Backpacker asal Inggris Catherine Shaw diyakini tanpa busana saat hiking di gunung berapi Guatemala untuk menyaksikan matahari terbit, sebelum ditemukan tewas. Foto: Instagram @vegan_.lion
Catherine dilaporkan hilang setelah ia meninggalkan Hotel Mayachik, dekat Danau Atitlan di Guatemala. Misi pencarian dan penyelamatan berakhir setelah polisi menemukan tubuhnya 18 meter dari puncak jalur pendakian. Foto: Instagram @vegan_.lion
Seperti dilansir dari Russia Today, hasil post mortem mengungkapkan Catherine telah meninggal empat hingga enam hari sebelum ditemukan mengalami pendarahan akibat cedera otak traumatis. Foto: Instagram @vegan_.lion
Foto-foto wanita berusia 23 tahun yang 'bocor' dari tempat kejadian konon menunjukkan bukti adanya pukulan ke tubuhnya, memicu rumor pembunuhan. Namun menurut Lucie Blackman Trust - sebuah badan amal untuk para korban Inggris di luar negeri, kematiannya tidak lebih dari kecelakaan tragis. Foto: Instagram @vegan_.lion
Diyakini bahwa Catherine sedang bepergian ke puncak gunung berapi untuk melihat matahari terbit, dan jatuh atau pingsan saat hiking. Foto: Instagram @vegan_.lion
"Catherine hanya mencintai gunung dan matahari terbit. Dia meninggal karena melakukan apa yang dia sukai," kata orangtua Catherine, Ann dan Tarquin dalam pernyataannya. Foto: Instagram @vegan_.lion
Orangtua wanita yang berasal dari Witney, Oxfordshire ini juga menggambarkan putrinya sebagai pecinta alam yang telah berpuasa selama berhari-hari menjelang hiking. Foto: Instagram @vegan_.lion
"Cukup mungkin bahwa dia naik gunung untuk menyambut matahari terbit, melepaskan pakaiannya saat pergi. Ia jatuh karena tidak mengonsumsi makanan atau cairan sehingga menyebabkan bekas luka seperti pukulan pada tubuhnya," kata Ann. Foto: Instagram @vegan_.lion
Sementara itu, Pemilik Eco Hotel Mayachik menuduh bahwa Catherine mungkin berada di bawah pengaruh kue yang dicampur dengan marijuana pada saat hiking. Foto: Instagram @vegan_.lion