CEO New York Fashion Week Serang Aktivis PETA saat Peragaan Berlangsung
Viral di media sosial aksi CEO New York Fashion Week Steven Kolb melawan aktivis perlindungan hewan PETA di fashion show COS. Insiden tersebut mencoreng reputasinya sebagai salah satu figur terpenting di industri mode Amerika Serikat.
Di peragaan yang berlangsung di WSA Building, New York City, pada Minggu (13/9/2026) itu, aktivis PETA tiba-tiba muncul di tengah model yang sedang berjalan di catwalk sambil membawa plakat dan menyerukan ajakan berhenti memakai wol yang dibuat dengan menjagal domba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya satu, tapi ada beberapa demonstran menginterupsi presentasi busana yang turut dihadiri para selebriti top Hollywood seperti Sharon Stone, Lupita Nyong'o, dan Michelle Williams.
Dalam sebuah video, Steven Kolb yang juga menjabat sebagai ketua Council of Fashion Designers of America (CFDA), asosiasi yang mengorganisir perhelatan New York Fashion Week, terlihat menarik salah satu aktivis perempuan dari bangkunya.
Ia kemudian menutup mulut aktivis sembari berusaha menahannya dengan kedua kaki sambil duduk.
Steven juga terlihat berusaha menahan aktivis pria dengan membungkam mulutnya. Pihak keamanan kemudian berhasil membawa keluar para aktivis PETA.
Meski situasi kembali terkendali, aksi Steven membuat banyak orang terkejut dan kecewa.
Ini bukan kali pertama sebuah peragaan diwarnai aksi protes PETA, tapi tidak pernah ada tamu, khususnya mereka yang berstatus figur penting di dunia fashion, mengintervensi, bahkan sampai main fisik.
Aktivis PETA menggelar aksi protes di fashion show COS. (Foto: REUTERS/Caitlin Ochs) |
"Tidak boleh ada satupun orang yang berhak menyentuh mulut orang lain, apalagi dengan tangan, dan menjepit tubuhnya dengan kaki. Terutama pelakunya adalah orang yang mewakili desainer Amerika," ujar Blake Abbie, salah satu editor majalah Prancis, kepada The New York Times.
Aktivis pria yang terlibat dalam aksi protes tersebut diketahui bernama Mason Melito. Ia mengatakan, kekerasan yang dialami bersama rekannya mencerminkan kesadisan yang terjadi di industri wol yang menutup suara domba-domba tak berdaya di balik pintu. "Kebebasan domba direbut, dimutilasi, dan dibunuh. Semuanya hanya untuk tren fashion yang tidak penting," katanya.
PETA mengklaim COS, salah satu anak perusahaan H&M, menggunakan wol dari domba-domba yang diperlakukan secara tidak etis.
Koleksi COS Spring-Summer 2027. (Foto: REUTERS/Caitlin Ochs) |
Pada hari yang sama, Steven juga langsung mengeluarkan pernyataan resmi. "Saya membuat reaksi yang tidak pantas saat sebuah insiden terjadi di peragaan hari ini. Itu bukan kewajiban saya untuk bertindak demikian. Seharusnya tim keamanan yang mengendalikan situasi tersebut," ujar Steven yang seorang vegetarian itu.
CFDA, yang pada tahun lalu dengan tegas menyatakan tidak akan mempromosikan lagi penggunaan bulu binatang untuk fashion, tengah menginvestigasi peristiwa tersebut. Kabarnya, PETA akan melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian.
(dtg/dtg)













































