Bikin Melongo, Transformasi Cosplayer saat Tampil Tanpa Makeup dan Kostum

Postingan dengan hashtag #レイヤーのオンとオフ sedang ramai di Twitter. Hashtag dalam tulisan Jepang itu mengandung arti dengan dan tanpa lapisan. (Foto: Twitter)
Postingan dengan hashtag #レイヤーのオンとオフ sedang ramai di Twitter. Hashtag dalam tulisan Jepang itu mengandung arti 'dengan dan tanpa lapisan'. (Foto: Twitter)
Para seniman cosplayer ramai-ramai memamerkan transformasi wajah saat dan tanpa makeup maupun kostum karakter. (Foto: Twitter)
Para seniman cosplayer ramai-ramai memamerkan transformasi wajah saat dan tanpa makeup maupun kostum karakter. (Foto: Twitter)
Beberapa memperlihatkan transformasi terbaik mereka. Perbedaannya pun sangat drastis hingga tak dikenali. (Foto: Twitter)
Beberapa memperlihatkan transformasi terbaik mereka. Perbedaannya pun sangat drastis hingga tak dikenali. (Foto: Twitter)
Cosplay sangat populer di Jepang dan beberapa negara lainnya di Asia, termasuk Indonesia. Tapi sebenarnya budaya cosplay, berasal dari Amerika Utara pada era 30-an. (Foto: Twitter)
Cosplay sangat populer di Jepang dan beberapa negara lainnya di Asia, termasuk Indonesia. Tapi sebenarnya budaya cosplay, berasal dari Amerika Utara pada era '30-an. (Foto: Twitter)
Setiap tahunnya di berbagai negara, khususnya Jepang, diadakan kompetisi cosplayer. Para peserta akan berdandan total demi mendapatkan hadiah jika berhasil terpilih sebagai kostum terbaik. (Foto: Twitter)
Setiap tahunnya di berbagai negara, khususnya Jepang, diadakan kompetisi cosplayer. Para peserta akan berdandan total demi mendapatkan hadiah jika berhasil terpilih sebagai kostum terbaik. (Foto: Twitter)
Cosplay sendiri merupakan singkatan dari costume dan play. dikutip dari Bored Panda, istilah ini pertama kali muncul pada 1984, diciptakan oleh reporter Jepang Nobuyuki Takahashi. (Foto: Twitter)
Cosplay sendiri merupakan singkatan dari 'costume' dan 'play'. dikutip dari Bored Panda, istilah ini pertama kali muncul pada 1984, diciptakan oleh reporter Jepang Nobuyuki Takahashi. (Foto: Twitter)
Takahashi menyebut cosplay karena istilah yang digunakan sebelumnya, yakni masqeurade, dinilai terlalu kuno untuk masyarakat Jepang. (Foto: Twitter)
Takahashi menyebut cosplay karena istilah yang digunakan sebelumnya, yakni 'masqeurade', dinilai terlalu kuno untuk masyarakat Jepang. (Foto: Twitter)
Di samping hobi, beberapa cosplayer menjadikannya sebagai profesi untuk menghasilkan uang. Sebagian besar uang mereka kumpulkan dari postingan foto di media sosial yang mendatangkan sponsor. (Foto: Twitter)
Di samping hobi, beberapa cosplayer menjadikannya sebagai profesi untuk menghasilkan uang. Sebagian besar uang mereka kumpulkan dari postingan foto di media sosial yang mendatangkan sponsor. (Foto: Twitter)