dikontrol, mulai dari makan hingga penggunaan gadget. Foto: Instagram @tashaalow
Ketika itu, Tasha Low merasa trauma dengan pengalamannya sebagai idol KPop dan memutuskan untuk menjauhi dunia tersebut. Dalam wawancara dengan The New Paper, Tasha mengaku waktu itu hidupnya sangat dikontrol, mulai dari makan hingga penggunaan gadget. Foto: Instagram @tashaalow
Setelah meninggalkan KPop di tahun 2018 aku memutuskan untuk tidak mengejar karier di industri hiburan lagi. Aku sempat menganggur beberapa bulan sebelum aku memutuskan untuk mengambil pekerjaan penuh waktu sebagai sales managers di perusahaan grosir, katanya kepada Asia One. Foto: Instagram @tashaalow
"Setelah meninggalkan KPop di tahun 2018 aku memutuskan untuk tidak mengejar karier di industri hiburan lagi. Aku sempat menganggur beberapa bulan sebelum aku memutuskan untuk mengambil pekerjaan penuh waktu sebagai sales managers di perusahaan grosir," katanya kepada Asia One. Foto: Instagram @tashaalow
Tasha pun jadi trauma dengan dunia KPop. Karena kerasnya latihan, diet, perbedaan budaya, hingga isolasi sosial, wanita 28 tahun itu jadi enggan menonton video klip KPop. Ia bahkan pernah frustasi hingga terpikir bunuh diri. Foto: Instagram @tashaalow
Tasha pun jadi trauma dengan dunia KPop. Karena kerasnya latihan, diet, perbedaan budaya, hingga isolasi sosial, wanita 28 tahun itu jadi enggan menonton video klip KPop. Ia bahkan pernah frustasi hingga terpikir bunuh diri. Foto: Instagram @tashaalow
Meski begitu, Tasha tetap bersyukur pernah punya pengalaman menjadi bagian dari industri KPop.  Foto: Instagram @tashaalow
Meski begitu, Tasha tetap bersyukur pernah punya pengalaman menjadi bagian dari industri KPop.  Foto: Instagram @tashaalow
Pengalaman KPopku telah mengajarkan banyak kemampuan baru. Salah satunya adalah menari dan punya latar belakang tari bertahun-tahun benar-benar membuat belajar wayang (orang) jadi jauh lebih mudah, kata Tasha kepada 8 Days. Foto: Instagram @tashaalow
"Pengalaman KPopku telah mengajarkan banyak kemampuan baru. Salah satunya adalah menari dan punya latar belakang tari bertahun-tahun benar-benar membuat belajar wayang (orang) jadi jauh lebih mudah," kata Tasha kepada 8 Days. Foto: Instagram @tashaalow
Ketika ditanya apakah dia jadi alergi dengan KPop. Ia pun tidak mengelak. Alergi? Itu adalah kata yang bagus. Aku benar-benar menahan diri dari video-video dan lagu-lagu KPop belakangan ini, tutur wanita yang pernah berpartisipasi dalam acara Idol School tersebut. Foto: Instagram @tashaalow
Ketika ditanya apakah dia jadi alergi dengan KPop. Ia pun tidak mengelak. "Alergi? Itu adalah kata yang bagus. Aku benar-benar menahan diri dari video-video dan lagu-lagu KPop belakangan ini," tutur wanita yang pernah berpartisipasi dalam acara Idol School tersebut. Foto: Instagram @tashaalow
Karena itu hanya akan memicu kenangan-kenangan buruk dan aku tidak ingin lagi berpikir tentang itu. Kapan pun aku menonton YouTube, aku akan melewati video-video itu. Tapi sekarang aku jauh lebih baik, kata Tasha yang kini kembali ke dunia hiburan. Foto: Instagram @tashaalow
"Karena itu hanya akan memicu kenangan-kenangan buruk dan aku tidak ingin lagi berpikir tentang itu. Kapan pun aku menonton YouTube, aku akan melewati video-video itu. Tapi sekarang aku jauh lebih baik," kata Tasha yang kini kembali ke dunia hiburan. Foto: Instagram @tashaalow