Puteri Indonesia Banten 2017 berada di urutan pertama yang disebut dalam pengumuman Yayasan Puteri Indonesia mengenai pencopotan gelar. Puteri Indonesia Banten 2017 adalah Ratu Vashti Annisa. Dalam ajang Puteri Indonesia 2017 yang dimenangkan Bunga Jelitha, Vashti tidak meraih gelar juara. Wanita dengan tinggi 172 cm ini pernah meraih gelar meraih predikat Outstanding Delegate dalam simulasi sidang PBB yang diselenggarakan di Washington DC, Amerika Serikat. Dia mengikuti ajang bergengsi itu bersama rekan-rekannya sesama mahasiswa Universitas Indonesia. Foto: Instagram, Yayasan Puteri Indonesia
Vashti yang lulus dari Universitas Indonesia dan University of Queensland di Australia dengan gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dan Bachelor of Communications (B.Comm) kemudian mengikuti ajang Miss Earth Indonesia 2018. Dan dia keluar sebagai pemenang. Wanita 23 tahun ini pun menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Earth 2018 yang akan digelar pada November mendatang. Dan karena keikutsertaannya pada ajang Miss Earth Indonesia ini Vashti dicopot gelarnya. Dengan mengikuti ajang sejenis, dia melanggar kontrak Puteri Indonesia. Foto: Instagram, Yayasan Puteri Indonesia
Ini adalah Karina Nandia Saputri, Puteri Indonesia DKI Jakarta I. Pada ajang Puteri Indonesia 2017, Karina juga terpilih sebagai Puteri Intelegensia 2017. Foto: Instagram, Yayasan Puteri Indonesia
Karina Nandia Saputri dipecat dari Puteri Indonesia karena mengikuti ajang sejenis yaitu Miss Tourism Global Indonesia 2018. Dan Karina pun keluar sebagai juara. Pada Juni 2018, Karina mewakili Indonesia di ajang Miss Tourism Global 2018 yang diadakan di Shanghai, China. Foto: Instagram, Yayasan Puteri Indonesia
Yayasan Puteri Indonesia juga mencopot gelar Puteri Indonesia 2017 dari perwakilan Nusa Tenggara Barat, Ni Komang Sri Maya Dian. Pada ajang grand final Puteri Indonesia 2017 yang digelar Maret 2017 Dian belum berhasil meraih juara. Foto: Instagram, Yayasan Puteri Indonesia
Pada 2018 ini, Dian mencoba kembali peruntungannya dengan mengikuti Miss Grand Indonesia 2018. Saat ini dia tengah mengikuti karantina sebagai finalis kontes kecantikan tersebut. Keikutsertaannya pada ajang Miss Grand Indonesia 2018 inilah yang membuatnya dipecat dari Puteri Indonesia karena melanggaran kontrak. Foto: Instagram, Yayasan Puteri Indonesia
Dalam wawancara dengan Wolipop, Kepala Departemen Komunikasi Yayasan Puteri Indonesia (YPI) Mega Angkasa menjelaskan soal pencopotan gelar tiga finalis Puteri Indonesia 2017. Mega mengatakan keikutsertaan tiga finalis dalam ajang kontes kecantikan sejenis melanggar kontrak kerja yang telah disetujui dalam kurun waktu tertentu. "Pelanggaran kontrak kerja, yakni tidak boleh mengikuti ajang sejenis selama masa kontrak dua tahun," kata Mega. Foto: Instagram, Yayasan Puteri Indonesia