Diane von Furstenberg Songsong Era Baru DVF di Tangan Desainer Penerus
New York Fashion Week telah menjadi rumah bagi nama-nama besar seperti Ralph Lauren, Donna Karan, Marc Jacobs, Michael Kors, Tory Burch, Thom Browne, dan masih banyak lagi. Tanpa terkecuali Diane von Furstenberg yang akhirnya kembali setelah absen sejak 2017.
Peragaan perdana DVF, jenama yang didirikan Diane pada 1972, dalam kurun hampir 10 tahun ini sangat dinantikan karena menandai sebuah era baru. Baru kali ini, desainer Henry Zankov menampilkan koleksi setelah ditunjuk sebagai direktur artistik DVF pada Mei lalu.
Memiliki waktu hanya beberapa bulan, pria kelahiran Rusia ini harus mempersiapkan debutnya. Namun, DVF bukan tempat yang asing buat Henry. Ia sudah punya pengalaman kerja di DVF selama empat tahun (2014-2018) sebelum mendirikan labelnya sendiri, ZANKOV pada 2020. Tahun lalu, ia kembali berkolaborasi dengan DVF untuk menciptakan sebuah koleksi kapsul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Identitas DVF sebagai brand tidak lepas dari kesuksesan wrap dress. Terinspirasi oleh kostum balet, Diane memperkenalkan terusan lilit pada 1974, yang kemudian merevolusi cara perempuan berbusana.
Awal popularitas busana tersebut langsung menempatkan Diane yang saat itu baru berusia 29 tahun sebagai desainer perempuan tersukses. Ia tampil di sampul Newsweek dan disebut "Most marketable female in fashion since Coco Chanel."
Wrap dress menjadi simbol feminitas sekaligus kekuatan setelah dipakai oleh deretan figur penting, dari selebriti hingga putri kerajaan (Kate Middleton) dan ibu negara (Michelle Obama).
First look koleksi perdana Henry Zankov sebagai desainer baru DVF. (Foto: REUTERS/Caitlin Ochs) |
Debut Henry digelar di kawasan High Line dengan konsep outdoor yang memberikan kesempatan bagi para tamu untuk menghirup udara segar di tengah agenda NYFW yang padat. Suasana yang pas untuk menggambarkan DVF setelah tongkat estafet diserahkan kepada desainer baru (pada 2023, kepemimpinan di DVF juga berganti dengan kehadiran Graziano de Boni sebagai CEO).
Menarik untuk melihat bagaimana Henry, yang dikenal piawai bermain dengan teknik knitwear, mendefinisikan ulang perempuan DVF yang selama ini terasosiasi dengan wrap dress. Apakah pria 45 tahun itu menawarkan sesuatu yang mungkin bisa menjadi 'hero piece' terbaru DVF?
Koleksi yang terdiri dari 38 set busana itu dibuka dengan shirt dress yang menyerupai wrap dress yang mempertegas lekuk tubuh, tapi tanpa sabuk lilit.
Koleksi DVF Spring-Summer 2027. (Foto: REUTERS/Caitlin Ochs) |
"Kami lebih ingin melihat bagaimana tubuh dibungkus dibanding sekadar wrap dress," kata Henry kepada W jelang peragaan. Tak banyak terusan lilit yang terlihat, tapi ia lebih bermain dengan siluet yang ringan dan feminin, sebagaimana DVF selama ini dikenal, dan memadukannya dengan tampilan yang maskulin seperti pada potongan, blazer, setelan atau jumpsuit.
Elemen lain yang menonjol? Tentunya permainan corak dan warna yang sebenarnya juga telah lama menjadi kekuatan DVF lebih mendominasi.
Salah satu motif baru yang dieksplorasi Henry untuk koleksi DVF. (Foto: REUTERS/Caitlin Ochs) |
Henry membuatnya sebagai primadona baru dengan memadukan motif klasik DVF seperti leopard dengan sesuatu yang lebih abstrak (seperti pecahan kertas confetti) dan geometris. Hadir pula potongan busana dengan corak tipografi yang menunjukkan sisi lain karakter perempuan DVF yang fun.
Henry Zankov dan Diane von Furstenburg usai peragaan. (Foto: REUTERS/Caitlin Ochs) |
Anna Wintour dan Nicky Hilton menyaksikan dengan antusias dari front row. Namun, tak ada yang lebih bersemangat dari Diane yang beberapa bulan lagi akan genap berusia 80 tahun. Saat finale, ia memeluk erat Henry yang menghampirinya di bangku terdepan.
Diane von Furstenberg optimis menyongsong era baru DVF.
(dtg/dtg)















































